konsultasi rumah jogja

Macam Kaca Jendela

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : mitrarenov.com

MACAM KACA JENDELA

Arsitek Indo Kontraktor – Dari beberapa ulasan kami yang membahas cara memilih kaca jendela. Kita juga harus memperhatikan dari segi jenis dan macam kaca jendela. Kaca jendela ini terdiri dari beberapa jenis sesuai kebutuhan anda

Baca juga : Cara Memilih Kaca Jendela Rumah

1. Kaca Bening

tips memilih kaca

Kaca bening merupakan kaca yang polos, tidak berwarna, rata, dan tanpa distorsi. Oleh karena itu kaca ini dapat membentuk bayangan sempurna lebih dari 90% dari wujud aslinya. Kaca jenis ini tidak cocok pada bagian eksterior rumah karena tidak mampu menahan panas sinar matahari. Ketebalan kaca bening terdiri atas 5 mm, 6 mm, dan 8 mm. Ketebalan ini disesuaikan dengan ukuran kaca, semakin besar kaca sebaiknya semakin tebal ukurannya.

2. Kaca Berwarna (Tinted Glass)

tips memilih kaca eksterior

Kaca ini juga disebut dengan kaca rayban. Kemampuannya dalam menahan panas sinar matahari mencapai 55% sehingga cocok bila diletakkan pada eksterior rumah. Kaca ini mampu menjaga kenyamanan pada dalam ruangan sebagai ganti pendingin. Untuk menambah kegelapan pada kaca ini cukup dilapisi berkali-kali.

Baca juga : Rahasia Atasi Kaca Berjamur

3. Kaca Es

tips memilih kaca dan jenis-jenis kaca

Kaca es adalah jenis kaca yang bertekstur. Tekstur ini dihasilkan saat adonan kaca mulai dicetak dengan roll yang memiliki pola. Kaca jenis ini memiliki efek dekoratif dan mengaburkan bayangan. Selain itu, tekstur kaca es juga mampu mengurangi sinar matahari yang diterima sehingga ruangan tidak silau.

4. Kaca Cermin

tips memilih kaca jendela dan jenisnya

Kaca ini memiliki sifat seperti cermin. Ia dapat mengurangi sifat tembus pandang dari salah satu sisi. Sehingga pada bagian luar tidak bisa melihat bagian dalam, dan dari dalam dapat melihat bagian luar rumah. Kaca cermin dibuat dengan tambahan lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis.

5. Kaca Tampered

jenis kaca

Kaca ini memiliki keunggulan kekuatan yang sangat tinggi 3-5 kali lipat dibandingkan kaca biasa. Kaca ini dapat menahan beban angin, berat, dan tekanan yang lebih tinggi. Bahkan jika kaca ini pecah, pecahan itu aman karena berbentuk bulat dan tumpul. Kaca ini sangat cocok sebagai pengganti dinding.

Baca juga : Kenali Kendala Menggunakan Kaca Dinding

sumber artikel : https://iqbalazhari.com/

Cara Memilih Kaca Jendela Rumah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : prismakaca.com

CARA MEMILIH KACA JENDELA RUMAH

Arsitek Indo Kontraktor – Kaca jendela berfungsi sebagai keluar masuknya cahaya. Rumah ideal adalah jika kadar cahaya atau kebutuhan cahaya terpenuhi dengan tepat. Membahas soal kaca jendela. Kaca jendela ini terdiri dari beberapa macam, yang tentunya akan membuat kita bingung dalam pemilihannya. Namun tidak perlu khawatir, kami akan mengulas mengenai cara memilih kaca jendela rumah.

