keramik dinding

Penyebab Keramik Pecah

Categories: Tag: , , , ,

sumber : jagobangunan.com

PENYEBAB KERAMIK PECAH

Arsitek Indo Kontraktor – pasti kalian pernah mengalami keramik pada rumah Anda pecah bukan? Hal ini kemgunkinan dikarenakan pada saat pemasangan keramik ada salah satu kesalahan. Atau mungkin bahan yang kurang dalam proses pemasangan keramik. Atau mungkin faktor lainnya. Untuk itu, agar kita terhindar dari masalah keramik pecah, yuk ketahui beberapa keramik pecah berikut ini :

Baca juga : Cara Memilih Keramik Untuk Rumah

Faktor Keramik Retak Atau Pecah

Memang banyak penyebab mengapa lantai keramik menggelembung lalu pecah ataupun retak, bahkan pada saat terjadi retak dapat menimbul suara keras seakan-akan meledak. Berikut ini sedikit kami ulas apa penyebab keramik menggelembung :

  1. Semen sebagai perekat keramik tak dapat berfungsi dengan baik. Bisa jadi karena kualitas adukan semen dan pasir tersebut memang kurang bagus atau tidak seimbang perbandingannya hingga tak dapat mereka pada permukaan semen dan permukaan lantai kerja (permukaan dasar sebelum lantai rumah dilapisi keramik).
  2. Pada saat sebelum pemasangan, keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air dulu selama kurang lebih 1 jam agar nantinya semen dapat dengan mudah melekat pada keramik tersebut. Memang sebagian keramik dengan kualitas yang bagus tidak perlu melalui proses ini.
  3. Lantai keramik tersebut memikul beban yang berlebih. Biasanya terjadi pada ruangan yang difungsikan sebagai gudang, bengkel dan lain-lain.
  4. Bagian nat tidak seluruhnya terisi oleh semen. Nat ini adalah pertemuan atau sambungan antara satu keramik dengan keramik yang lainnya. Biasanya tukang yang memasang keramik tersebut, setelah keramik yang sudah dipasang dalam keadaan setengah kering akan mengisi nat tersebut dengan semen yang dicampur air (adukan semen-air ini lebih encer jika dibandingkan dengan adukan semen-air untuk keperluan lain). Mungkin karena pengerjaan yang sembrono, terburu-buru ataupun karena memang kurang berpengalaman, maka nat ini tidak sepenuhnya terisi oleh semen.
  5. Pada bagian bawah keramik tersebut kondisinya terlalu basah, lembap serta berjamur. Mungkin saja terdapat rongga yang terisi oleh air di bawahnya. karena lapisan semen di bawah keramik yang tidak rata oleh tukang yang tidak berpengalaman.
  6. Karena permukaan tanah di bawah keramik tersebut memang turun. Biasanya terjadi pada daerah yang memang kondisi tanahnya labil atau bisa jadi pada daerah tersebut pernah terjadi bencana alam seperti gempa.
  7. Lantai keramik tersebut pernah terkena banjir, dan mengakibatkan tanah dan lapisan semen di bawahnya menjadi turun.
  8. Pemuaian karena kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. Pada keramik kualitas buruk, memang tidak tahan terhadap kondisi ini dan akan lebih mudah untuk retak, menggelembung ataupun pecah.

Demikian ulasan mengenai penyebab apa penyebab lantai keramik menggelembung, mengapa lantai keramik pecah dan mengapa keramik retak, semoga sekiranya dapat bermanfaat.

sumber : https://www.creohouse.co.id/

 

Kendala Dalam Mengaci Tembok

Kendala Dalam Mengaci Tembok

Categories: Tag: , , , ,

Kendala Dalam Mengaci TembokKENDALA DALAM MENGACI TEMBOK

Kendala Mengaci Tembok – Pernahkah Anda mengalami acian dinding retak? Atau bahkan acian tembok yang mengelupas? Perlu Anda ketahui bahwa dinding yang mengelupas ini terjadi karena beberapa gejala. Yuk ketahui beberapa gejalanya, agar hasil acian tembok rumah bagus.

