jenis atap rumah

Rumah Berdasarkan Atap

Rumah Berdasarkan Atap

Categories: Tag: ,

Rumah Berdasarkan AtapRUMAH BERDASARKAN ATAP

Atap Rumah – Dari setiap konsep rumah, hal yang membedakan adalah dari penggunaan jenis atap. Atap ini berfungsi sebagai pelindung kita ketika di rumah. Selain sebagai pelindung, atap juga memainkan peranan penting dalam menampilkan penampilan atau gaya arsitektur sebuah rumah.

1. Atap datar

 Rumah oleh IOX Architekten GmbH, Minimalis

Bila dilihat sekilas, atap datar terlihat benar-benar datar tanpa saluran untuk pembuangan air hujan. Faktanya, saluran itu memang (dan harus) dibuat agar atap datar terhindar dari kerusakan akibat genangan air hujan. Bangunan beratap datar awalnya didirikan sebagai fasilitas industri dan komersial. Pada perkembangannya, atap datar banyak digunakan untuk hunian.

Kelebihan 
Dengan bentuk atap yang datar, terbentuk ruang kosong terbuka di atas atap yang bisa disulap menjadi teras atap untuk bersantai, atau area untuk bercocok tanam dalam pot. Piranti pendingin udara (AC) atau panel surya bisa dipasang dengan mudah dan tak membahayakan keselamatan pekerja. Konstruksi atap datar lebih mudah dibuat dibandingkan jenis atap lainnya. Selain itu, material yang diperlukan juga lebih sedikit sehingga bisa menekan biaya pembangunan.

Kekurangan 
Derajat kemiringan yang rendah, atau hampir tidak ada, mengakibatkan atap datar rentan bocor. Oleh karena itu, atap datar kurang cocok untuk daerah dengan tingkat curah hujan tinggi. Meski atap datar memerlukan material yang lebih sedikit, ongkos yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan atau perbaikan bisa membebani pemilik rumah dalam jangka panjang.

2. Atap pelana

 Rumah oleh Biuro Projektów MTM Styl - domywstylu.pl, Klasik

Atap pelana mudah dikenali dengan bentuk segitiga dan atap miringnya yang curam. Atap jenis ini mudah ditemukan di sekitar kita, dan telah digunakan sebagai model atap rumah penduduk sejak puluhan tahun silam. Saat ini kita bisa melihat bangunan-bangunan peninggalan era Kolonial atau bangunan dari era sesudahnya yang dibangun dengan atap pelana.

Kelebihan
Akibat bentuk atap yang miring di kedua sisi, baik hujan maupun salju dapat meluncur ke bawah tanpa hambatan dan genangan air di atap bisa dihindari. Struktur atap pelana yang khas membentuk ruang kosong di bawah atap. Ruang kosong ini bisa dimanfaatkan untuk loteng atau kamar tidur. Bila dilihat dari dalam, langit-langit atau plafon terlihat tinggi. Langit-langit tinggi akan membantu melancarkan sirkulasi udara, sehingga suhu udara di dalam rumah terasa sejuk setiap saat.

Kekurangan
Atap pelana kurang cocok untuk rumah yang sering diterpa angin kencang atau puting beliung. Bila kasau dan reng atap tidak didukung oleh kuda-kuda dan gording yang kuat, atap bisa runtuh. Angin kencang bisa meniup genteng penutup atap. Bahkan angin puting beliung yang sangat kuat bisa menghisap atap sampai terlepas dari dinding seluruhnya.

3. Atap gambrel

 Rumah oleh ARK+, Klasik

Atap jenis ini memang tidak populer di Indonesia. Namun beberapa dari Anda mungkin lebih beruntung, karena masih bisa melihat bangunan peninggalan Kolonial dengan gaya atap ini. Di beberapa negara atap gambrel digunakan untuk lumbung, meski pada perkembangannya atap ini juga diaplikasikan untuk hunian. Atap gambrel bagian atas cenderung landai, sementara bagian bawahnya sangat curam atau hampir vertikal.

Kelebihan
Sama seperti atap pelana, ruang kosong di bawah atap bisa berfungsi sebagai loteng, kamar tidur, atau ruangan lain. Konstruksi atap gambrel bisa dibilang sederhana, karena hanya membutuhkan dua balok (rangka) atap utama yang didukung oleh sambungan struktur atap lainnya. Bentuk atap gambrel yang unik akan membuat rumah jadi pusat perhatian.