Baca juga : Gorden yang Tepat Untuk Jendela Kamar

Cara Memilih Kaca dengan Benar

  1. Pilih jendela yang berukuran besar untuk bagian depan rumah. Jendela yang besar ini akan menjadi tempat masuknya cahaya ke dalam rumah. Sehingga anda bisa meminimalisir penggunaan lampu di siang hari.
  2. Meskipun berbagai jenis kaca memberikan keindahan tersendiri, ada baiknya anda menghindari jenis kaca yang tembus pandang. Kaca yang seperti ini membuat bagian rumah tampa kusam dilihat dari luar. Tapi itu semua bergantung dari pilihan anda.
  3. Jika anda memiliki halaman rumah yang tidak tertutup, dan nampak langsung pada halaman rumah luar, anda bisa memilih kaca yang gelap. Jenis kaca ini hanya bisa dilihat dari bagian dalam saja, sehingga untuk orang yang berada diluar tidak bisa melihat ke dalam. Tetapi cahaya matahari dapat masuk dengan baik.
  4. Pilihlah jenis kaca jendela yang bening atau kaca cermin. Kaca cermin ini juga fungsional, karena pada bagian luar dapat digunakan untuk bercermin.
  5. Untuk bagian ruang keluarga, gunakan kaca jendela yang berukuran besar. Agar menambah kesan luas dan nyaman pada ruang keluarga.
  6. Untuk bagian belakang rumah, cukup gunakan kaca jendela yang kecil. Ini berfungsi untuk menambah cahaya masuk ke dalam bagian rumah.

sumber artikel : https://iqbalazhari.com/

Cara Memilih Karpet Terbaik Sesuai Bahan

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : grandome.com

CARA MEMILIH KARPET SESUAI BAHAN

Arsitek Indo Kontraktor – Karpet ini juga sangat perlu diperhatikan dalam pemilihan awal, atau saat kita membelinya. Hal yang harus kita perhatikan adalah cara memilih karpet. Dengan salah satu caranya adalah dengan disesuaikan dengan bahan. Seperti apa karpet yang bagus sesuai dengan bahan?

Baca juga : Tips Memilih Karpet Lantai Rumah

Cara Memilih Karpet Terbaik Sesuai Bahan

Setelah kita tahu jenis-jenisnya, tentu kita juga harus:

Bisa menyesuaikan tekstur karpet dengan setiap ruangan.

Jangan mengaplikasikan asal-asalan!

Adanya karpet dalam sebuah ruangan pun menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

Berikut beberapa tips yang harus kamu perhatikan:

-Bahan Karpet untuk Kamar Tidur

Kamu pasti setuju:

Adanya karpet di kamar tidur dapat membuat tampilan kamar menjadi lebih hangat dan nyaman.

Nah, untuk kamar sebaiknya pilih karpet yang memiliki tekstur berbulu panjang yang lembut.

Bayangkan saja, suasana kamar tidur kamu tentu akan sangat nyaman, bukan?

Baca juga : Fungsi Karpet Lantai Rumah

-Bahan Karpet untuk Ruang Tamu

Berbeda dengan bahan karpet untuk kamar tidur…

Bahan karpet yang berbulu pendek akan sangat cocok untuk ruang tamu.

Kenapa?

Biasanya ruang tamu didatangi oleh banyak orang. Bukan hanya anggota keluarga, namun juga orang lain.

Tentu kita tidak bisa mengontrol kebersihan karpet yang diinjak oleh orang lain.

Bahan karpet yang berbulu pendek tentunya akan jauh lebih mudah untuk dirawat.

Jika ada noda makanan dan minuman pun akan dapat dengan mudah dibersihkan.

-Bahan Karpet untuk Ruang Keluarga

Bagaimana dengan ruang keluarga?

Ruangan ini merupakan area penting yang digunakan oleh semua keluarga untuk menghabiskan waktu dengan orang tercinta.

Tentu kenyamanan menjadi faktor yang sangat penting bukan?

Melihat hal tersebut, maka akan sangat tepat jika kamu menggunakan karpet berbulu panjang.

Bukan hanya nyaman…

Karpet berbulu panjang juga akan memberikan kesan yang lebih hangat.

Khusus untuk pemilihan model dan warnanya, bisa kamu sesuaikan dengan tema ruangan yang diusung.

