eksterior rumah

Penyebab Kaca Jendela Pecah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : rumahku.com

PENYEBAB KACA JENDELA PECAH

Arsitek Indo Kontraktor – Pada artikel kali ini, masih membahas tentang kaca jendela. Memang sepertinya kita sudah panjang lebar membahas tentang kaca jendela. Namun pernahkah Anda mendapati kaca jendela Anda pecah? Apa penyebabnya?

Adapun manfaat-manfaat pemakaian kaca pada rumah di antaranya :

  1. Interior rumah lebih terang karena cahaya matahari bisa memasukinya
  2. Kondisi rumah tidak terlalu lembab sebab sinar matahari yang panas juga bisa masuk
  3. Desain rumah tampak lebih modern dan mewah berkat kilauan dari material kaca
  4. Sifatnya yang transparan membuat kaca mampu menyatukan interior dan eksterior
  5. Pemakaian kaca dapat menghemat anggaran biaya pembangunan rumah
  6. Membuat suasana rumah menjadi lebih ramah serta tidak kaku
  7. Rumah terlihat menarik dengan ornamen dari kaca yang memiliki penampilan unik

penyebab-kaca-pecah-tiba-tiba.jpg

Kaca dapat diaplikasikan dalam berbagai keperluan di rumah tinggal Anda. Penggunaan yang paling umum misalnya, kaca biasa dipakai untuk membuat jendela, pintu, dan atap. Furniture, aksesori, dan perabotan rumah tangga juga banyak yang memanfaatkan material ini sebagai bahan bakunya. Kalau Anda ingin bermain menggunakan kaca dengan membuat desain yang lebih unik dan berbeda, Anda bisa memakainya untuk membuat lemari, rak, atau bahkan tangga.

Ada yang menarik dari kaca. Apakah itu? Bahan ini bisa mengalami pemuaian atau penyusutan secara drastis sehingga menyebabkan ukurannya berubah. Pemuaian akan mengakibatkan ukuran kaca bertambah panjang dan lebar. Sedangkan penyusutan akan membuat ukuran kaca tersebut semakin kecil. Terkait dengan sifatnya ini, bukan tidak mungkin kaca di rumah Anda bisa tiba-tiba pecah dengan sendirinya. Jadi kejadian tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh hantu ya.

Baca juga : Cara Membersihkan Kaca Jendela

Kaca Memuai dan Menabrak Kusen

Kasus kaca yang tiba-tiba pecah paling banyak terjadi pada jendela. Tanpa ada angin atau hujan, kaca ini bisa pecah dengan sendirinya. Apa sih penyebabnya? Ternyata kasus tersebut dapat terjadi akibat pemuaian. Kaca yang memuai maka ukurannya akan bertambah panjang. Namun karena tertahan oleh kusen yang mengelilinginya, kaca tidak bisa memanjang sehingga bentuknya melengkung. Jika lengkungannya terlalu besar dari batas yang dapat ditoleransi, maka kaca pun akan pecah sendiri.

Baca juga : Macam Kaca Jendela

Kaca Pecah karena Suhu Dingin Ekstrem

Percayakah Anda kalau suhu dingin yang terlampau ekstrem juga dapat memecahkan kaca? Kenyataannya memang demikian. Suhu dingin bisa menyebabkan kaca mengalami penyusutan sehingga ukurannya pun menjadi semakin pendek. Kasus ini dapat terjadi lantaran jarak antar material penyusun kaca tersebut yang bertambah rapat. Semakin rapat susunan partikel kaca, maka semakin pendek pula ukurannya. Partikel-partikel ini bisa saling berdesakan satu sama lain jika posisinya terlalu rapat. Akibatnya kaca pun tiba-tiba menjadi pecah.

Baca juga : Cara Memilih Kaca Jendela Rumah

Hembusan Angin yang Terlalu Kencang

Jangan pernah meremehkan hembusan angin yang menimpa rumah Anda. Jangankan untuk sekadar memecahkan kaca, hembusan angin tersebut bahkan sanggup menerbangkan atap hingga merubuhkan bangunan. Hembusan angin yang terlalu kencang akan mendesak kaca sehingga membuat bentuknya melengkung ke dalam rumah. Semakin kencang hembusan angin yang menimpanya, semakin melengkung bentuk kaca tersebut. Apabila hembusan angin ini terlalu kencang, lengkungan kaca pun akan semakin ke dalam. Hal ini mengakibatkan kaca tersebut menjadi pecah.

