desain rumah

Kenali Jenis Wallpaper

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : rumahkuunik.com

KENALI JENIS WALLPAPER

Arsitek Indo Kontraktor – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai cara memasang wallpaper dengan mudah. Nah bagi Anda yang sedang kesusahan memasang wallpaper, Anda bisa simak ulasan kami sebelumnya. Membahas soal wallpaper, perlu Anda ketahui bahwa wallpaper ini memiliki banyak jenisnya, diantaranya :

Baca juga : Memasang Wallpaper Ruangan dengan Mudah

Jenis Jenis Wallpaper

Kertas

Wallpaper dinding ini sepenuhnya terbuat dari kertas biasa, sehingga tak heran wallpaper jenis ini mudah sobek terutama ketika proses pemasangan. Wallpaper dinding jenis ini memiliki kelebihan pada kualitas corak dan detail gambar yang dapat sangat beranek ragam. Namun demikian, wallpaper dari bahan kertas ini, selain mudah sobek, tentu saja mudah kotor. Bahan kertas tersebut bersifat menyerap noda dan kotoran. Oleh karena itu, wallpaper dinding jenis kertas ini paling cocok ditempatkan pada bidang dinding yang terlindungi, seperti pada bidang dinding belakang tempat tidur; atau bidang-bidang dinding yang bukan merupakan jalur sirkulasi utama. Hindari wallpaper dinding jenis ini untuk diaplikasikan pada dinding kamar anak balita Anda. Atau dinding yang dilapisi wallpaper akan mudah kotor atau kusam karena sering disentuh atau terkena gesekan dengan barang. Sayang bukan?

    

Baca juga : Manfaat Wallpaper Kamar

Heavy Duty Paper

Wallpaper dinding ini dikembangkan abad XIX dengan merek yang terkenal pada saat itu yakni Anaglypta dan Lincrusta (Akmal, 2009). Terlihat dari penamaannya, wallpaper bahan jenis ini memiliki sifat yang kuat karena heavy duty sendiri memiliki arti harfiah “tugas berat”. Wallpaper dengan jenis bahan yang heavy duty merupakan wallpaper pertama yang bisa dibersihkan dengan lap basah. Jenis wallpaper ini ada yang diberi motif timbul (emboss) serta memiliki lapisan linen pada bagian belakang. Karakteristik yang tebal ini memiliki keistimewaan lainnya seperti dapat diberi lapisan cat. Dengan demikian, Anda dapat mengubah warna dinding yang telah dilapisi wallpaper tanpa harus mengelupas atau membeli wallpaper baru.

Baca juga : Wallpaper yang Pas Untuk Rumah Anda

Vinyl

Jenis wallpaper vinyl ini kini merupakan jenis yang umum diproduksi. Jenis bahan ini memiliki banyak keunggulan seperti tak mudah sobek, tak mudah rusak/ kotor terkena noda minyak, debu, atau cipratan air. Wallpaper vinyl ini pun relative tahan lembap dibanding produk wallpaper berbahan kertas. Daya tahan wallpaper vinyl ini dapat diandalkan. Sesuai untuk diaplikasikan pada semuua ruang di rumah Anda, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, ruang keluarga hingga dapur rumah. Terdapat beberapa jenis wallpaper vinyl yang dibedakan berdasarkan lapisan bagian belakangnya. Ada yang dilapisi kertaa dan kain.

Vinyl yang dilapisi kertas di belakangnya memiliki durabilitas dan fleksibilitas tinggi. Fleksibel tinggi yang dimaksud adalah bahan wallpaper vinyl ini mudah dilekukkan sehingga mudah pula untuk diaplikasikan pada bagian lekukkan seperti lipatan kecil di area sekitar bukaan pintu atau jendela.

Jenis lainnya adalah vinyl berlapis kain. Jenis wallpaper ini ada yang bersifat light-duty memiliki kelebihan ketahanan terhadap bidang dinding yang lembap. Ada pula jenis lainnya yaitu medium-heavy duty yang memiliki kualitas sedikit lebih tinggi dibanding jenis yang disebutkan sebelumnya. Wallpaper dinding jenis ini sesuai untuk diaplikasikan pada bidang dinding area dengan tingkat aktivitas yang cukup padat seperti di area public misalnya hotel, rumah sakit, kantor, koridor, dan sebagainya.