Kekurangan
Seperti atap pelana, atap gambrel tidak cocok untuk daerah yang sering dihujam badai. Demikian juga di daerah dengan salju lebat di musim dingin atau hujan lebat di musim hujan. Pembuatan struktur atap gambrel tidak bisa dilakukan serampangan, harus teliti, dan tahan air di bubungannya. Atap gambrel membutuhkan pemeliharaan secara teratur untuk mencegah kebocoran.

4. Atap perisai

 Rumah oleh homify, Klasik

Atap perisai memiliki sisi miring di keempat sisinya. Kadang bisa berbentuk seperti prisma, atau gabungan beberapa prisma seperti atap pada gambar yang juga disebut atap perisai ganda. Atap jenis ini juga populer di Indonesia di masa kolonial, dan masih diterapkan di bangunan-bangunan yang didirikan di era modern.

Kelebihan
Atap perisai lebih stabil daripada atap pelana. Sebabnya, struktur atap perisai dilengkapi bagian dalam yang juga miring di keempat sisinya. Inilah yang membuat atap perisai lebih kokoh dan tahan lama. Atap perisai cocok untuk area yang sering dilanda angin kencang atau hujan lebat. Atap ini juga membentuk ruang kosong di bawahnya yang bisa dimanfaatkan untuk loteng atau ruang penyimpanan.

Kekurangan
Biaya pembuatan atap perisai lebih mahal daripada atap pelana. Desainnya pun lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak material.

5. Atap sandar (atap skillion)

 Rumah oleh arc-d, Modern

Atap jenis ini bercirikan satu atap tunggal yang terpasang pada dinding-dinding di mana satu dinding lebih tinggi dari dinding lainnya. Bila dibandingkan dengan bentuk atap lainnya yang memiliki dua atau lebih atap miring, bangunan dengan atap sandar hanya dinaungi oleh satu atap miring. Atap sandar dulunya sering dijadikan atap untuk bangunan tambahan sebuah ruma. Namun saat ini atap sandar telah banyak digunakan sebagai atap untuk rumah induk yang mencerminkan modernitas.

Kelebihan
Atap sandar adalah jenis atap yang mudah dibangun. Dibandingkan jenis  atap lainnya, atap sandar membutuhkan lebih sedikit material. Baik air hujan atau salju dapat meluncur dengan mulus di permukaannya yang miring, sehingga atap ini cocok untuk hunian di area bersalju atau bercurah hujan tinggi. Atap sandar juga dapat diterapkan untuk tujuan meningkatkan daya tarik arsitektural dan estetika.

Kekurangan
Bila derajat kemiringan atap terlalu tinggi, plafon rumah dapat menjadi terlalu rendah. Atap sandar juga tidak cocok untuk daerah yang sering mengalami angin kencang.

6. Atap mansard

 Rumah oleh AGRAFFE design, Klasik

Sama seperti atap gambrel, atap mansard lebih banyak digunakan oleh bangunan-bangunan peninggalan jaman Kolonial. Atap yang juga disebut dengan atap Prancis ini bagian atasnya berbentuk seperti atap perisai, sedangkan bagian bawahnya lebih curam dan hampir vertikal. Sisi-sisi bawah atap mansard dapat berbentuk melengkung atau datar, tergantung gaya yang diinginkan.

Kelebihan
Atap mansard memungkinkan pemilik rumah menambahkan ruangan di lantai dua sesuai kebutuhan. Saat merancang dan membangun rumah, pemilik cukup membuat rumah dengan atap mansard sederhana. Kemudian ketika dana telah mencukupi atau ada anggota keluarga baru, ruangan-ruangan kecil dengan jendela di atap bisa dibangun. Bentuknya yang cantik membuat rumah beratap mansard jadi pusat perhatian.

Kekurangan
Atap mansard bukan pilihan ideal untuk hunian di daerah bersalju. Akibat detil yang dimilikinya, atap mansard membutuhkan lebih banyak biaya. Pembuatan atap mansard juga memerlukan ketrampilan khusus yang jarang dimiliki pekerja konstruksi di Indonesia.