Baca juga : Manfaat Kaca Dalam Rumah

sumber artikel : http://arafuru.com/

Cara Membersihkan Kaca Jendela

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : jogja.tribunnews.com

CARA MEMBERSIHKAN KACA JENDELA

Arsitek Indo Kontraktor – Kaca jendela ini merupakan bagian yang seringkali terlupakan saat kita membersihkan rumah kita. Nah mulai sekarang, jangan lagi kita kelupaan dalam membersihkan kaca jendela yaa. Agar tidak kesusahan, Anda dapat menerapkan cara membersihkan kaca dengan cara berikut ini :

Baca juga : Macam Kaca Jendela

Jangan Bersihkan Kaca Saat Cuaca Cerah

Jangan Bersihkan Kaca Saat Cuaca Cerahshutterstock.com

Kebanyakan dari kita melakukan cara membersihkan kaca saat cuaca sedang cerah dengan anggapan bisa melihat kotoran-kotoran kaca. Justru, hal ini akan merepotkan kamu. Suhu panas yang tinggi bisa membuat sabun pembersih kaca cepat kering saat melakukan cara membersihkan kaca sehingga bagian yang sudah kamu semprot tapi belum dibersihkan akan cepat kering. Sabunmu bisa cepat habis dan akan meninggalkan noda tambahan.

Sebaiknya, kamu melakukan cara membersihkan kaca saat cuaca mendung. Sabun tidak cepat kering dan kamu bisa menikmati cara membersihkan kaca tanpa khawatir kaca kembali kotor.

Bersihkan Kaca Dari Atas ke Bawah

Bersihkan Kaca Dari Atas ke Bawahshutterstock.com

Bumi memiliki gravitasi yang membuat zat cair turun ke bawah. Maka dari itu, ada baiknya bila kamu melakukan cara membersihkan kaca dari atas ke bawah. Semprotkan sabun pembersih atau cuka ke kaca. Biarkan cairannya mengalir ke bawah sehingga membantumu melakukan cara membersihkan kaca pada area yang belum diselesaikan.

Selain itu, teknik cara membersihkan kaca atas ke bawah membuatmu nggak bekerja ekstra. Bayangkan bila kamu membersihkan kaca kotor dengan arah atas-bawah-bawah-atas. Kotoran yang sudah kamu usap ke bawah akan kembali ke atas sehingga kaca kembali kotor. Kamu pun capek membersihkan berulang-ulang.

Baca juga : Rahasia Atasi Kaca Berjamur

Gunakan Sarung Tangan Saat Membersihkan Kaca Dengan Koran

Gunakan Sarung Tangan Saat Membersihkan Kaca Dengan Korangoogle.com

Sudah nggak asing lagi bagi kita semua kalau kertas koran menjadi alat yang ampuh untuk mengembalikan kilauan kaca seperti semula. Namun untuk beberapa orang, mereka nggak suka melakukan cara membersihkan kaca dengan alat ini. Menurut mereka, kertas koran membuat tangan kotor. Maka dari itu, ada baiknya bila kamu menggunakan sarung tangan saat melakukan cara membersihkan kaca.

Kaos Lama Bisa Jadi Alat Membersihkan Kaca

Kaos Lama Bisa Jadi Alat Membersihkan Kacashutterstock.com

Jangan langsung buang atau jual kaos lama setelah kamu melakukan decluttering! Tak hanya koran, kaos yang sudah nggak terpakai bisa jadi alat dalam melakukan cara membersihkan kaca, lho. Kaos dirasa ideal karena ia tak memiliki residu serat dan cukup mampu menyerap kotoran yang menempel pada kaca jendela. Kamu juga nggak harus merogoh kocek lebih banyak untuk mendapatkan alat pembersih kaca.