    

Kain

Wallpaper berbahan kain ini memiliki karakteristik hampir sama dengan kain pada umumnya seperti kain sutra, tenun, katun, linen. Wallpaper berbahan kain ini memiliki beraneka motif, tekstur, warna yang beragam. Untuk wallpaper yang berasal dari kain yang sangat halus, perlu kecermatan ekstra dalam pemasangannya agar tidak rusak. Salah satunya adalah dengan dialasi kertas alas khusus. Untuk itu, sebaiknya dilakukan oleh tenaga pasang yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Dari tampilan, wallpaper berbahan kain ini jelas terkesan elegan, berbeda dengan wallpaper pada umumnya. Permukaannya terasa beda ketika disentuh.

Baca juga : Dekor Interior Dengan Wallpaper 3D

Serat Alami

Natural fiber atau fiber alami merupakan pelapis dinding yang terbuat dari serat-serat alam seperti bamboo, kayu, kelapa dan daun. Praktis digunakan untuk Anda yang menginginkan suasana dan menghadirkan kesan alami dalam ruangan. Praktis tentu saja dalam hal dalam pemasangan dan perawatan!

Foil

Bagi Anda yang ingin menciptakan efek kilap, pelapis dinding berbahan foil adalah pilihan yang tepat. Efek kilap didapat dari lapisan kertas  timah yang dipasang pada permukaan wallpaper. Namun kekurangannya adalah wallpaper berbahan foil ini tipis sehingga mudah robek dan tentunya akan menyulitkan ketika proses pemasangan. Dikarenakan lembaran foil ini tipis, disarankan dipasang pada bidang dinding dengan permukaan yang halus. Hindari memasang wallpaper jenis ini pada bidang dinding yang kasar dan tidak rata.

Beludru

Wallpaper jenis ini terdapat bahan yang berasal dari serat wol, baik berbahan kertas maupun berbahan kain. Serat wol tersebut menimbulkan efek beludru pada permukaan wallpaper. Wallpaper bahan ini digemari karena hadir dalam nuansa klasik, retro dan kontemporer. Kesan beludru membuat warna berubah-ubah dan menampilkan keeleganan. Sangat mewah dan elegan untuk menghias dan menciptakan suasana yang berbeda di ruangan Anda!

sumber artikel : http://wallpaperbagus.co.id/

Memasang Wallpaper Ruangan dengan Mudah

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : paris-wallpaper.com

MEMASANG WALLPAPER RUANGAN DENGAN MUDAH

Arsitek Indo Kontraktor – Di jaman yang semakin modern ini, kebanyakan orang menggunakan wallpaper dibandingkan menggunakan cat tembok. Karena memang akan lebih cantik dengan motif yang terdapat wallpaper. Nah yang menjadi kendala adalah wallpaper ini tidak semua orang bisa memasangnya sendiri. Perlu adanya jasa pemasangan wallpaper. Atau Anda memperhatikan dengan seksama bagaimana cara memasang wallpaper dengan benar. Akan dengan mudah jika Anda tau caranya.

Baca juga : Manfaat Wallpaper Kamar

1. Siapkan peralatannya

Alat-alat dan perlengkapan yang lazimnya dibutuhkan untuk memasang Wallpaper dinding antara lain: meteran, alas berupa plastik besar, tangga A, benang dengan pemberat untuk memastikan lurus-tidaknya pemasangan Wallpaper dinding, 2 bak untuk mengaduk lem, spon, kuas lem, serta amplas dan kape/kapi untuk membersihkan dinding. Tentunya jangan lupa juga untuk mempersiapkan Wallpaper dinding yang sudah Anda beli.

2. Bersihkan ruangan

Bersihkan ruang di sekitar dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding. Jika dinding yang akan dipasangi adalah semua sisi di ruangan tersebut, maka ada baiknya kalau Anda memindahkan sejenak seluruh perabotan ke ruangan lain yang aman. Dengan ruangan yang bersih dan lapang, pemasangan Wallpaper dinding akan lebih cepat dan mudah.