Baca juga : Macam Macam Karpet Lantai

 

sumber artikel : 99.co

Tips Memilih Karpet Lantai Rumah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : prelo.co.id

TIPS MEMILIH KARPET LANTAI RUMAH

Arsitek Indo Kontraktor – Karpet bisa kita terapkan pada ruang keluarga, jika kita menerapkan konsep lesehan akan lebih cocok dengan karpet. Karpet ini juga bisa kita gunakan di ruang tamu, kamar, atau sesuai dengan kebutuhan kita. Nah membahas soal karpet, perlu kita perhatikan dan hati-hati dalam memilih karpet.

Baca juga : Fungsi Karpet Lantai Rumah

Jenis Karpet dan Cara Merawatnya

Apa saja bahan karpet yang kamu tahu?

Ternyata ada lima bahan karpet, lho.

Terkadang kita hanya membeli karpet sesuai keinginan tanpa benar-benar tahu apa jenisnya.

Ini dia lima jenis karpet dan cara merawatnya:

1. Jenis Karpet Wol

Kamu pasti setuju kalau bahan yang satu ini merupakan bahan yang paling nyaman.

Coba saja bayangkan tiduran di karpet berbahan wol. Wah, pasti akan sangat nyaman.

Sepadan dengan kenyamanannya…

Karpet berbahan wol tentu harganya cukup mahal.

Meskipun mahal, ini beberapa keunggulannya:

  • Ketebalan tahan lama,
  • Warna tahan lama,
  • Sangat nyaman digunakan.

Bagaimana cara membersihkan karpet berbahan wol?

Mudah saja.

Kamu hanya perlu menggunakan penyedot debu atau dry cleaning.

2. Jenis Karpet Sutra

Siapa yang tak kenal bahan sutra?

Bahan yang satu ini tentu akan memberikan kenyamanan yang lebih jika dibandingkan dengan wol.

Teksturnya yang sangat lembut membuat sutra menjadi sangat mewah.

Lalu… bagaimana membersihkan karpet elegan ini?

Sama halnya dengan membersihkan karpet berbahan wol, karpet berbahan sutra juga dibersihkan dengan menggunakan penyedot debu.

3. Jenis Karpet Material Polypropylene

Lebih suka karpet berbahan sintetis?

Kalau begitu, kamu harus pilih karpet jenis Polypropylene atau PP.

Meskipun terbuat dari bahan sintetis, karpet jenis ini memiliki tekstur yang halus.

Berhubung ini terbuat dari bahan sintetis, tentu harganya pun cukup terjangkau.

Ada harga, ada kualitas barang.

Hal ini juga berlaku pada karpet jenis Polypropylene.

Harganya yang cukup murah membuat karpet dengan jenis ini memiliki beberapa kekurangan.

Ini dia kekurangannya:

  • Warna cepat pudar,
  • Benang karpet mudah lepas.

Khusus bahan karpet ini, kamu bisa mencucinya menggunakan air.

4. Jenis Karpet Nilon

Karpet jenis ini memiliki kesamaan dengan karpet jenis Polypropylene.

Kesamaannya ada pada bahan karpetnya.

Meskipun demikian… bahan nilon berada satu tingkat di atas bahan Polypropylene.

Ini dapat terasa dari bahannya yang seperti wol

Nah, karpet jenis nilon akan lebih cocok untuk kamu yang suka suasana cerah.

Kenapa?

Biasanya karpet jenis nilon memiliki warna-warna yang mencolok.

Memiliki bahan yang sama dengan karpet jenis sebelumnya, karpet nilon juga dapat dicuci menggunakan air.

5. Jenis Karpet Sisal

Bahan yang satu ini mungkin masih asing bagi sebagian besar orang.

Apa sih bahan sisal?

Ternyata sesuai dengan namanya, bahan karpet yang satu ini berasal dari tanaman yang bernama sisal.

Bahannya yang alami membuat tekstur karpet lebih kaya.

Tentu ini membuat karpet sisal menjadi sangat aman untuk digunakan.