Memakainya saat melakukan cara membersihkan kaca cukup mudah. Semprotkan sabun pembersih atau cuka ke kaca yang ingin dibersihkan. Kemudian, lap kaca dengan kaos tersebut dari atas ke bawah.

Baca juga : Manfaat Kaca Dalam Rumah

Wiper Bisa Jadi Pilihan Lain

Wiper Bisa Jadi Pilihan Lain shutterstock.com

Alat yang berbeda akan menghasilkan hasil akhir yang berbeda juga. Ada beberapa alat pembersih kaca yang mengharuskan kamu untuk membersihkan berulang-ulang hingga kamu capek sendiri. Nggak cuman itu, pemakaian alat yang salah saat melakukan cara membersihkan kaca bisa menambah goretan pada kaca. Nah, untuk mengatasi masalah ini, hadirlah wiper.

Wiper Bisa Jadi Pilihan Lain shutterstock.com

Bentuknya yang pipih memanjang ini memungkinkanmu untuk melakukan cara membersihkan kaca dengan lebih hemat waktu dan energi. Sekali usap dari atas ke bawah, kotoran langsung hilang seketika. Pula, wiper dengan gagang yang panjang cocok banget untuk cara membersihkan kaca jendela di bagian atas atau sekat kaca pada kamar mandi.

Untuk Sudut Kaca yang Sulit Dijangkau, Gunakan Cotton Bud

Untuk Sudut Kaca yang Sulit Dijangkau, Gunakan Cotton Bud

shutterstock.com

Kotoran-kotoran kaca yang dibersihkan dari atas ke bawah biasanya mengumpul di sudut-sudut kaca. Sudut-sudut ini kadang sulit dibersihkan dengan cara membersihkan kaca pada umumnya. Nah, apakah kamu tahu kalau permasalahan ini bisa diatasi dengan cotton bud? Ukurannya yang kecil dan bisa menyerap kotoran ini mampu menyusup ke sudut-sudut tersulit kaca.

Kamu tinggal menyemprotkan sabun ke sudut tersebut. Pakai ujung cotton bud dan bersihkan sudut kaca hingga bersih.

Baca juga : Kenali Kendala Menggunakan Kaca Dinding

Coba Gunakan Sabun Pembersih Buatan Sendiri

Untuk Sudut Kaca yang Sulit Dijangkau, Gunakan Cotton Bud

shutterstock.com

Nggak harus selalu memakai sabun pembersih kaca yang ada di pusat perbelanjaan, kamu juga bisa membuat sabun pembersih sendiri, lho. Campurkan satu cangkir alkohol isopropil, satu cangkir air, dan satu sendok makan cuka. Kombinasi alkohol isopropil dan cuka akan menghasilkan formula yang nggak kalah ampuh dengan sabun pembersih kaca biasa. Pakai sabun pembersih buatan ini saat kamu sedang menerapkan cara membersihkan kaca rumahmu.

Tips cara membersihkan kaca di atas bisa kamu lakukan setelah kamu selesai membaca artikel ini. Saran Kania, lakukan cara membersihkan kaca paling tidak seminggu sekali agar kacamu terus memiliki penampulan yang prima. Jika kamu ingin mencari tips lain untuk bersih-bersih rumah, kamu bisa cek ke dekoruma.com. Selamat membersihkan kaca!

sumber artikel : dekoruma.com

Kenali Jenis Wallpaper

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : rumahkuunik.com

KENALI JENIS WALLPAPER

Arsitek Indo Kontraktor – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai cara memasang wallpaper dengan mudah. Nah bagi Anda yang sedang kesusahan memasang wallpaper, Anda bisa simak ulasan kami sebelumnya. Membahas soal wallpaper, perlu Anda ketahui bahwa wallpaper ini memiliki banyak jenisnya, diantaranya :