Baca juga : Wallpaper yang Pas Untuk Rumah Anda

3. Siapkan dindingnya

Dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding sebaiknya sudah dibersihkan. Singkirkan sejenak segala jenis aksesoris dinding seperti jam, foto, kalender, gantungan baju, dan hiasan dinding lainnya. Tentukan bagian mana saja dari dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding. Wallpaper dinding bisa saja dipasang di salah satu sisi dinding. Bahkan Wallpaper dinding juga sangat menarik untuk dipasang di sebagian sisi saja sebagai aksen interior. Setelah itu, tandai mana saja bagian yang akan dipasangi Wallpaper dinding, bila perlu, buat garis membujur. Ratakan dinding yang agak kasar atau bergelombang. Berikan juga tambalan pada bagian dinding yang berlubang akibat lubang paku atau hal lainnya. Pastikan juga bahwa dinding yang akan dipasangi Wallpaper dinding ini bebas dari rembesan air saat hujan, karena kelembaban yang tinggi bisa membuat Wallpaper dinding Anda cepat mengelupas.

4. Baca petunjuk pemotongan dan pemasangannya

Banyak orang kurang memperhatikan hal ini, sehingga salah kaprah saat harus memasang Wallpaper dinding sendiri. Ingat, ya. Sebelum Anda mulai memotong, terlebih dahulu harus paham betul cara memotongnya. Pahami cara memasang dengan benar. Ikuti instruksi yang ada. Jangan ragu tanya pada penjual Wallpaper dinding. Jika ragu-ragu, jangan segan untuk meminta pertolongan jasa pemasangan yang biasanya disediakan oleh penjual tersebut. Perhatikan juga cara menyerasikan motif antar sambungan Wallpaper dinding, apakah perlu ditumpuk atau tidak.

Baca juga : Dekor Interior Dengan Wallpaper 3D

5. Lakukan pengukuran

Saat Anda membeli Wallpaper dinding, bisa jadi Anda hanya memberikan perkiraan ukuran ruangan saja dengan beberapa ukuran lebih, agar Wallpaper dinding nantinya tidak kurang. Sebelum dipasang, baiknya Anda ukur lagi dengan pasti dan presisi, berapa lebar dan tinggi dinding. Lalu berapa lembar Wallpaper dinding yang harus dipasang. Bila perlu, buat garis acuan dengan pensil tipis agar Anda lebih percaya diri saat memasangnya dan tidak khawatir terjadi kesalahan atau pemasangan yang miring. Atau gunakan benang yang diberi pemberat untuk memastikan bahwa garis petunjuk pemasangan Wallpaper dinding sudah lurus

6. Memotong Wallpaper dinding

Potong gulungan Wallpaper dinding sesuai dengan lebar dan tinggi dinding ruangan. Untuk bagian samping paling terakhir, berikan kelebihan beberapa cm untuk bagian sambungan. Hal ini perlu dilakukan jika sambungan Wallpaper dinding perlu ditumpuk agar bisa serasi. Bila perlu, beri nomor Wallpaper dinding di bagian belakang kertas agar Anda tidak salah dalam memasang sesuai urutannya. Sambil memotong Wallpaper dinding, periksa juga apakah ada bagian yang cacat atau sobek.

Potongan kedua tidak bisa digunting begitu saja. Anda mesti harus memperhatikan polanya terlebih dahulu. Jangan sampai nanti polanya tidak bisa tersambung dengan benar. Untuk mengetahui apakah pola antara potongan yang satu dengan lainnya sudah tersambung dengan baik, Anda perlu menyejajarkan antara bagian pertama yang sudah dipotong dengan gulungan yang belum dipotong. Posisikan sampai terbentuk motif pola yang benar, lalu tandai Wallpaper dinding sebelum dipotong. Barulah kemudian Anda bisa memotongnya, disesuaikan dengan tinggi dinding yang diinginkan. Lakukan hal ini sampai jumlah potongan dirasa cukup untuk melapisi semua permukaan.