Fungsi Atap Rumah

Fungsi Atap Rumah

Categories: Tag: , , , ,

Fungsi Atap RumahFUNGSI ATAP RUMAH

Atap Rumah – Fungsi dari atap adalah sebagaimana fungsi dari helm yang bisa melindungi kepala kita. Nah atap rumah ini juga akan sebagai pelindung kita sebagai penghuni rumah. Melindungi dari apa? Dari panas, hujan, dan lain sebagainya. Nah berikut ini adalah beberapa fungsi genteng atau atap yang lainnya.

Manfaat Atap Rumah

Neraca. Selain itu, atap juga menjalankan fungsi melindungi ruang yang ada di bawahnya. Fungsinya antara lain menahan radiasi panas berlebih, mengurangi dampak tampias hujan, dan menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu.

Dasar pertimbangan bentuk adalah seberapa luas ruang yang akan dinaungi. Kriteria luasan diukur dari batas ruang terluar, semisal teras, hingga batas dinding yang akan menyangga balok pengaku dudukan rangka atap. Untuk beberapa kasus, bentuk atap diteruskan hingga keluar dari teras. Ini agar teras tidak terkena sorot matahari langsung dan tampias hujan.

Pilihan bentuk biasanya mempertimbangkan konsep rumah yang akan dicitrakan di depan publik. Keputusan desain mewakili selera pemilik rumah. Berbagai modifikasi bentuk boleh saja dilakukan, asalkan tetap memenuhi fungsi.

Konstruksi atap yang cermat memudahkan pemilik rumah memelihara bangunan dalam jangka panjang. Kecermatan itu terwujud dari desain rangka yang rigid, kemampuan berdiri tegak, dan tak goyang diterpa angin, atau hujan badai. Untuk beberpa kasus, rangka baja ringan dapat mengurangi risiko dampak benturan bebannya sendiri jika terjadi gempa.

Sistem rangka baja ringan terlebih dulu diuji dan diolah dengan bantuan software analisa struktur untuk konstruksi baja ringan. Itu pun masih harus diinstal dan dipasang oleh aplikator khusus, bukan oleh tukang bangunan biasa. Kekuatan rangka atap juga terwujud pada daya tahan material yang tak rontok hanya karena ulah serangan rayap. Tak berubah bentuk, semisal, mengalami susut muai akibat pergantian temperatur suhu udara.

Jelas sudah, atap rumah modern bukan sekadar menonjolkan bentuk semata. Konsep modern itu ditujukan berupa solusi desain struktur yang terpadu dan terancang secara mendetail. Bagaimana pun juga, optimalisasi rancangan atap ditujukan agar pemilik rumah dapat hidup nyaman dan bekerja lebih produktif. Ada beberapa bahan penting yang harus benar- benar di perhatikan dalam pembuatan rumah dalam tahap melindungi penghuninya dari cuaca dan iklim di sekitarnya yang kadang-kadang tidak menentu.

Diantara salah satunya adalah atap rumah berfungsi sangat penting untuk menjaga kondisi penghuni yang berada di dalam rumah tersebut, untuk itu seseorang harus benar-benar membutuhkan material dan kontruksi atap yang tepat untuk menjaga keamanan dan keyamanan penghuninya. Disini ada banyak ragam material atap yang di temukan dari berbagi surve, untuk pemilihan atap rumah yang sesuai dengan fungsi dan tujuan rumah tersebut, mulai dari konstruksi, bahan penutup atap hingga plafon sebagai finishing akhir di bagian dalam rumah.

Jenis materialnya, seperti PVC, Polikarbonat, aspal dan lainnya. Sehingga rumah akan terasa lebih nyaman dari gangguan terik sinar matahari dan hujan pada saat di tempati, dari aksen perlindungan yang dihasilkan atap rumah inilah yang kemudian bisa menahan pergantian iklim ataupun cuaca di sekelilingnya.

Atap metal saat ini telah hadir dalam bebagai bentuk yang menarik, tidak lagi konvesional seperti yang kita bayangkan dahulu, dan juga dengan campuran material yang beragam. Atap metal belakangan berkembang cepat karena mendukung Green Architecture karena merupakan salah satu bahan yang dapat di daur ulang. Tidak lagi berisik karena banyak atap metal yang dilengkapi dengan pemecah air, yaitu berupa texture tak beraturan (Texture pasir).