Baca juga : Memasang Wallpaper Ruangan dengan Mudah

Jenis Jenis Wallpaper

Kertas

Wallpaper dinding ini sepenuhnya terbuat dari kertas biasa, sehingga tak heran wallpaper jenis ini mudah sobek terutama ketika proses pemasangan. Wallpaper dinding jenis ini memiliki kelebihan pada kualitas corak dan detail gambar yang dapat sangat beranek ragam. Namun demikian, wallpaper dari bahan kertas ini, selain mudah sobek, tentu saja mudah kotor. Bahan kertas tersebut bersifat menyerap noda dan kotoran. Oleh karena itu, wallpaper dinding jenis kertas ini paling cocok ditempatkan pada bidang dinding yang terlindungi, seperti pada bidang dinding belakang tempat tidur; atau bidang-bidang dinding yang bukan merupakan jalur sirkulasi utama. Hindari wallpaper dinding jenis ini untuk diaplikasikan pada dinding kamar anak balita Anda. Atau dinding yang dilapisi wallpaper akan mudah kotor atau kusam karena sering disentuh atau terkena gesekan dengan barang. Sayang bukan?

    

Baca juga : Manfaat Wallpaper Kamar

Heavy Duty Paper

Wallpaper dinding ini dikembangkan abad XIX dengan merek yang terkenal pada saat itu yakni Anaglypta dan Lincrusta (Akmal, 2009). Terlihat dari penamaannya, wallpaper bahan jenis ini memiliki sifat yang kuat karena heavy duty sendiri memiliki arti harfiah “tugas berat”. Wallpaper dengan jenis bahan yang heavy duty merupakan wallpaper pertama yang bisa dibersihkan dengan lap basah. Jenis wallpaper ini ada yang diberi motif timbul (emboss) serta memiliki lapisan linen pada bagian belakang. Karakteristik yang tebal ini memiliki keistimewaan lainnya seperti dapat diberi lapisan cat. Dengan demikian, Anda dapat mengubah warna dinding yang telah dilapisi wallpaper tanpa harus mengelupas atau membeli wallpaper baru.

Baca juga : Wallpaper yang Pas Untuk Rumah Anda

Vinyl

Jenis wallpaper vinyl ini kini merupakan jenis yang umum diproduksi. Jenis bahan ini memiliki banyak keunggulan seperti tak mudah sobek, tak mudah rusak/ kotor terkena noda minyak, debu, atau cipratan air. Wallpaper vinyl ini pun relative tahan lembap dibanding produk wallpaper berbahan kertas. Daya tahan wallpaper vinyl ini dapat diandalkan. Sesuai untuk diaplikasikan pada semuua ruang di rumah Anda, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, ruang keluarga hingga dapur rumah. Terdapat beberapa jenis wallpaper vinyl yang dibedakan berdasarkan lapisan bagian belakangnya. Ada yang dilapisi kertaa dan kain.

Vinyl yang dilapisi kertas di belakangnya memiliki durabilitas dan fleksibilitas tinggi. Fleksibel tinggi yang dimaksud adalah bahan wallpaper vinyl ini mudah dilekukkan sehingga mudah pula untuk diaplikasikan pada bagian lekukkan seperti lipatan kecil di area sekitar bukaan pintu atau jendela.

Jenis lainnya adalah vinyl berlapis kain. Jenis wallpaper ini ada yang bersifat light-duty memiliki kelebihan ketahanan terhadap bidang dinding yang lembap. Ada pula jenis lainnya yaitu medium-heavy duty yang memiliki kualitas sedikit lebih tinggi dibanding jenis yang disebutkan sebelumnya. Wallpaper dinding jenis ini sesuai untuk diaplikasikan pada bidang dinding area dengan tingkat aktivitas yang cukup padat seperti di area public misalnya hotel, rumah sakit, kantor, koridor, dan sebagainya.

    

Kain

Wallpaper berbahan kain ini memiliki karakteristik hampir sama dengan kain pada umumnya seperti kain sutra, tenun, katun, linen. Wallpaper berbahan kain ini memiliki beraneka motif, tekstur, warna yang beragam. Untuk wallpaper yang berasal dari kain yang sangat halus, perlu kecermatan ekstra dalam pemasangannya agar tidak rusak. Salah satunya adalah dengan dialasi kertas alas khusus. Untuk itu, sebaiknya dilakukan oleh tenaga pasang yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Dari tampilan, wallpaper berbahan kain ini jelas terkesan elegan, berbeda dengan wallpaper pada umumnya. Permukaannya terasa beda ketika disentuh.