7. Siapkan lemnya

Dalam memasang Wallpaper dinding setidaknya ada 2 adonan lem yang dibutuhkan, yaitu lem untuk meratakan permukaan Wallpaper dinding, dan lem untuk sambungan antar-Wallpaper dinding. Lem sambungan ini biasanya lebih kental, jadi tidak perlu banyak tambahan air. Lem yang lebih kental juga digunakan pada bagian tepi dinding agar pemasangan Wallpaper dinding nantinya lebih rekat dan awet. Larutkan lem pada wadah yang sudah disediakan. Lalu diamkan selama beberapa saat.

Baca juga : Cara Memasang Wallpaper di Kamar Mandi

8. Sapukan lemnya

Siapkan Wallpaper dinding yang sudah dipotong-potong di atas meja panjang atau di atas lantai yang sudah dilapisi plastik bersih tadi. Sapukan lem yang sudah Anda siapkan pada Wallpaper dinding pertama. Jangan sampai terlalu basah, karena akan mengakibatkan gelembung atau permukaan tidak rata. Sapukan lem dengan hati-hati. Di bagian tepi yang berbatasan dengan sudut dinding, sapukan adonan lem yang lebih kental tadi. Lakukan pemulasan lem ini dengan menggunakan roller. Tapi jika tidak ada, Anda boleh menggunakan kuas. Tapi usahakan agar lem benar-benar merata.

9. Tempelkan Wallpaper dinding ke dinding

Siapkan tangga A di dekat dinding. Rekatkan Wallpaper dinding ke dinding dengan sangat hati-hati. Ikuti petunjuk atau tanda pensil yang tadi sudah dibuat. Tempelkan perlahan-lahan sambil diratakan dan direkatkan dengan penggaris mika.

10. Menyambung Wallpaper dinding selanjutnya

Setelah Wallpaper dinding pertama, sapukan lem ke potongan Wallpaper dinding berikutnya. Ingat, lem pada bagian sambungan adalah lem yang lebih kental. Kembali tempelkan Wallpaper dinding ke dinding dengan hati-hati, lalu ratakan dengan penggaris mika.

11. Cek kerapiannya

Apakah sudah benar-benar rapi? Apakah sudah rata tanpa ada kerutan atau gelombang? Apakah masih ada sisa lem sambungan yang terlihat? Bereskan semua masalah kerapian tersebut, Anda dinding Anda benar-benar terlihat menawan dan rapi. Potong bagian yang berlebih di bagian atas, samping, maupun bawah dinding yang terdapat sisa Wallpaper dinding.

sumber artikel : http://wallpaperbagus.co.id/

Rumah Konsep Desain Jepang? Part 1

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : interiordesign.id

RUMAH KONSEP DESAIN JEPANG? PART 1

Arsitek Indo Kontraktor – Siapa yang menjadi penggemar drama Jepang? Pasti Anda akan sangat mengamati beberapa konsep desain rumah yang terdapat pada drama tersebut bukan? Atau bahkan Anda sering mengimpikan memiliki rumah dengan konsep seperti itu. Ingin desain konsep Jepang? Yuk desainkan dengan kami KLIK DISINI.

Prinsip utama gaya rumah minimalis Jepang

Kebanyakan gaya rumah minimalis Jepang di perkotaan sering kali mengandung karakteristik tradisional, seperti bak mandi atau pintu masuk berundak-undak. Demikian pula, banyak rumah bergaya Barat di Jepang memiliki satu ruang luas bergaya Jepang dengan lantai tatami. Elemen desain rumah tradisional Jepang, yang menjadi inspirasi bagi para arsitek Barat, dapat ditemukan di seluruh dunia. Berikut ini adalah beberapa konsep penting arsitektur rumah Jepang.

1. Gerbang utama

Gaya rumah Jepang dengan gerbang modern [Sumber: pinterest.com]Gaya rumah Jepang dengan gerbang modern [Sumber: pinterest.com]

Gaya rumah Jepang dengan gerbang modern [Sumber: pinterest.com]

Unsur utama penggambaran batasan antara ruang publik dan privat pada arsitektur rumah Jepang dimulai pada gerbang masuk sebuah properti. Pintu gerbang beratap gaya rumah Jepang ini memisahkan jalan dari tempat tinggal yang berkesan tertutup.

