penyebab tembok mengelupas

Kendala Dalam Mengaci Tembok

Kendala Dalam Mengaci Tembok

Categories: Tag: , , , ,

Kendala Dalam Mengaci TembokKENDALA DALAM MENGACI TEMBOK

Kendala Mengaci Tembok – Pernahkah Anda mengalami acian dinding retak? Atau bahkan acian tembok yang mengelupas? Perlu Anda ketahui bahwa dinding yang mengelupas ini terjadi karena beberapa gejala. Yuk ketahui beberapa gejalanya, agar hasil acian tembok rumah bagus.

Adanya retak pada dinding rumah sangat mengganggu pemandangan dan merusak estetika sebuah bangunan. Rumah menjadi terkesan  “jelek” yang sangat merusak pemandangan jika pada dinding-dindingnya terdapat banyak retak. Retak pada dinding rumah terlihat sangat menjengkelkan dan membuat perasaan tidak nyaman, bahkan nilai jualnya pun akan turun drastis meskipun itu terjadi pada rumah mawah atau menengah atas.

Dinding yang mulus dan rapi bebas dari gejala retak adalah sebuah parameter yang sangat mempengaruhi value sebuah properti hunian tempat tinggal. Gara-gara gejala ini, pemilik rumah tak segan-segan mengeluarkan biaya extra untuk memperbaiki acian dinding retak ini, meskipun terkadang hanya untuk sebuah prestise.

Jenis-jenis retak pada dinding

Secara garis besar retak pada dinding terbagi menjadi 2 jenis, yaitu retak struktural dan retak non-struktural.

  • Retak struktural terjadi karena adanya pergerakan struktur yang terjadi pada pondasi, kolom struktur, yang disebabkan oleh kegagalan struktur maupun karena pengaruh getaran external seperti gempa bumi dan lain-lain. Ciri-ciri retak struktur ini biasanya berbentuk lurus memanjang secara tegak lurus atau diagonal bidang dinding. Pada retak jenis ini substrate bata didalamnya juga sedah retak atau pecah, hingga juga terjadi didalam plester dan aci. Perbaikan dan pencegahan retak struktural paling baik adalah dengan menambah perkuatan pada bidang yang teridentifikasi bergerak, baru kemudian memperbaiki dinding yang pecah atau retak tersebut.
  • Retak non-struktural atau retak rambut, cenderung dipengaruhi oleh adanya gejala deformasi atau gejala muai-susut material bahan bangunan sebagai respon adanya perubahan kondisi lingkungan (cuaca). Retak rambut pada umunya berbentuk tak beraturan yang tersebar merata dibidang dinding. Berbeda dengan retak struktural, substrate bata dalam dinding belum pecah atau retak, yang mengalami keretakan hanya terbatas pada plester dan atau acian. Gejala retak rambut ini lebih dominan terjadi pada acian dinding luar bangunan yang terpapar dengan hujan dan panas secara langsung.

Mekanisme terjadinya retak rambut

Sebagaimana sifat material pada umumnya, pada saat cuaca panas dan kering beton dapat mengalami penyusutan volume (shrinkage), dan apabila dalam keadaaan basah maka material beton juga akan mengalami pengembangan volume (swelling), ini adalah sifat dasar material. Munculnya retak pada plaster atau aci  terjadi karena daya tarik (tensile strength) deformasi melewati titik kritis daya lentur (flexural strenght).  Atau bisa diterjemahkan, retak rambut tersebut muncul apabila material beton pelapis dinding (plester atau aci) tidak cukup elastic untuk mengimbangi fenomena deformasi muai-susut material tersebut.

Penyebab plester dan acian retak rambut

Teknik aplikasi yang tidak tepat dan tidak memperhatikan standar pekerjaan yang baik pada waktu konstruksi bangunan sangat mempengaruhi baik-jeleknya flexural strength tembok dari plester dan aci dinding. Mutu bahan sangat mempengaruhi kualits beton yang dihasilakan, penyebab yang umum dijumpai dilapangan antara lain : penggunaan pasir yang kurang bagus, kualitas air, dan lain-lain. Selain itu, mix design yang kurang memperhatikan mutu serta rendahnya konsistensi adukan campuran bahan juga berkontribusi yang mengakibatkan tembok yang dihasilkan tidak tepat mutu.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah karena kurang memperperdulikan interval waktu hingga beton mencapai kondisi settlemen (curing time dan setting time), temboh yang belum settled cenderung masih mengalami deformasi tinggi.