Baca juga : Dekor Interior Dengan Wallpaper 3D

Serat Alami

Natural fiber atau fiber alami merupakan pelapis dinding yang terbuat dari serat-serat alam seperti bamboo, kayu, kelapa dan daun. Praktis digunakan untuk Anda yang menginginkan suasana dan menghadirkan kesan alami dalam ruangan. Praktis tentu saja dalam hal dalam pemasangan dan perawatan!

Foil

Bagi Anda yang ingin menciptakan efek kilap, pelapis dinding berbahan foil adalah pilihan yang tepat. Efek kilap didapat dari lapisan kertas  timah yang dipasang pada permukaan wallpaper. Namun kekurangannya adalah wallpaper berbahan foil ini tipis sehingga mudah robek dan tentunya akan menyulitkan ketika proses pemasangan. Dikarenakan lembaran foil ini tipis, disarankan dipasang pada bidang dinding dengan permukaan yang halus. Hindari memasang wallpaper jenis ini pada bidang dinding yang kasar dan tidak rata.

Beludru

Wallpaper jenis ini terdapat bahan yang berasal dari serat wol, baik berbahan kertas maupun berbahan kain. Serat wol tersebut menimbulkan efek beludru pada permukaan wallpaper. Wallpaper bahan ini digemari karena hadir dalam nuansa klasik, retro dan kontemporer. Kesan beludru membuat warna berubah-ubah dan menampilkan keeleganan. Sangat mewah dan elegan untuk menghias dan menciptakan suasana yang berbeda di ruangan Anda!

sumber artikel : http://wallpaperbagus.co.id/

Memasang Wallpaper Ruangan dengan Mudah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : paris-wallpaper.com

MEMASANG WALLPAPER RUANGAN DENGAN MUDAH

Arsitek Indo Kontraktor – Di jaman yang semakin modern ini, kebanyakan orang menggunakan wallpaper dibandingkan menggunakan cat tembok. Karena memang akan lebih cantik dengan motif yang terdapat wallpaper. Nah yang menjadi kendala adalah wallpaper ini tidak semua orang bisa memasangnya sendiri. Perlu adanya jasa pemasangan wallpaper. Atau Anda memperhatikan dengan seksama bagaimana cara memasang wallpaper dengan benar. Akan dengan mudah jika Anda tau caranya.

Baca juga : Manfaat Wallpaper Kamar

1. Siapkan peralatannya

Alat-alat dan perlengkapan yang lazimnya dibutuhkan untuk memasang Wallpaper dinding antara lain: meteran, alas berupa plastik besar, tangga A, benang dengan pemberat untuk memastikan lurus-tidaknya pemasangan Wallpaper dinding, 2 bak untuk mengaduk lem, spon, kuas lem, serta amplas dan kape/kapi untuk membersihkan dinding. Tentunya jangan lupa juga untuk mempersiapkan Wallpaper dinding yang sudah Anda beli.

2. Bersihkan ruangan

Bersihkan ruang di sekitar dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding. Jika dinding yang akan dipasangi adalah semua sisi di ruangan tersebut, maka ada baiknya kalau Anda memindahkan sejenak seluruh perabotan ke ruangan lain yang aman. Dengan ruangan yang bersih dan lapang, pemasangan Wallpaper dinding akan lebih cepat dan mudah.

Baca juga : Wallpaper yang Pas Untuk Rumah Anda

3. Siapkan dindingnya

Dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding sebaiknya sudah dibersihkan. Singkirkan sejenak segala jenis aksesoris dinding seperti jam, foto, kalender, gantungan baju, dan hiasan dinding lainnya. Tentukan bagian mana saja dari dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding. Wallpaper dinding bisa saja dipasang di salah satu sisi dinding. Bahkan Wallpaper dinding juga sangat menarik untuk dipasang di sebagian sisi saja sebagai aksen interior. Setelah itu, tandai mana saja bagian yang akan dipasangi Wallpaper dinding, bila perlu, buat garis membujur. Ratakan dinding yang agak kasar atau bergelombang. Berikan juga tambalan pada bagian dinding yang berlubang akibat lubang paku atau hal lainnya. Pastikan juga bahwa dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding ini bebas dari rembesan air saat hujan, karena kelembaban yang tinggi bisa membuat Wallpaper dinding Anda cepat mengelupas.