Pintu gerbang modern beratap pada Palembang House karya Ashari Architects juga merupakan adaptasi dari desain rumah Jepang, yang selalu menerapkan unsur garis vertikal atau horizontal pada sebagian besar desain pintu gerbangnya.

Rumah minimalis Jepang Palembang House karya Ashari Architects [Sumber: arsitag.com]

Rumah minimalis Jepang Palembang House karya Ashari Architects [Sumber: arsitag.com]

Rumah Concrete Box  di Houston, Texas, karya Christopher Robertson juga menerapkan desain rumah Jepang minimalis dengan pagar beton tinggi dan gerbang tanpa atap model pivot door.

Rumah Concrete Box  di Houston, Texas, karya Christopher Robertson juga menerapkan desain rumah Jepang minimalis dengan pagar beton tinggi dan gerbang tanpa atap model pivot door.

Arsitektur rumah Jepang Concrete Box  Houston, Texas karya Christopher Robertson [Sumber: trendir.com]

Arsitektur rumah Jepang Concrete Box  Houston, Texas karya Christopher Robertson [Sumber: trendir.com]

2. Batas privasi

Arsitektur rumah Jepang PRIVAT HOUSE KLATEN karya Hendra Budi Architect [Sumber: arsitag.com]

Arsitektur rumah Jepang PRIVAT HOUSE KLATEN karya Hendra Budi Architect [Sumber: arsitag.com]

Privasi dari jalan dan rumah-rumah di sekitarnya dicapai melalui dinding pada batas lahan. Hal ini juga berlaku pada desain rumah minimalis Jepang. Beton blok adalah material yang paling umum digunakan untuk dinding rumah Jepang, baik di kota maupun desa, namun beberapa rumah besar banyak menggunakan dinding batu dengan perpaduan pagar kayu seperti pada rumah PRIVAT HOUSE KLATEN hasil karya Hendra Budi Architect.

3. Atap lebar

Arsitektur rumah Jepang minimalis CL Residence karya Axialstudio [Sumber: arsitag.com]

Arsitektur rumah Jepang minimalis CL Residence karya Axialstudio [Sumber: arsitag.com]

Atap tradisional Jepang umumnya dirancang untuk mengalirkan aliran deras air hujan dari atap rumah. Bentuk atap luas dengan kantilever lebar memungkinkan penduduk membuka pintu sebagai ventilasi tanpa membiarkan air hujan masuk ke rumah. Desain rumah minimalis Jepang juga dapat mengadaptasi elemen pendukung ini.

Atap tradisional Jepang umumnya dirancang untuk mengalirkan aliran deras air hujan dari atap rumah. Bentuk atap luas dengan kantilever lebar memungkinkan penduduk membuka pintu sebagai ventilasi tanpa membiarkan air hujan masuk ke rumah. Desain rumah minimalis Jepang juga dapat mengadaptasi elemen pendukung ini.

Desain rumah Jepang minimalis Is House karya Mint-Ds [Sumber: arsitag.com]

Desain rumah Jepang minimalis Is House karya Mint-Ds [Sumber: arsitag.com]

4. Beranda luas

Desain engawa pada arsitektur rumah Jepang minimalis Wabi House karya arsitek Sebastian Mariscal [Sumber: dwell.com]

Desain engawa pada arsitektur rumah Jepang minimalis Wabi House karya arsitek Sebastian Mariscal [Sumber: dwell.com]

Selain menghubungkan setiap ruang, beranda berupa lorong lebar dan panjang yang dikenal sebagai engawa menjadi pembatas antara ruang dalam dan luar. Beranda ini juga berfungsi untuk memaksimalkan cahaya dan udara di dalam rumah.

Selain menghubungkan setiap ruang, beranda berupa lorong lebar dan panjang yang dikenal sebagai engawa menjadi pembatas antara ruang dalam dan luar. Beranda ini juga berfungsi untuk memaksimalkan cahaya dan udara di dalam rumah.