Bagaimana perawatannya?

Jangan pernah cuci karpet sisal menggunakan air.

Cukup bersihkan karpet menggunakan penyedot debu.

Nah, itu dia lima jenis bahan karpet. Selanjutnya…

Ada juga lho karpet yang menyerupai kayu. Ini dia penjelasan singkatnya:

6. Jenis Karpet yang Menyerupai Kayu

Percaya atau tidak, kecanggihan teknologi pun sudah merambah ke karpet.

Buktinya saja…

Kini sudah ada karpet yang menyerupai lantai.

Ya, tampilan dari karpet ini menyerupai kayu, marmer, dan ada juga yang seperti keramik.

Kalau kamu menggunakan karpet yang seperti ini…

Sebaiknya kombinasikan dengan penggunaan cermin berukuran besar di setiap sudut ruangan.

Kenapa?

Adanya cermin dapat menyamarkan ruang yang ada.

Ruangan akan terlihat lebih luas dan karpet pun akan lebih menonjol.

Bukan hanya itu!

Kamu juga harus memerhatikan pemilihan warna pada sofa atau benda di sekitar.

Warna apa yang seharusnya dipilih?

Berhubung warna karpetnya menyerupai kayu, maka kamu harus memilih warna cerah untuk sofa.

Salah satu warna yang dapat dipilih adalah kuning.

Tidak suka warna cerah?

Kamu juga bisa menggunakan pilihan warna monokrom atau hitam putih.

Penggunaan warna tersebut akan membuat tampilan rumah menjadi lebih minimalis.

Waaah… jenis bahan karpetnya sangat beragam ya?

sumber artikel : 99.co

 

Memasang Wallpaper Ruangan dengan Mudah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : paris-wallpaper.com

MEMASANG WALLPAPER RUANGAN DENGAN MUDAH

Arsitek Indo Kontraktor – Di jaman yang semakin modern ini, kebanyakan orang menggunakan wallpaper dibandingkan menggunakan cat tembok. Karena memang akan lebih cantik dengan motif yang terdapat wallpaper. Nah yang menjadi kendala adalah wallpaper ini tidak semua orang bisa memasangnya sendiri. Perlu adanya jasa pemasangan wallpaper. Atau Anda memperhatikan dengan seksama bagaimana cara memasang wallpaper dengan benar. Akan dengan mudah jika Anda tau caranya.

Baca juga : Manfaat Wallpaper Kamar

1. Siapkan peralatannya

Alat-alat dan perlengkapan yang lazimnya dibutuhkan untuk memasang Wallpaper dinding antara lain: meteran, alas berupa plastik besar, tangga A, benang dengan pemberat untuk memastikan lurus-tidaknya pemasangan Wallpaper dinding, 2 bak untuk mengaduk lem, spon, kuas lem, serta amplas dan kape/kapi untuk membersihkan dinding. Tentunya jangan lupa juga untuk mempersiapkan Wallpaper dinding yang sudah Anda beli.

2. Bersihkan ruangan

Bersihkan ruang di sekitar dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding. Jika dinding yang akan dipasangi adalah semua sisi di ruangan tersebut, maka ada baiknya kalau Anda memindahkan sejenak seluruh perabotan ke ruangan lain yang aman. Dengan ruangan yang bersih dan lapang, pemasangan Wallpaper dinding akan lebih cepat dan mudah.

Baca juga : Wallpaper yang Pas Untuk Rumah Anda

3. Siapkan dindingnya

Dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding sebaiknya sudah dibersihkan. Singkirkan sejenak segala jenis aksesoris dinding seperti jam, foto, kalender, gantungan baju, dan hiasan dinding lainnya. Tentukan bagian mana saja dari dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding. Wallpaper dinding bisa saja dipasang di salah satu sisi dinding. Bahkan Wallpaper dinding juga sangat menarik untuk dipasang di sebagian sisi saja sebagai aksen interior. Setelah itu, tandai mana saja bagian yang akan dipasangi Wallpaper dinding, bila perlu, buat garis membujur. Ratakan dinding yang agak kasar atau bergelombang. Berikan juga tambalan pada bagian dinding yang berlubang akibat lubang paku atau hal lainnya. Pastikan juga bahwa dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding ini bebas dari rembesan air saat hujan, karena kelembaban yang tinggi bisa membuat Wallpaper dinding Anda cepat mengelupas.