Atap merupakan elemen yang penting dalam bangunan, Fungsinya tak hanya sebagai pelindung bangunan dan penghuni di dalamnya, dari cuaca atau suhu. Namun juga Atap berfungsi sebagai pembentuk Indentitas tampilan rumah itu sendiri.

Keunikan Atap Rumah Gadang

Rumah Gadang (rumah adat Minangkabau) yg telah lama dipakai di Sumatera Barat, ternyata menunjukkan masyarakat setempat telah lama mengadopsi teknik arsitektur bangunan tahan gempa. Para pakar selama ini mengenal Rumah Gadang merupakan salah satu konstrusi ber arsitektur bangunan tahan gempa.

Demikian kata pakar ilmu arsitektur dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, Dr Eko Alvares, di Padang. Tahan gempa ini karena arsitektur Rumah Gadang memiliki keunikan bentuk pada atap yg menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Bentuk badan rumah segi empat dan membesar ke atas (trapesium terbalik). Eko menambahkan atap Rumah Gadang melengkung tajam seperti bentuk tanduk kerbau yg sisinya melengkung ke dalam. Sedangkan bagian tengahnya rendah seperti perahu dan secara estetika merupakan komposisi yg dinamis. ”Desain arsitektur bangunan seperti ini, menurut para ahli arsitektur bangunan, merupakan konstruksi bangunan tahan gempa,” katanya. Rumah Minang disebut Rumah Gadang (rumah besar) bukan karena bentuk fisiknya yg besar. Melainkan, itu karena fungsi dari bangunan adat budaya Minangkabau ini.

Di samping sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang juga digunakan sebagai tempat musyawarah keluarga. Rumah tersebut juga digunakan untuk tempat mengadakan upacara-upacara, pewarisan nilai-nilai adat, dan reprsentasi budaya matrilineal. Sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang memiliki tata aturan yg unik. Penghuni perempuan, yg telah bersuami, mendapat jatah satu kamar. Perempuan yg paling muda itu mendapat kamar yg paling ujung dan akan pindah ke tengah jika ada perempuan lain atau adiknya yg bersuami. Sedangkan, perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama pada ujung yg lain. Untuk laki-laki tua, duda, dan bujangan, mereka tidur di surau milik kaumnya masing-masing.

Jenis Atap Rumah

Categories: Tag: ,

Atap Rumah

Atap Rumah menjadi pelindung rumah dari hujan, angin, panas, dan dingin. Memilih atap rumah juga harus diperhatikan agar bertahan lama, tahan dari gempa, dan tidak mudah rusak. Berikut adalah jenis atap rumah yang biasanya dipakai

1. Atap genteng tanah liat

Genteng tanah liat merupakan genteng yang paling banyak diminati masyarakat. Keunggulan dari genteng ini adalah harganya yang terjangkau, gampang dicari, kuat , tahan lama, aman terhadap serangan serangga, gampang pemasangannya. Untuk kekurangan dari atap genteng yang terbuat liat ini adalah jika anda tidak melapisi dengan cat maka akan cepat berlumut dan berjamur , pemasangannya memerlukan kayu yang lumayan banyak sebagai rangkanya.

2. Atap Genteng Beton

Pada atap genteng beton biasa, bahan atap dicetak dari beton yang bentuknya seperti genteng tanah liat. Ada juga dengan bentuk cor. Atap ini tahan terhadap cuaca, kebakaran maupun serangan serangga. Namun kelemahan dari atap genteng beton adalah atap ini  lebih berat dibandingkan dengan atap genteng tanah liat. Harganya juga lebih mahal.

3. Atap Genteng Kaca

Pemasangan atap genteng kaca ini dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga dan mencegah dinding dari kelembapan yang berlebih sehingga meminimalisasi dinding berjamur.

Sedangkan kelemahannya, genteng ini hanya dapat di terapkan pada bagian-bagian tertentu dari sebuah hunian. Karena jika Anda menggunakan terlalu banyak genteng kaca, suhu rumah akan akan meningkat sehingga suhu ruangan menjadi cukup panas ketika siang hari ketika matahari bersinar dengan cerahnya.