EW House karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon [Sumber: arsitag.com]

EW House karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon [Sumber: arsitag.com]

5. Lahan optimal

5. Lahan optimal

Desain rumah Jepang minimalis W_House karya Studio Air Putih [Sumber: arsitag.com]

Desain rumah Jepang minimalis W_House karya Studio Air Putih [Sumber: arsitag.com]

Arsitektur rumah Jepang umumnya berada pada lahan yang berorientasi utara-selatan, dengan kamar utama menghadap ke selatan, untuk memastikan sinar matahari yang stabil sepanjang hari. View sangat penting pada gaya rumah Jepang, idealnya pegunungan atau air, tetapi lebih sering taman. Pencahayaan alami dianggap sebagai karakteristik utama pada desain rumah Jepang.

Gaya rumah Jepang W_House hasil karya Studio Air Putih memanfaatkan banyak bukaan dan ruang outdoor untuk memaksimalkan penghawaan dan pencahayaan alami.

 

Bersambung …

Mengenal Bata Ringan

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : arafuru.com

MENGENAL BATA RINGAN

Arsitek Indo Kontraktor – Bata ringan ini perlu juga Anda pahami dan kenali. Maka dari itu, yuk mengenal bata ringan juga. Selain kita sudah membahas tentang batu bata merah dan juga batako press. Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Baca juga : Kelebihan Batu Bata Merah

Bata Ringan (Celcon/Hebel)

Bata ringan adalah material bangunan yang dibuat memakai mesin di pabrik. Bata ini ringan, halus, dan tingkat kerataannya baik (melebihi bata merah atau batako press). Sesuai namanya, bata ini diciptakan supaya meringankan beban struktur bangunan.  Bata ringan merupakan campuran dari pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, selain bisa diplester memakai semen dan pasir seperti bata merah dan batako press, bisa juga langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Batako Press

Kelebihan bata ringan:

  • Ukuran dan kualitasnya seragam jadi dinding yang dihasilkan lebih rapi
  • Tidak memerlukan bahan perekat yang tebal, jadi lebih hemat
  • Lebih ringan dibandingkan bata merah dan batako press
  • Kedap air
  • Kedap suara
  • Kekuatan atau ketahanannya cukup baik

Kekurangan bata ringan:

  • Ukurannya cukup besar, sehingga jika membuat dinding ukuran kecil akan membuang banyak sisa bahan
  • Butuh keahlian dan ketelatenan khusus untuk memasangnya supaya rapi
  • Tidak semua toko bangunan menjual bahan ini
  • Harga relatif lebih mahal
  • Dijual dalam paketan yang besar

Baca juga : Desain Rumah Batu Bata

Kelebihan dan Kekurangan Batako Press

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

sumber : sementigaroda.com

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BATAKO PRESS

Arsitek Indo Kontraktor – Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari batu bata merah? Dan pada kesempatan kali ini, kami Arsitek Indo Kontraktor. Ingin menyimpulkan beberapa kelebihan dan kekurangan batako press. Bisa Anda simak bersama-sama pada ulasan berikut ini.

Baca juga : Kelebihan Batu Bata Merah

Batako Press 

Material dinding menggunakan batako press biasanya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang di cetak padat (di press). Selain itu, ada juga yang mencampurkan bahannya dengan batu tras, kapur, air, hingga semen dan batu bara. Dengan bahan tersebut seringkali terdapat keretakan di dinding. Batako press dipilih untuk memperingan beban struktur bangunan dan mengurangi adanya sisa material saat pembuatan dinding.