4. Baca petunjuk pemotongan dan pemasangannya

Banyak orang kurang memperhatikan hal ini, sehingga salah kaprah saat harus memasang Wallpaper dinding sendiri. Ingat, ya. Sebelum Anda mulai memotong, terlebih dahulu harus paham betul cara memotongnya. Pahami cara memasang dengan benar. Ikuti instruksi yang ada. Jangan ragu tanya pada penjual Wallpaper dinding. Jika ragu-ragu, jangan segan untuk meminta pertolongan jasa pemasangan yang biasanya disediakan oleh penjual tersebut. Perhatikan juga cara menyerasikan motif antar sambungan Wallpaper dinding, apakah perlu ditumpuk atau tidak.

Baca juga : Dekor Interior Dengan Wallpaper 3D

5. Lakukan pengukuran

Saat Anda membeli Wallpaper dinding, bisa jadi Anda hanya memberikan perkiraan ukuran ruangan saja dengan beberapa ukuran lebih, agar Wallpaper dinding nantinya tidak kurang. Sebelum dipasang, baiknya Anda ukur lagi dengan pasti dan presisi, berapa lebar dan tinggi dinding. Lalu berapa lembar Wallpaper dinding yang harus dipasang. Bila perlu, buat garis acuan dengan pensil tipis agar Anda lebih percaya diri saat memasangnya dan tidak khawatir terjadi kesalahan atau pemasangan yang miring. Atau gunakan benang yang diberi pemberat untuk memastikan bahwa garis petunjuk pemasangan Wallpaper dinding sudah lurus

6. Memotong Wallpaper dinding

Potong gulungan Wallpaper dinding sesuai dengan lebar dan tinggi dinding ruangan. Untuk bagian samping paling terakhir, berikan kelebihan beberapa cm untuk bagian sambungan. Hal ini perlu dilakukan jika sambungan Wallpaper dinding perlu ditumpuk agar bisa serasi. Bila perlu, beri nomor Wallpaper dinding di bagian belakang kertas agar Anda tidak salah dalam memasang sesuai urutannya. Sambil memotong Wallpaper dinding, periksa juga apakah ada bagian yang cacat atau sobek.

Potongan kedua tidak bisa digunting begitu saja. Anda mesti harus memperhatikan polanya terlebih dahulu. Jangan sampai nanti polanya tidak bisa tersambung dengan benar. Untuk mengetahui apakah pola antara potongan yang satu dengan lainnya sudah tersambung dengan baik, Anda perlu menyejajarkan antara bagian pertama yang sudah dipotong dengan gulungan yang belum dipotong. Posisikan sampai terbentuk motif pola yang benar, lalu tandai Wallpaper dinding sebelum dipotong. Barulah kemudian Anda bisa memotongnya, disesuaikan dengan tinggi dinding yang diinginkan. Lakukan hal ini sampai jumlah potongan dirasa cukup untuk melapisi semua permukaan.

7. Siapkan lemnya

Dalam memasang Wallpaper dinding setidaknya ada 2 adonan lem yang dibutuhkan, yaitu lem untuk meratakan permukaan Wallpaper dinding, dan lem untuk sambungan antar-Wallpaper dinding. Lem sambungan ini biasanya lebih kental, jadi tidak perlu banyak tambahan air. Lem yang lebih kental juga digunakan pada bagian tepi dinding agar pemasangan Wallpaper dinding nantinya lebih rekat dan awet. Larutkan lem pada wadah yang sudah disediakan. Lalu diamkan selama beberapa saat.