4. Baca petunjuk pemotongan dan pemasangannya

Banyak orang kurang memperhatikan hal ini, sehingga salah kaprah saat harus memasang Wallpaper dinding sendiri. Ingat, ya. Sebelum Anda mulai memotong, terlebih dahulu harus paham betul cara memotongnya. Pahami cara memasang dengan benar. Ikuti instruksi yang ada. Jangan ragu tanya pada penjual Wallpaper dinding. Jika ragu-ragu, jangan segan untuk meminta pertolongan jasa pemasangan yang biasanya disediakan oleh penjual tersebut. Perhatikan juga cara menyerasikan motif antar sambungan Wallpaper dinding, apakah perlu ditumpuk atau tidak.

Baca juga : Dekor Interior Dengan Wallpaper 3D

5. Lakukan pengukuran

Saat Anda membeli Wallpaper dinding, bisa jadi Anda hanya memberikan perkiraan ukuran ruangan saja dengan beberapa ukuran lebih, agar Wallpaper dinding nantinya tidak kurang. Sebelum dipasang, baiknya Anda ukur lagi dengan pasti dan presisi, berapa lebar dan tinggi dinding. Lalu berapa lembar Wallpaper dinding yang harus dipasang. Bila perlu, buat garis acuan dengan pensil tipis agar Anda lebih percaya diri saat memasangnya dan tidak khawatir terjadi kesalahan atau pemasangan yang miring. Atau gunakan benang yang diberi pemberat untuk memastikan bahwa garis petunjuk pemasangan Wallpaper dinding sudah lurus

6. Memotong Wallpaper dinding

Potong gulungan Wallpaper dinding sesuai dengan lebar dan tinggi dinding ruangan. Untuk bagian samping paling terakhir, berikan kelebihan beberapa cm untuk bagian sambungan. Hal ini perlu dilakukan jika sambungan Wallpaper dinding perlu ditumpuk agar bisa serasi. Bila perlu, beri nomor Wallpaper dinding di bagian belakang kertas agar Anda tidak salah dalam memasang sesuai urutannya. Sambil memotong Wallpaper dinding, periksa juga apakah ada bagian yang cacat atau sobek.

Potongan kedua tidak bisa digunting begitu saja. Anda mesti harus memperhatikan polanya terlebih dahulu. Jangan sampai nanti polanya tidak bisa tersambung dengan benar. Untuk mengetahui apakah pola antara potongan yang satu dengan lainnya sudah tersambung dengan baik, Anda perlu menyejajarkan antara bagian pertama yang sudah dipotong dengan gulungan yang belum dipotong. Posisikan sampai terbentuk motif pola yang benar, lalu tandai Wallpaper dinding sebelum dipotong. Barulah kemudian Anda bisa memotongnya, disesuaikan dengan tinggi dinding yang diinginkan. Lakukan hal ini sampai jumlah potongan dirasa cukup untuk melapisi semua permukaan.

7. Siapkan lemnya

Dalam memasang Wallpaper dinding setidaknya ada 2 adonan lem yang dibutuhkan, yaitu lem untuk meratakan permukaan Wallpaper dinding, dan lem untuk sambungan antar-Wallpaper dinding. Lem sambungan ini biasanya lebih kental, jadi tidak perlu banyak tambahan air. Lem yang lebih kental juga digunakan pada bagian tepi dinding agar pemasangan Wallpaper dinding nantinya lebih rekat dan awet. Larutkan lem pada wadah yang sudah disediakan. Lalu diamkan selama beberapa saat.