Baca juga : Panduan Menghitung Kebutuhan Batako

Kelebihan batako press:

  • Ukurannya lebih besar daripada bata merah sehingga membutuhkan lebih sedikit batako dan material perekat saat pembangunan
  • Ukurannya cenderung sama dan cetakannya lebih rapi dibandingkan bata merah
  • Dengan ukuran yang lebih besar, maka akan menghemat waktu dan tenaga saat melakukan pembangunan
  • Lebih mudah dipotong dengan rapi
  • Kedap air sehingga meminimalisir perembesan air hujan
  • Lebih ringan dibandingan bata merah (karena ada rongga di bagian tengah/dalam)

Kekurangan batako press:

  • Mudah terjadi retak
  • Mudah dilubangi dan pecah karena terdapat rongga di bagian tengah/dalamnya
  • Menyerap panas, sehingga membuat ruangan lebih panas saat musim panas

Baca juga : Mengenal Material Semen Mortar

arsitek jogja

Intip Desain Rumah Jawa

Categories: Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
arsitek jogja

arsitek jogja

INTIP DESAIN RUMAH JAWA

Arsitek Indo Kontraktor – Desain rumah jawa ini sangat banyak peminatnya. Mengangkat tinggi nilai jawa tentunya akan sangat menjadi asik rumah kita. Salah satu rumah jawa adalah joglo. Sangat khas bukan jika Anda melihat rumah dengan konsep joglo? Nah ingin mendesain rumah dengan konsep joglo? Anda bisa desainkan kepada kami Arsitek Indo Kontraktor, yuk konsultasikan segera KLIK DISINI.

Hierarki Atap Rumah

Sesuai dengan struktur masyarakat Jawa dan tradisinya, rumah-rumah tradisional Jawa diklasifikasikan menurut bentuk atap mereka dari yang terendah ke tertinggi, yaitu Kampung, Limasan, dan Joglo.

Contoh model rumah kampung (Sumber: gambarrumahideal.blogspot.co.id)Contoh model rumah kampung (Sumber: gambarrumahideal.blogspot.co.id)

Rumah Kampung. Atap rumah Kampung diidentifikasikan sebagai rumah dari rakyat biasa. Secara struktural, atap Kampung adalah atap yang paling sederhana. Atap puncak rumah Kampung bersandar pada empat tiang tengah dan ditunjang oleh dua lapis tiang pengikat. Bubungan atap didukung penyangga dengan sumbu Utara-Selatan yang khas. Struktur ini dapat diperbesar dengan melebarkan atap dari bagian atap yang ada.

Rumah Limasan (Sumber: www.jualrumahlimasan.com)Rumah Limasan (Sumber: www.jualrumahlimasan.com)

Rumah Limasan. Atap Limasan digunakan untuk rumah-rumah keluarga Jawa yang memiliki status lebih tinggi. Jenis rumah ini adalah jenis yang paling umum untuk rumah Jawa. Denah dasar empat tiang rumah diperluas dengan menambah sepasang tiang di salah satu ujung atap.

Rumah Joglo (Sumber: purevillatravel.com)Rumah Joglo (Sumber: purevillatravel.com)

Rumah Joglo. Atap Joglo adalah bentuk atap yang paling khas dan paling rumit. Atap joglo dikaitkan dengan tempat tinggal bangsawan (Keraton, kediaman resmi, bangunan pemerintah, dan rumah bangsawan Jawa atau nigrat). Saat ini pemiliknya tidak lagi terbatas pada keluarga bangsawan, tetapi siapa saja yang memiliki cukup dana untuk membangunnya. Sebab, untuk membangun rumah Joglo dibutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak dan lebih mahal.

Atap Joglo memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari 2 jenis atap sebelumnya. Atap utama lebih curam, sementara bubungan atap tidak sepanjang rumah Limasan. Di empat tiang utama yang mendukung atap di atasnya terdapat susunan khas berupa tiang-tiang berlapis yang diartikan sebagai tumpang sari. Selain itu, jika rumah Joglo terjadi kerusakan, proses perbaikan tidak boleh mengubah bentuk semula. Orang Jawa percaya, melanggar aturan ini akan menimbulkan pengaruh yang kurang baik pada penghuni rumah.

Layout dari kompleks rumah tradisional Jawa.Layout dari kompleks rumah tradisional Jawa. Ket: 1. lawang pintu 2. pendopo 3. peringgitan 4. emperan 5. dalem 6. senthong 7. gandok 8. dapur (Sumber: www.wikiwand.com)

Bangunan rumah

Tidak berbeda dengan rumah tradisional Bali, rumah Jawa biasanya dibangun dalam suatu kompleks berdinding. Bahan untuk dinding pelindung kompleks rumah dibuat dari batu untuk rumah orang kaya, atau terbuat dari bambu dan kayu.