4. Atap Genteng Metal

Atap rumah genteng metal tersusun atas genteng yang berbahan logam anti karat atau baja lapis ringan. Bentuknya mirip seperti lembaran seng. Bobotnya ringan menjadi keunggulan atap genteng metal. Atap metal memiliki efek memantulkan tanah sehingga rumah terasa sejuk ketika siang hari. Selain itu, atap metal anti pecah, anti lumut, tahan api dan bebas perawatan serta anti karat. Kendala harga kembali menjadi kelemahan atap jenis ini. Namun jika Anda ingin hunianmu terasa sejuk dan nyaman, atap genteng metal bisa menjadi inspirasmu.

Kenali Jenis Atap Rumah

Kenali Jenis Atap Rumah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , ,

Kenali Jenis Atap RumahKENALI JENIS ATAP RUMAH

Kontraktor Jogja – Jika suatu saat nanti Anda akan membangun rumah, jenis rumah dan seperti apa yang akan Anda bangun? Rumah minimalis, rumah modern, atau yang lain sebagainya? Ngomong soal rumah, salah satu komponen rumah adalah atap bukan? Atap ini juga tidak kalah bahwa terdapa beberapa macam jenisnya juga loh!

Mengenal Bentuk Atap Rumah

Yang kita ketahui bahwa menentukan jenis dan bentuk atap rumah adalah tergantung dari selera. Namun tahukah Anda, jika menentukan atap ini tidak hanya persoalan tentang penampilan dan selera loh! Dari setiap bentuk atap rumah ini memiliki manfaat dan juga kekurangannya dari masing-masing jenis atap rumah. Lantas seperti apa saja jenis atap rumah ini? Kontraktor Jogja, akan mengulasnya sekarang pada artikel berikut ini.

Jenis Bentuk Atap Rumah

Berikut ini adalah beberapa ulasan kami Kontraktor Jogja jenis bentuk atap rumah yang perlu Anda ketahui :

 1. Bentuk Atap Rumah Limas atau Atap Perisai

Bentuk Atap Perisai
Desain Bentuk Atap oleh Bristile Roofing | Sumber gambar: Hipages
Kontraktor Jogja mengulas bentuk atap perisai atau yang juga lebih dikenal sebagai atap limas adalah bentuk atap yang sangat umum di Indonesia. Hal ini dikarenakan bentuk atap jenis ini sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi.

Dengan kemiringan 30 hinggga 40 derajat, bentuk atap ini mampu membuat curah hujan mengalir dengan baik dan meminimalisir kebocoran atap. Selain itu, macam bentuk atap ini juga memberikan ruang kosong diatas ruang dalam hunian yang membantu sirkulasi udara panas dari luar tidak langsung berdampak pada ruangan.

Namun, konstruksi atap jenis ini sedikit lebih rumit dan ketahanan  dari bentuk atap ini sangat dipengaruhi dengan jenis material atap yang digunakan.

2. Bentuk Atap Pelana

Desain Bentuk Atap pelana
Desain Bentuk Atap Pelana | Sumber gambar: DigsDigs

Macam bentuk atap selanjutnya merupakan pilihan tipe bentuk atap selanjutnya yang juga populer dan cocok dengan iklim tropis Indonesia. Dibandingkan dengan atap perisai, atap jenis ini memiliki konstruksi yang lebih sederhana.

Namun, sisi kanan dan kiri dari atap yang hanya ditutup dengan sofi-sofi (sambungan dari dinding bangunan) sangat rentan akan kerusakan akibat ekspos terhadap cuaca dan iklim secara langsung. Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan material finishing atau coating khusus untuk melindungi bangunan dari paparan cuaca ekstrim di Indonesia. Baca juga : Kontraktor Jogja

Meskipun tipe bentuk atap perisai ataupun pelana sangat umum di Indonesia, dengan desain yang baik dan kreativitas kamu tetap bisa tampil menarik dengan desain bentuk atap seperti ini, lho.

3. Bentuk Atap Datar (Atap Beton)

Desain Bentuk Atap Datar
Desain Bentuk Atap Datar | Sumber gambar: Topic Builders

Kontraktor Jogja mengulas proses pembuatan dan perawatan yang sederhana serta daya tahan yang baik biasa menjadi alasan utama orang menggunakan tipe bentuk atap mendatar. Macam bentuk atap ini sangat indentik dengan gaya modern dan minimalis.