Baca juga : Cara Memasang Wallpaper di Kamar Mandi

8. Sapukan lemnya

Siapkan Wallpaper dinding yang sudah dipotong-potong di atas meja panjang atau di atas lantai yang sudah dilapisi plastik bersih tadi. Sapukan lem yang sudah Anda siapkan pada Wallpaper dinding pertama. Jangan sampai terlalu basah, karena akan mengakibatkan gelembung atau permukaan tidak rata. Sapukan lem dengan hati-hati. Di bagian tepi yang berbatasan dengan sudut dinding, sapukan adonan lem yang lebih kental tadi. Lakukan pemulasan lem ini dengan menggunakan roller. Tapi jika tidak ada, Anda boleh menggunakan kuas. Tapi usahakan agar lem benar-benar merata.

9. Tempelkan Wallpaper dinding ke dinding

Siapkan tangga A di dekat dinding. Rekatkan Wallpaper dinding ke dinding dengan sangat hati-hati. Ikuti petunjuk atau tanda pensil yang tadi sudah dibuat. Tempelkan perlahan-lahan sambil diratakan dan direkatkan dengan penggaris mika.

10. Menyambung Wallpaper dinding selanjutnya

Setelah Wallpaper dinding pertama, sapukan lem ke potongan Wallpaper dinding berikutnya. Ingat, lem pada bagian sambungan adalah lem yang lebih kental. Kembali tempelkan Wallpaper dinding ke dinding dengan hati-hati, lalu ratakan dengan penggaris mika.

11. Cek kerapiannya

Apakah sudah benar-benar rapi? Apakah sudah rata tanpa ada kerutan atau gelombang? Apakah masih ada sisa lem sambungan yang terlihat? Bereskan semua masalah kerapian tersebut, Anda dinding Anda benar-benar terlihat menawan dan rapi. Potong bagian yang berlebih di bagian atas, samping, maupun bawah dinding yang terdapat sisa Wallpaper dinding.

sumber artikel : http://wallpaperbagus.co.id/

Tips Rumah Nyaman dan Adem

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : brillio.net

TIPS RUMAH NYAMAN DAN ADEM

Arsitek Indo Kontraktor – Rumah nyaman dan adem sangat dibutuhkan dimusim yang sekarang ini. Yaitu dimusim yang panas. Akan menjadi tempat ternyaman bukan jika Anda mempunyai rumah seperti ini? Rumah ini bisa Anda dapatkan dengan cara berikut ini :

Baca juga : Ciri Rumah Nyaman dan Aman

1. Matikan Televisi & Kurangi Penggunaan Peralatan Elektronik

Peralatan elektronik bisa mengeluarkan suhu panas. Pastikan tidak hanya mematikan namun juga melepas kabelnya dari stop kontak setelah selesai digunakan. Televisi dan komputer adalah dua benda elektronik yang paling besar mengeluarkan panas.

Selain itu, kabel benda elektronik lain seperti charger ponsel juga sebaiknya tidak dibiarkan menempel pada stop kontak apabila tidak digunakan. Karena kabel yang terpasang sebenarnya masih mengaliri listrik dan memicu peningkatan suhu di dalam ruangan.

2. Buat Pendingin Sederhana Sendiri

Jika Anda punya kipas angin meja, Anda bisa menyulapnya menjadi unit AC dengan meletakkan semangkuk air es di depannya sehingga butiran air dingin tertiup oleh kipas dan membuat ruangan menjadi sejuk. Ini adalah solusi cerdas untuk membuat aliran udara es yang segar.

3. Dinginkan Sarung Bantal

Tidur dengan bantal yang dingin akan membuat Anda lebih rileks dan nyenyak beristirahat. Dinginkan sarung bantal dengan cara membungkusnya didalam plastik kemasan (plastic wrap) dan masukkan ke dalam lemari beku (freezer). Menjelang waktu tidur, keluarkan dan pasang ke dalam bantal. Meski terdengar aneh, namun cara ini bisa cukup efektif membuat waktu tidur Anda terasa lebih nyaman.

Bikin rumah sejuk dengan tampilan minimalis, simak selengkapnya di sini

4. Hindari Pengunaan Material Sintesis

Hindari menggunakan bahan bermaterial sintetis khususnya di kamar tidur, karena mereka tidak bisa membuat kulit bernafas dengan lega dan meningkatkan suhu tubuh. Sebaiknya gunakan bahan katun atau linen untuk seprai, sarung sofa, gorden, sampai dengan karpet. Bahan-bahan tersebut bisa menjauhkan kulit yang lembab karena kepanasan.

