solusi desain rumah

Desain Rumah Ramah Untuk Anak

Categories: Tag: , ,

DESAIN RUMAH RAMAH UNTUK ANAK

Arsitek Indo Kontraktor – Rumah yang aman dan nyaman merupakan impian bagi setiap keluarga, apalagi bagi anda yang memiliki anak. Mari ciptakan rumah yang ramah bagi keluarga dan anak anda. Penasaran? Simak yuk!

  1. Perabotan yang aman dan tidak bersudut tajam

Bagi keluarga yang memiliki anak-anak, khususnya balita yang sedang belajar berjalan. Kurangi jumlah barang pecah belah seperti pot keramik di area bermain anak. Selain itu, siasati berbagai perabotan bersudut lancip atau tajam dengan karet atau rubber untuk melindungi sudut tajam meja atau firnitur lainnya.

  1. Gunakanlah alas yang lembut pada lantai tempat bermain anak

Alasi permukaan lantai dengan karpet kain atau karpet rubber untuk melindungi si kecil jika terjatuh saat bermain. Selain itu, pilihlah furnitur pelengkap yang berbahan empuk dan lembut, seperti sofa atau lemari kain.

  1. Jaga kebersihan lantai

Rasa ingin tahu anak yang besar seringkali membuat mereka sering memasukkan berbagai macam benda dan makanan ke dalam mulutnya, tidak peduli meskipun benda-benda atau makanan tersebut sudah jatuh ke lantai. Karena itulah, lantai yang jadi area bermain haruslah di jaga kebersihannya. Jauhkan perkakas, aksesori, dan benda-benda kecil lainnya dari jangkauan anak untuk menghindari kemungkinan tertelan.

  1. Jauhkan akses listrik dan berbagai cairan berbahaya dari jangkauan anak-anak

Buatlah saklar listrik atau stop kontak di tempat yang cukup tinggi sehingga sulit diakses oleh tangan anak. Apabila ada saklar listrik atau stop kontak yang terletak di bawah, lapisilah dengan tutup pelindung yang tidak mudah di buka anak-anak. Selain itu, simpanlah cairan-cairan berbahaya seperti cairan pembersih lantai atau sabun lainnya di tempat yang aman dan jauh dari area bermain anak untuk menghindari resiko  dimainkan atau diminum anak.

  1. Batasi area bermain anak, khususnya yang berdekatan dengan tangga atau teras di lantai atas

Jika tempat bermain anak ada di lantai atas, batasi area bermain anak-anak tersebut dengan membuat “pagar” di tangga sehingga anak-anak tidak bisa naik turun sendiri. Selain itu, selalu tutup pintu menjadi akses ke teras atas sehingga mengurangi resiko anak-anak bermain di teras atas dan terjatuh.

Itu dia beberapa tips membuat rumah yang aman dan ramah untuk anak-anak. Namun, terlepas dari tips di atas, pendampingan orangtua ketika anak-anak sedang bermain adalah yang terpenting untuk menjamin keamanan balita dan anak-anak di dalam maupun di luar rumah.

Tips Desain Hemat Biaya Bangun

Categories: Tag: , ,

arsitek jogja

TIPS DESAIN HEMAT BIAYA BANGUN

Arsitek Indo Kontraktor – Siapa sih yang tidak ingin biaya bangun yang murah atau hemat? Pasti mau bukan? Nah salah satu caranya adalah dengan mendesainkan rumahnya dengan sedemikian rupa untuk menghemat biaya bangun. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak ulasan berikut :

Tips Desain Rumah Hemat Bangun

Terkait dengan desain, dibutuhkan perencanaan yang matang dalam menentukan jenis ruang yang menjadi kebutuhan utama.

Beberapa ruang yang fungsinya mirip bisa disatukan atau dijadikan ruang multifungsi.

Di luar dari ini, arsitek Adrianto Budiarsa dalam buku “Rumah Biaya Ekonomi”, mengungkapkan masih ada sedikitnya 7 kunci penghematan desain yang menentukan keberhasilan langkah penghematan yang ditempuh.

Pertama, ruang berbentuk segiempat akan memudahkan dalam menentukan konstruksi atapnya.

Semakin sederhana konstruksi atap, maka biaya pun semakin dapat ditekan.

Menyatukan beberapa ruang yang fungsinya saling terkait akan lebih efisien.

Alex Lukey
Menyatukan beberapa ruang yang fungsinya saling terkait akan lebih efisien.

Kedua, ruang servis seperti dapur, tempat cuci, tempat setrika akan lebih efisien bila ada dalam satu area.

Ketiga, ruang istirahat (tidur), jangan dihadapkan ke bagian barat karena pada posisi ini matahari bersinar lebih lama.

Ruang yang memiliki kelembapan tinggi, diletakkan di daerah yang memiliki sirkulasi dan cahaya matahari yang baik.

Keempat, rencanakan dengan cermat ruang yang nantinya akan dikembangkan, sehingga nantinya tak perlu lagi membongkar dinding atau mengubah seluruh denah.

Ini akan menghemat penggunaan material dalam hal ini kayu atau beton.

Konstruksi beton dan kayu memiliki keterbatasan dalam panjang.

Jika ukuran ruang melebihi ukuran standar modul yang ada, maka dibutuhkan biaya yang lebih besar untuk membuat sambungan dan akan banyak menghasilkan material sisa/terbuang.

Manfaatkan ruang sisa. Dinding bisa dioptimalkan jadi tempat simpan.

Luc Remond
Manfaatkan ruang sisa. Dinding bisa dioptimalkan jadi tempat simpan.

Kelima, sesuaikan ukuran penutup lantai dengan ukuran ruang.

Misalnya, jika ruangan 4 meter, sementara keramik yang dipakai berukuran 30 cm x 30 cm, maka terdapat 13 baris keramik ditambah potongan keramik 10 cm, berarti ada sisa potongan 20 cm yang terbuang.

Keenam, mengurangi sebagian dari denah ruangan yang menonjol, baik pada desain fasad bangunan maupun desain dalam rumah.

Bagian-bagian yang menjorok ke luar akan sulit tertutup oleh atap, akibatnya harus digunakan dak beton yang harganya lebih mahal.

Ketujuh, manfaatkan ruang sisa. Tak hanya sebagai pembatas antarruang dan struktur bangunan, dinding dapat digunakan sebagai tempat simpan.

Jika dimensi dinding kamu cukup lebar, atau ada bagian dinding yang menjorok ke dalam, kamu bisa merancangnya sebagai tempat penyimpanan.

Hal yang sama juga dapat diterapkan pada desain plafon yang cukup tinggi, sebagian areanya bisa dijadikan tempat simpan, dan ruang pun akan lebih efisien.

 

WhatsApp chat