Baca juga : Cara Memasang Wallpaper di Kamar Mandi

8. Sapukan lemnya

Siapkan Wallpaper dinding yang sudah dipotong-potong di atas meja panjang atau di atas lantai yang sudah dilapisi plastik bersih tadi. Sapukan lem yang sudah Anda siapkan pada Wallpaper dinding pertama. Jangan sampai terlalu basah, karena akan mengakibatkan gelembung atau permukaan tidak rata. Sapukan lem dengan hati-hati. Di bagian tepi yang berbatasan dengan sudut dinding, sapukan adonan lem yang lebih kental tadi. Lakukan pemulasan lem ini dengan menggunakan roller. Tapi jika tidak ada, Anda boleh menggunakan kuas. Tapi usahakan agar lem benar-benar merata.

9. Tempelkan Wallpaper dinding ke dinding

Siapkan tangga A di dekat dinding. Rekatkan Wallpaper dinding ke dinding dengan sangat hati-hati. Ikuti petunjuk atau tanda pensil yang tadi sudah dibuat. Tempelkan perlahan-lahan sambil diratakan dan direkatkan dengan penggaris mika.

10. Menyambung Wallpaper dinding selanjutnya

Setelah Wallpaper dinding pertama, sapukan lem ke potongan Wallpaper dinding berikutnya. Ingat, lem pada bagian sambungan adalah lem yang lebih kental. Kembali tempelkan Wallpaper dinding ke dinding dengan hati-hati, lalu ratakan dengan penggaris mika.

11. Cek kerapiannya

Apakah sudah benar-benar rapi? Apakah sudah rata tanpa ada kerutan atau gelombang? Apakah masih ada sisa lem sambungan yang terlihat? Bereskan semua masalah kerapian tersebut, Anda dinding Anda benar-benar terlihat menawan dan rapi. Potong bagian yang berlebih di bagian atas, samping, maupun bawah dinding yang terdapat sisa Wallpaper dinding.

sumber artikel : http://wallpaperbagus.co.id/

arsitek jogja

Tips Membangun Rumah Murah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

arsitek jogja

TIPS MEMBANGUN RUMAH MURAH

Arsitek Indo Kontraktor – Siapa sih yang tidak menginginkan rumah dengan biaya pembangunannya murah? Tentunya kita yang akan berencana membangun rumah, sangat akan berhati-hati. Agar tidak terjadi pembengkakan biaya selama pembangunan rumah. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa tips dalam membangunan rumah dengan biaya murah.

1. Memilih Lahan yang Kecil

bangun rumah

Untuk membuat rumah, hal pertama yang harus dipikirkan adalah lahan.

Pastikan untuk memilih lahan dengan luas yang relatif kecil untuk memangkas budget. 

Lahan yang kecil akan mengharuskan kamu membuat rumah yang relatif kecil pula.

Dengan begitu, selain biaya pajak yang kamu keluarkan akan lebih murah, biaya membangun rumah pun tidak akan membengkak.

2. Mengusung Konsep Minimalis

bangun rumah

Untuk menghemat dana, hal yang kamu harus pastikan juga adalah memiih desain rumah yang fungsional dan simpel.

Rumah minimalis adalah pilihan terbaik yang bisa kamu coba.

Rumah dengan tema ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Mengusung keserhanaan baik dalam bentuk dan fungsi;
  • Mengusung interior open plan; serta
  • Detail dekorasinya sederhana.

Dengan kata lain, semakin sedikit detail yang coba ditunjukkan, semakin hemat juga biaya serta waktu yang dibutuhkan.

3. Selektif dalam Mencari Tukang Bangunan

bangun rumah

Menggunakan jasa kontraktor adalah hal yang harus dihindari jika kamu membangun rumah dengan dana minim.

Alternatif lainnya tentu saja dengan menggunakan jasa tukang bangunan.

Namun, kamu juga harus memilah dengan baik tukang bangunan seperti apa yang akan kamu pakai.

Pastikan untuk mencari tukang yang memiliki reputasi yang baik.