Contoh : Pekerjaan plester, apabila adukan plester yang dalam kondisi basah (swell) diaplikasikan  pada dinding bata yg dalam kondisi sangat kering (shrinkage), dinding yang terlalu kering tadi akan menyerap kandungan air yang ada dalam adukan plester, sehingga pada saat bahan plesteran mulai mengering akan muncul keretakan pada bahan plesteran, ini sebagai respon mengembangnya (swelling) substarte dinding. Fenomena yang sama juga bisa terjadi pada fase antara pekerjaan pemplesteran dan pengacian.

Bagaiamana mencegah supaya acian agar tidak retak rambut?

Retak rambut ini sebenarnya sangat mudah untuk diantisipasi, pencegahannya paling praktis adalah dengan pemilihan material yang berkulitas dan memiliki daya lentur baik untuk mengimbangi fenomena deformasi.

6 Solusi praktis untuk mrndapatkan plesteran dan acian supaya tidak retak rambut adalah dengan memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :

  1. Carilah aplikator yang berpengalaman yang memiliki skill pekerjaan plester dan acian dinding yang baikagar standar mutu dan kerapihan pekerjaan lebih terjaga.
  2. Sebelum mengaplikasikan pekerjaan plester atau aci, pastikan agar dinding dasarnya sudah mencapai titik pengerasan/pengeringan sempurna (settle), standar idealnya adalah 21 hari, tapi dinding non structural paling tidak sudah berumur 2 minggu sebelum diplester.
  3. Pada saat mengaplikasikan plester dan aci usahakan agar menjaga kelembaban material yang seimbang antara bahan plester/aci dengan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar dengan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan.
  4. Ada jeda waktu antara proses plester dengan proses acian sekitar 3 minggu untuk memberikan kesempatan agar bahan plester mengeras/mengering secara sempurna.
  5. Gunakan material plester dan aci yang memiliki sifat plastis dengan elastisitas yang baik agar dapat mengimbangi deformasi material dasar dinding akibat pengaruh cuaca. Penggunaan semen mortar plesteran dan mortar acian siap pakai sangat dianjurkan karena telah diformulasi khusus untuk memiliki sifat elastisitas yang baik.
  6. Hindari pemakaian bahan tambahan seperti kapur mill karena akan menyebabkan kerapuhan, acian mengelupas, dan masalah jamur dikemudian hari.
Tembok Rumah Mengelupas

Tembok Rumah Mengelupas

Categories: Tag: ,

Tembok Rumah MengelupasTEMBOK RUMAH MENGELUPAS

Tembok Mengelupas – Membuat tampilan berbagai jenis rumah tinggal menjadi lebih menarik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan mengecat tembok rumah hingga dengan mengisi dengan interior rumah. Namun, yang paling umum adalah permainan dengan menggunakan cat tembok. Sejatinya cat tembok ditujukan untuk melindungi rumah dari kondisi perubahan cuaca yang tak menentu. Karena adanya faktor yang tidak menentu, akan membuat cat menjadi rusak. Berikut ini cara untuk memperbaiki cat tembok yang mengelupas.

  1. Kelupaskan cat lama

Hal pertama yang Anda lakukan adalah mengepulaskan bagian cat yang telah terkelupas sebelumnya. Lakukan secara menyeluruh hingga material penutup dinding terlihat dan sudah tidak dilapisi dengan cat lagi. Setelah itu, dinding kemudian dibersihkan. Proses ini harus dilakukan, sebab apabila tidak dilakukan pengelupasan maka cat baru yang akan menimpa cat lama ini tidak akan bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Meskipun Anda menggunakan jenis cat dinding baru sekalipun, cat tersebut akan mengelupas secara perlahan. Maka dari itu, pengelupasan harus dilakukan dengan seksama menggunakan scrape.