Adanya retak pada dinding rumah sangat mengganggu pemandangan dan merusak estetika sebuah bangunan. Rumah menjadi terkesan  “jelek” yang sangat merusak pemandangan jika pada dinding-dindingnya terdapat banyak retak. Retak pada dinding rumah terlihat sangat menjengkelkan dan membuat perasaan tidak nyaman, bahkan nilai jualnya pun akan turun drastis meskipun itu terjadi pada rumah mawah atau menengah atas.

Dinding yang mulus dan rapi bebas dari gejala retak adalah sebuah parameter yang sangat mempengaruhi value sebuah properti hunian tempat tinggal. Gara-gara gejala ini, pemilik rumah tak segan-segan mengeluarkan biaya extra untuk memperbaiki acian dinding retak ini, meskipun terkadang hanya untuk sebuah prestise.

Jenis-jenis retak pada dinding

Secara garis besar retak pada dinding terbagi menjadi 2 jenis, yaitu retak struktural dan retak non-struktural.

  • Retak struktural terjadi karena adanya pergerakan struktur yang terjadi pada pondasi, kolom struktur, yang disebabkan oleh kegagalan struktur maupun karena pengaruh getaran external seperti gempa bumi dan lain-lain. Ciri-ciri retak struktur ini biasanya berbentuk lurus memanjang secara tegak lurus atau diagonal bidang dinding. Pada retak jenis ini substrate bata didalamnya juga sedah retak atau pecah, hingga juga terjadi didalam plester dan aci. Perbaikan dan pencegahan retak struktural paling baik adalah dengan menambah perkuatan pada bidang yang teridentifikasi bergerak, baru kemudian memperbaiki dinding yang pecah atau retak tersebut.
  • Retak non-struktural atau retak rambut, cenderung dipengaruhi oleh adanya gejala deformasi atau gejala muai-susut material bahan bangunan sebagai respon adanya perubahan kondisi lingkungan (cuaca). Retak rambut pada umunya berbentuk tak beraturan yang tersebar merata dibidang dinding. Berbeda dengan retak struktural, substrate bata dalam dinding belum pecah atau retak, yang mengalami keretakan hanya terbatas pada plester dan atau acian. Gejala retak rambut ini lebih dominan terjadi pada acian dinding luar bangunan yang terpapar dengan hujan dan panas secara langsung.

Mekanisme terjadinya retak rambut

Sebagaimana sifat material pada umumnya, pada saat cuaca panas dan kering beton dapat mengalami penyusutan volume (shrinkage), dan apabila dalam keadaaan basah maka material beton juga akan mengalami pengembangan volume (swelling), ini adalah sifat dasar material. Munculnya retak pada plaster atau aci  terjadi karena daya tarik (tensile strength) deformasi melewati titik kritis daya lentur (flexural strenght).  Atau bisa diterjemahkan, retak rambut tersebut muncul apabila material beton pelapis dinding (plester atau aci) tidak cukup elastic untuk mengimbangi fenomena deformasi muai-susut material tersebut.

Penyebab plester dan acian retak rambut

Teknik aplikasi yang tidak tepat dan tidak memperhatikan standar pekerjaan yang baik pada waktu konstruksi bangunan sangat mempengaruhi baik-jeleknya flexural strength tembok dari plester dan aci dinding. Mutu bahan sangat mempengaruhi kualits beton yang dihasilakan, penyebab yang umum dijumpai dilapangan antara lain : penggunaan pasir yang kurang bagus, kualitas air, dan lain-lain. Selain itu, mix design yang kurang memperhatikan mutu serta rendahnya konsistensi adukan campuran bahan juga berkontribusi yang mengakibatkan tembok yang dihasilkan tidak tepat mutu.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah karena kurang memperperdulikan interval waktu hingga beton mencapai kondisi settlemen (curing time dan setting time), temboh yang belum settled cenderung masih mengalami deformasi tinggi.

Contoh : Pekerjaan plester, apabila adukan plester yang dalam kondisi basah (swell) diaplikasikan  pada dinding bata yg dalam kondisi sangat kering (shrinkage), dinding yang terlalu kering tadi akan menyerap kandungan air yang ada dalam adukan plester, sehingga pada saat bahan plesteran mulai mengering akan muncul keretakan pada bahan plesteran, ini sebagai respon mengembangnya (swelling) substarte dinding. Fenomena yang sama juga bisa terjadi pada fase antara pekerjaan pemplesteran dan pengacian.