Rumah tradisional orang Jawa yang ideal terdiri atas tiga bangunan utama, yaitu omah, pendapa, dan peringgitan.

Pendopo rumah Joglo (Sumber: www.boombastis.com)Pendopo rumah Joglo (Sumber: www.boombastis.com)

Pendopo. Pendopo atau pendapa adalah sebuah paviliun yang terletak di bagian depan kompleks. Tempat ini digunakan untuk menerima tamu, pertemuan sosial, atau pertunjukan ritual. Pendopo menggunakan atap joglo dan hanya terdapat di kompleks rumah orang kaya. Di beberapa daerah perkotaan yang padat, dinding batu biasanya akan didirikan di sekitar pendopo.

Pringgitan (Sumber: jejakbocahilang.wordpress.com)Pringgitan (Sumber: jejakbocahilang.wordpress.com)

Pringgitan. Pringgitan adalah ruang yang menghubungkan antara pendopo dengan omah. Peringitan merupakan tempat untuk ringgit, yang memiliki arti wayang atau bermain wayang. Pringgitan memiliki bentuk atap kampung atau limasan.

Teras di Omah Adat Jawa (Sumber: i0.wp.com)Teras di Omah Adat Jawa (Sumber: i0.wp.com)

Omah. Omah adalah rumah utama. Kata omah berasal dari Austronesia yang berarti “rumah”. Omah biasanya memiliki tata letak persegi atau persegi panjang dengan lantai yang ditinggikan. Bagian tengah omah menggunakan bentuk atap limasan atau joglo. Daerah di bawah atap dibagi oleh bilah-bilah dinding menjadi daerah dalam dan luar.

Interior rumah joglo (Sumber: pinterest.com)Interior rumah joglo (Sumber: pinterest.com)

Dalem.Dalem adalah bangunan tertutup dan dibagi lagi sepanjang poros Utara dan Selatan menjadi daerah-daerah yang berbeda. Pada model rumah kampung dan limasan, pembagian ini digunakan untuk membedakan antara bagian depan dan belakang. Namun, pada rumah joglo terdapat tiga pembagian yang lebih rumit, antara depan, tengah, dan belakang.

Bagian Timur depan dalem adalah tempat berlangsungnya kegiatan semua anggota keluarga dan tempat semua anggota keluarga tidur pada sebuah ranjang bambu, sebelum pubertas anak-anak. Bagian tengah dalem rumah joglo ditegaskan oleh empat tiang pokok. Saat ini, bagian itu tidak lagi memiliki kegunaan khusus. Namun, secara tradisional daerah ini merupakan tempat pedupaan yang dibakar sekali seminggu untuk menghormati Dewi Sri (dewi padi), juga merupakan tempat pengantin pria dan wanita duduk pada upacara pernikahan.

Senthong Tengah (Sumber: popyaly.blogspot.co.id)Senthong Tengah (Sumber: popyaly.blogspot.co.id)

Senthong. Senthong merupakan bagian belakang omah yang terdiri dari tiga ruangan tertutup. Senthong Barat merupakan tempat menyimpan beras dan hasil pertanian lain, sementara peralatan bertani disimpan di sisi Timur. Senthong secara tradisional merupakan ruangan yang dihias semewah mungkin dan dikenal sebagai tempat tinggal tetap Dewi Sri. Pasangan pengantin baru terkadang tidur di senthong tengah.

Di bagian luar atau belakang kompleks terdapat beberapa bangunan lain seperti dapur dan kamar mandi. Sebuah sumur biasanya ditempatkan di sisi Timur. Sumur sebagai penyedia air dianggap sebagai sumber kehidupan dan selalu menjadi hal pertama yang diselesaikan ketika membangun sebuah kompleks rumah baru. Jika jumlah anggota keluarga atau kekayaan keluarga bertambah, bangunan-bangunan tambahan (gandhok) dapat ditambahkan.

Sumber :

https://en.wikipedia.org

http://1001indonesia.net

WhatsApp chat