Semakin bagus tukang yang kamu pilih, semakin efisien juga waktu yang dibutuhkan untuk bangun rumah.

Baca juga : Inspirasi Gaya Konsep Rumah Minimalis

4. Menggunakan Rangka atap Baja Ringan

bangun rumah

Ada banyak sekali cara untuk mengakali harga material bangunan yang mahal.

Salah satunya adalah dengan menggunakan beton cor dan sedikit kayu sebagai konstruksi atap.

Namun, cara ini menambah beban bangunan serta pondasi.

Solusi untuk hal ini adalah dengan menggunakan baja ringan.

Walaupun biayanya sedikit lebih mahal, bangunan dan pondasi tidak akan terlalu terbebani.

Cara pemasangannya yang praktis juga akan menghemat waktu yang berarti biaya pekerja bangunan pun akan berkurang.

Selain itu, atap baja ringan bisa membantu kamu berhemat dalam biaya perawatan rumah di masa depan karena rangka atap yang satu ini tahan lama.

5. Survei Material

bangun rumah

Membangun rumah idaman yang ramah kantong membutuhkan strategi yang dipikirkan matang-matang.

Salah satu strategi yang harus coba adalah melakukan survei material.

Cobalah untuk membandingkan harga material dari satu toko ke toko yang lain.

Bila diperlukan, kamu juga bisa meminta saran pada para tukang bangunan.

Selain itu, kamu juga bisa saja menggunakan bahan bangunan lokal yang lebih murah dari pada bahan bangunan produksi luar negeri.

6. Bangun Rumah secara Bertahap

bangun rumah

Menabung untuk rumah akan memerlukan waktu yang sangat lama.

Salah satu yang bisa kamu lakukan untuk mengakali ini adalah dengan membangun secara bertahap.

Mulailah dengan membuat fondasi dan lanjutkan dengan proses pembangunan yang lain sesuai dengan dana yang ada.

Membuat rumah dengan cara seperti ini memang akan memakan waktu yang sangat lama.

Namun, cara ini akan memberikan kamu banyak waktu juga untuk menyiapkan dana yang dibutuhkan.

7. Membiarkan Dinding tanpa Finishing

bangun rumah

Jika ternyata dana kamu sudah menipis padahal rumah belum juga selesai, inilah tips yang bisa kamu coba.

Dengan membiarkan dinding interior, atau malah eksterior, tanpa finishing (didempul dan dicat), kamu akan menghemat banyak sekali uang.

Dinding dengan semen polos yang dihaluskan bukanlah gaya asal-asalan, melainkan gaya industrial yang sedang menjadi tren.

Sementara, dinding dengan batu bata yang tidak disemen adalah gaya rustic yang juga sedang populer.

Pilih yang mana, hayo?

8. Memilih Shower atau Bathtub

Jika kamu hitung-hitung, ternyata kamar mandi menyerap anggaran pembangunan yang tidak sedikit.

Pasalnya, untuk membangun kamar mandi yang nyaman, kamu harus mempersiapkan banyak hal seperti lapisan anti air, keran otomatis, furnitur kamar mandi, dan masih banyak lagi.

Untuk menghemat, setidaknya kamu bisa memotong anggaran dengan cara memilih antara memasang salah satu dari shower dan bathtub.

Meskipun ini adalah pilihan yang sulit, namun cara ini terbukti bisa menghemat anggaran dengan signifikan.

Baca juga : Tips Desain Meja Ruang Tamu Minimalis

9. Memakai Bahan Bangunan Lokal

hemat bangun rumah

Membangun rumah yang berkualitas tidaklah harus mahal atau memakai bahan-bahan yang diproduksi dari luar negeri.

Kamu bisa menghemat biaya dengan cara menggunakan bahan bangunan lokal seperti bambu, kayu, dan masih banyak lagi.

Selain murah, bahan-bahan tersebut mudah sekali ditemukan, lho.

sumber artikel : 99.co

WhatsApp chat