Bagaiamana mencegah supaya acian agar tidak retak rambut?

Retak rambut ini sebenarnya sangat mudah untuk diantisipasi, pencegahannya paling praktis adalah dengan pemilihan material yang berkulitas dan memiliki daya lentur baik untuk mengimbangi fenomena deformasi.

6 Solusi praktis untuk mrndapatkan plesteran dan acian supaya tidak retak rambut adalah dengan memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :

  1. Carilah aplikator yang berpengalaman yang memiliki skill pekerjaan plester dan acian dinding yang baikagar standar mutu dan kerapihan pekerjaan lebih terjaga.
  2. Sebelum mengaplikasikan pekerjaan plester atau aci, pastikan agar dinding dasarnya sudah mencapai titik pengerasan/pengeringan sempurna (settle), standar idealnya adalah 21 hari, tapi dinding non structural paling tidak sudah berumur 2 minggu sebelum diplester.
  3. Pada saat mengaplikasikan plester dan aci usahakan agar menjaga kelembaban material yang seimbang antara bahan plester/aci dengan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar dengan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan.
  4. Ada jeda waktu antara proses plester dengan proses acian sekitar 3 minggu untuk memberikan kesempatan agar bahan plester mengeras/mengering secara sempurna.
  5. Gunakan material plester dan aci yang memiliki sifat plastis dengan elastisitas yang baik agar dapat mengimbangi deformasi material dasar dinding akibat pengaruh cuaca. Penggunaan semen mortar plesteran dan mortar acian siap pakai sangat dianjurkan karena telah diformulasi khusus untuk memiliki sifat elastisitas yang baik.
  6. Hindari pemakaian bahan tambahan seperti kapur mill karena akan menyebabkan kerapuhan, acian mengelupas, dan masalah jamur dikemudian hari.

Kelebihan Kekurangan Keramik Dinding

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kelebihan dan Kekurangan Keramik Dinding

Kelebihan dan Kekurangan Keramik Dinding – Mungkin saat mendengar kata dinding, yang langsung terlintas di kepala Anda adalah cat dan wallpaper. Dua hal ini memang sudah menjadi elemen umum yang biasa diaplikasikan pada dinding. Namun, tren menghias dinding punya sesuatu yang berbeda, yaitu ceramic tiling. Jika biasanya Anda menemukan teknik ini pada lantai, sekarang bisa dinikmati di dalam ruangan pada dinding rumah. Berikut kelebihan dan kekurangan keramik dinding.

 

Kelebihan Keramik Dinding

1. Tahan lama

Berbeda dengan cat dan wallpaper, keramik dinding tidak akan lembab, memudar dan menguning karena rembesan air. Sifat materialnya yang kokoh membuatnya lebih tahan lama.

2. Mudah Dibersihkan

Membayangkan cat yang kotor akibat tangan-tangan jahil atau wallpaper yang tidak sengaja tercoret tentu sangat menyebalkan. Namun tidak dengan keramik dinding yang bersifat spotless dan mudah dibersihkan. Cukup gunakan lap basah untuk membersihkan debu yang menempel.

3. Tidak Perlu Melakukan Pengacian

Pengaplikasian keramik dinding akan mengehemat waktu dan uang untuk proses pengacian yang mana menggunakan banyak semen dalam prosesnya.

4. Dapat Mengeksplor Banyak Motif

Teknik tiling yang digunakan pada pengaplikasian keramik dinding akan menjadi proses yang seru di mana Anda dapat berkreasi dengan berbagai motif, sesuai dengan imajinasi dan ambience yang ingin dibangun.

Kekurangan Keramik Dinding

Dari berbagai kelebihannya, ternyata cost untuk pemasangan keramik dinding terbilang cukup mahal. Pasalnya selain harga keramik yang tidak murah, pemasangannya pun harus dilakukan oleh seorang ahli. Pengaplikasian keramik pada dinding jauh lebih sulit dan membutuhkan teknik dari pemasangan di lantai. Jika Anda berniat untuk memasang keramik dinding, pastikan menggunakan jasa dari orang yang sudah berpengalaman untuk hasil terbaik.

 

WhatsApp chat