  1. Mengampelas sisa cat

Apabila cat sudah selesai dikelupas, dinding kemudian dibersihkan dengan menggunakan amplas. Hal ini dilakukan agar cat yang lama tidak mengganggu pengaplikasian cat baru setelahnya. Untuk itu jenis amplas yang digunakan harus disesuaikan dengan ketebalan cat lama. Jangan sampai terlalu tebal karena dapat merusak bagian tembok. Dan jangan juga terlampau tipis.

  1. Membersihkan tembok menggunakan air

Dinding yang telah selesai di amplas kemudian dibersihkan dengan menggunakan air. Hal ini ditujukan agar cat lebih lama larut sehingga mudah dibersihkan. Apabila telah selesai, maka dinding harus didiamkan selama beberapa hari hingga kondisi tembok benar-benar telah kering. Proses pengecatan pun sebaiknya dilakukan pada kondisi kering. Hal ini dikarenakan tingkat kelembaban tembok memiliki pengaruh terhadap kualitas pengecatan nantinya.  

  1. Menggunakan paint remover untuk mengelupas cat lama

Proses pengelupasan cat akan jauh lebih mudah dilakukan bila Anda menggunakan paint remover. Paint remover sendiri merupakan sebuah zat kimia khusus yang digunakan untuk merontokan cat yang lama. Cara pemakaiannya pun sangat mudah, namun Anda perlu menggunakan sarung tangan karet untuk mengamankan tangan.

  1. Memperbaiki kerusakan tembok

Sebelum melakukan pengecatan ulang, terlebih dahulu Anda memperbaiki kerusakan yang terjadi pada bagian dinding. Kerusakan ini dapat berupa adanya retak rambut, meratakan bagian permukaan hingga memberikan dempul. Sehingga kondisi dinding akan benar-benar siap ketika hendak di cat ulang.

  1. Mengaplikasikan cat dasar

Setelah kondisi dinding sudah siap, maka Anda dapat langsung melakukan proses pengecatan. Langkah pertama adalah dengan melakukan cat dasar. Cat dasar ini biasanya menggunakan warna dasar putih. Tunggulah sampai cat benar-benar kering sebelum Anda melakukan tahapan selanjutnya.

  1. Pengecatan ulang

Setelah melakukan pengecatan dengan cermat, Anda dapat melakukan proses pengecatan ulang mulai dari bagian-bagian yang sulit terlebih dahulu. Biasanya adalah bagian yang dekat dengan list, Anda dapat menggunakan alat bantu kuas. Proses pengecatan juga dapat dimulai dari bagian atas, lalu menyusul ke bagian bawah dengan menggunakan roll. Untuk mengecat area eksterior rumah biasanya menggunakan warna cat rumah elegan atau warna cat rumah yang indah dan sejuk khusus. Hal ini ditujukan agar cat mampu bertahan pada kondisi perubahan cuaca yang tidak menentu.

  1. Membersihkan nodat cat

Saat mengecat bagian dinding rumah, biasanya noda akan jatuh ke lantai. Untuk itu Anda perlu menyiapkan alat kebersihan rumah berupa lap pel basa. Dengan membersihkan noda cat yang masih dalam keadaan basah, akan lebih mempermudah dibandingkan dengan membersihkan ketika kondisi cat sudah kering.

  1. Agar cat tidak mudah mengelupas

Cara memperbaiki cat tembok yang mengelupas sebenarnya cukup mudah dan tidak terlalu sulit. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dinding mengelupas, diantaranya adalah berikut ini:

  • Melakukan pengecatan tembok pada kondisi yang masih basah sehingga tingkat kelembabannya masih tinggi.
  • Jenis cat yang digunakan tidak memiliki kualitas yang baik.
  • Kualitas bahan-bahan dalam membangun rumah sendiri kurang baik. Contohnya adalah pada campuran pasir dengan semen yang tidak menyesuaikan dengan kualitas tertentu. Sehingga apabila hujan turun, air akan mudah meresap pada seluruh pori-pori tembok.
  • Faktor lain juga dapat disebabkan oleh kualitas plamir yang jelek.
  • Kondisi dinding yang masih kotor serta berdebu ketika di cat, sehingga daya rekatnya menjadi kurang.
  • Malah mengelupas cat lama, sehingga dapat memicu terjadinya pengelupasan cat setelah dilapisi dengan cat yang baru. Faktor inilah yang paling banyak terjadi pada umumnya.
WhatsApp chat