Walaupun perawatan dan pembuatannya lebih sederhana, atap datar dari beton memiliki biaya pembuatan yang lebih tinggi. Selain itu, atap beton juga cenderung menampung udara panas yang berakibat pada tidak nyamannya suhu pada ruangan di bawah bentuk atap satu ini.

Atasi permasalahan panas ini dengan menggunakan lapisan khusus untuk meredam panas dan juga tambah plafond untuk berikan ruang untuk menetralisir udara panas dari atap ke dalam ruangan.

4. Bentuk Atap Jengki atau Bentuk Atap Sandar (Skillion)

Desain Bentuk Atap jengki
Desain Bentuk Atap Jengki | Sumber gambar: Abpho

Jenis bentuk atap selanjutnya sekilas mungkin terlihat cocok untuk iklim tropis karena kemiringannya mampu menahan curah hujan yang tinggi serta memiliki ruang untuk meredam temperatur panas.  Namun, penggunaan bentuk atap seperti ini pada iklim tropis justru memerlukan perawatan ekstra.

Bentuk atap satu ini membuat bangunan memiliki salah satu sisi yang lebih terkekspos cuaca sehingga diperlukan pelindungan ekstra untuk menjaga ketahanan bangunan. Dilain sisi, bentuk atap ini mengalirkan air hujan hanya pada satu arah saja sehingga mempermudahmu melakukan pengolahan aliran air hujan.

5. Bentuk Atap Gergaji

Desain Bentuk Atap Gergaji
Desain Bentuk Atap Gergaji | Sumber gambar: Rooang

Sahabat Kontraktor Jogja, Salah satu alasan mengapa orang mempertimbangkan bentuk atap satu ini adalah tampilannya yang unik dan menarik. Namun, penggunaan bentuk atap seperti ini tidak cocok di daerah dengan curah hujan yang tinggi karena memiliki resiko kebocorang yang sangat tinggi.

6. Bentuk Atap Mansard

Desain Bentuk Atap Mansard
Desain Bentuk Atap Mansard | Sumber gambar: Homedit

Bentuk atap Mansard indetik dengan rumah-rumah klasik bergaya Eropa. Selain memiliki tampilan estetika yang menarik, tipe bentuk atap Mansard memberikan ruang loteng yang luas dan kerap difungsikan sebagai ruang.

Desain atap seperti ini paling pas untuk kamu yang inginkan kesan elegan dan mewah pada desain klasik dan mediterania.

7. Bentuk Atap Kubah

Desain Bentuk Atap Kubah
Desain Bentuk Atap Kubah | Sumber gambar: Dreams Time

Di Indonesia, jenis bentuk atap kubah identik dengan tempah ibadah. Namun, tak ada salahnya mengaplikasikan bentuk atap ini pada rumah tinggal. Bentuk atap kubah memberikan kesan megah dan klasik pada hunianmu.

Namun, mengaplikasikan bentuk atap ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan juga keterampilan ekstra untuk menghasilkan bentuk kubah yang sempurna.

Itulah beberapa jenis dan tipe bentuk atap yang bisa jadi pilihan untuk rumah impianmu. Untuk menemukan bentuk atap paling tepat dan pas untuk rumah, utamakanlah aspek fungsi dan lingkungan yang paling sesuai. Setelah temukan bentuk atap paling pas dengan lingkungan dan keadaan cuaca, saatnya kreativitasmu bermain untuk wujudkan bentuk atap terbaik untuk hunian impianmu!

Terima kasih sudah mengunjungi website kami Kontraktor Jogja. Semoga bermanfaat dan sukses selalu 🙂

JASA ARSITEK JOGJA – KONTRAKTOR JOGJA | JASA BANGUN RUMAH JOGJA | KONTRAKTOR JOGJA | JASA ARSITEK JOGJA | KONTRAKTOR DI JOGJA | JASA GAMBAR 3D JOGJA | JASA DESAIN RUMAH JOGJA | BANGUN RUMAH JOGJA merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0878 3475 4624

 

WhatsApp chat