Baca juga : Solusi Bangun Rumah

5. Matikan Lampu

Semua lampu mengeluarkan panas, bahkan yang memiliki teknologi LED sekalipun. Untuk menghindari ruangan terasa gerah karena cahaya lampu, matikan ketika tidak digunakan dan ganti semua bohlam dengan teknologi energi efisien.

6. Mandi Air Dingin

Menggunakan air hangat untuk mandi bisa meningkatkan suhu kamar mandi, jadi tak perlu mandi berlama-lama dan usahakan menggunakan air dingin ketika cuaca cukup cerah.

7. Tutup Jendela Dengan Tirai

Cara klasik ini masih terbilang ampuh membuat ruangan terasa sejuk dengan mudah. Di tengah hari yang panas, tutup semua celah masuknya sinar matahari dan lapisi dengan krei atau gorden sebagai filter cahaya.

Baca juga : Tips Membangun Rumah Murah

Cara Jaga Suhu Kamar Ideal Agar Tidur Selalu Nyenyak

8. Jaga Siklus Udara Di Rumah

Kunci utama membuat ruangan sejuk adalah meletakkan interior yang tepat supaya perputaran udara berjalan dengan lancar. Anda bisa menyalakan kipas angin untuk membantu.

9. Hindari Gunakan Pemanggang atau Microwave

Suhu tinggi yang dikeluarkan dari alat pemanggang bisa membuat ruangan menjadi lebih panas, terlebih apabila ruangan komunal didesain menyatu (open plan) dengan dapur. Udara panas yang dikeluarkan dari peralatan memasak bisa meningkatkan suhu ruangan. Sebagai alternatif, gunakan air panas dari termos untuk menghangatkan makanan.

10. Maksimalkan Fungsi Kanopi

Selain menanam tumbuhan tinggi atau pohon di pekarangan rumah, kanopi juga bermanfaat membuat rumah terasa lebih teduh. Apalagi jika fasad rumah didominasi oleh material jendela kaca. Dengan memasang kanopi yang cukup lebar maka akan meminimalisir cahaya matahari langsung masuk ke dalam rumah.

Baca juga : Intip Desain Rumah Jawa

sumber artikel : https://www.rumah.com/

Mengenal Bata Ringan

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : arafuru.com

MENGENAL BATA RINGAN

Arsitek Indo Kontraktor – Bata ringan ini perlu juga Anda pahami dan kenali. Maka dari itu, yuk mengenal bata ringan juga. Selain kita sudah membahas tentang batu bata merah dan juga batako press. Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Baca juga : Kelebihan Batu Bata Merah

Bata Ringan (Celcon/Hebel)

Bata ringan adalah material bangunan yang dibuat memakai mesin di pabrik. Bata ini ringan, halus, dan tingkat kerataannya baik (melebihi bata merah atau batako press). Sesuai namanya, bata ini diciptakan supaya meringankan beban struktur bangunan.  Bata ringan merupakan campuran dari pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, selain bisa diplester memakai semen dan pasir seperti bata merah dan batako press, bisa juga langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Batako Press

Kelebihan bata ringan:

  • Ukuran dan kualitasnya seragam jadi dinding yang dihasilkan lebih rapi
  • Tidak memerlukan bahan perekat yang tebal, jadi lebih hemat
  • Lebih ringan dibandingkan bata merah dan batako press
  • Kedap air
  • Kedap suara
  • Kekuatan atau ketahanannya cukup baik

Kekurangan bata ringan:

  • Ukurannya cukup besar, sehingga jika membuat dinding ukuran kecil akan membuang banyak sisa bahan
  • Butuh keahlian dan ketelatenan khusus untuk memasangnya supaya rapi
  • Tidak semua toko bangunan menjual bahan ini
  • Harga relatif lebih mahal
  • Dijual dalam paketan yang besar

Baca juga : Desain Rumah Batu Bata

WhatsApp chat