desain rumah jogja

Punya Furniture Ukiran Begini Cara Merawatnya

Categories: Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Punya Furniture Ukiran Begini Cara Merawatnya

Furniture berukir memiliki nuansa klasik dan penggemarnya sendiri. Kita memiliki Kota Jepara yang terkenal dengan keindahan furniture ukirannya. Pertanyaannya, bagaimana cara kita merawat furniture ukiran kita? Karena, di sela-sela ukirannya pasti tetap membutuhkan perawatan bukan?.

Dalam beberapa tema tulisan sebelumnya, kita sudah membahas beberapa cara untuk merawat furniture kayu, misalnya dengan menggunakan minyak goreng dan jeruk lemon di Cara Alami Merawat Furniture Kayu atau kita bisa menggunakan teh di artikel 8 Manfaat Teh untuk Perabotan. Semua cara diatas sangat mudah dan sekaligus ekonomis.

Nah, bagaimana merawat furniture yang berukir, apakah ada perbedaannya? Kita bisa melakukan cara simple dan ekonomis di bawah ini, yaitu sebagai berikut.

Pertama, Siapkan kain halus dan semir sepatu yang padat. Sebagai catatan, warna dari semir sepatu kita sesuaikan dengan warna furniture yang ingin kita poles.

Kedua, Sikat seluruh permukaan furniture dengan sikat halus yang bertujuan menghilangkan dulu semua debu yang menempel.

Ketiga, Gosok dengan semir sepatu, bisa dengan menggunakan sikat semir atau sikat gigi yang halus.

Keempat, Gosok kembali dengan kain halus untuk menghilangkan sisa semir yang masih menempel.

Baca juga 5 Kiat Membeli Furniture Baru

Catatan tambahan dalam hal ini adalah jika furniture terbuat dari kayu berwarna putih atau kuning, maka ganti semir sepatu dengan menggunakan kemiri yang sudah ditumbuk halus. Balut kemiri yang sudah lumat dan mengeluarkan minyaknya dengan kain halus. Gosokkan ke seluruh permukaan furniture dan keringkan.

Menciptakan Hunian Asri, Sehat, dan Nyaman

Categories: Tags: , , , ,

Sebuah hunian bukan cuma sekadar hunian asri, sehat dan nyaman, melainkan juga sehat. Di sisi lain, rumah ideal juga haruslah ramah lingkungan. Memang, pada praktiknya, ketiga faktor tersebut sangatlah relatif. Namun, ada juga lho beberapa kriteria rumah ideal yang bisa Anda terapkan di rumah. Berikut adalah lima cara mudah dalam mewujudkan hunian indah, sehat, dan nyaman.

Fungsi Ruang

Rancanglah interior rumah sesuai dengan fungsi ruang. Sebagai contoh, penempatan jendela besar pada ruang tidur yang menghadap ke luar area. Bukan hanya dapat memanjakan mata dengan pemandangan cantik dan meneduhkan, cara ini juga didapati mampu mereduksi stres dan menciptakan suasana rileks dan tenang.

Perhatikan pula faktor pencahayaan. Bagaimana pun, jendela besar bukan hanya membuka jalan bagi keluar-masuk angin. Lebih dari itu, cara ini bahkan mampu menghemat energi listrik, dengan menciptakan celah bagi cahaya untuk masuk ke ruangan.

Warna

Ada banyak faktor penunjang hunian ideal. Salah satunya, warna. Tidak dapat dimungkiri, pemilihan warna tidak hanya memengaruhi keindahan sebuah hunian, melainkan juga psikologi penghuninya.

Sebagai salah satu tips, Anda dapat meniru konsep clean look dengan dominasi warna putih. Nah, penambahan warna-warna cerah–melalui aksen bantal sofa, meja tamu, dsb–sebagai pendukung juga mampu membuat ruangan tampil lebih dinamis dan ceria.

Material Bangunan

Selain kokoh dan tahan lama, disarankan untuk memilih material bangunan yang aman bagi kesehatan. Sebagai ilustrasi, salah memilih cat bisa berdampak pada sesak napas lantaran bau–apalagi jika Anda penderita asma.

Sirkulasi Udara

Biarkan udara mengalir memasuki setiap ruang Anda. Nah, agar lebih maksimal, usahakan ada ventilasi silang pada ruang, baik secara horizontal maupun vertikal.

Adapun penggunaan inner court di tengah bangunan depan dan belakang dapat Anda jadikan inspirasi untuk menghadirkan sirkulasi udara dan cahaya yang mumpuni. Bukan hanya memungkinkan setiap ruangan mendapatkan jendela secara alami, cara ini juga mampu meminimalkan panas, pengap, atau justru lembap yang mengganggu kenyamanan penghuni. Kadang kala, terlalu banyak bukaan justru berisiko mendatangkan panas dan silau. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan kanopi atau tirai untuk menghalau cahaya Matahari.

Ruang Terbuka Hijau

Pada praktiknya, keberadaan ruang terbuka hijau di area rumah adalah hal penting. Tidak sekadar penambah nilai estetika ruang, melainkan juga menciptakan mood yang baik bagi penghuni di dalamnya. Di sisi lain, keberadaan tanaman hijau juga mampu meminimalkan polusi, bakteri, bahkan virus di dalam ruangan.

Ciptakan Ruang Kerja Produktif di Rumah

Categories: Tags: , , , , , , , ,

Tidak dapat diingkari, meja yang berantakan, penerangan buruk, bahkan suara berisik dari penghuni rumah bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan Anda bekerja di rumah.

Tentunya Anda tidak perlu khawatir. Dengan sedikit usaha, Anda tetap bisa lho menyulap ruangan di rumah menjadi ruang kerja produktif.

Pemilihan Warna

Banyak studi mengungkap, warna mampu memengaruhi suasana hati penghuninya. Nah, dengan alasan tersebut, maka penggunaan warna pada dinding, pintu, serta furniture ruang kerja haruslah diperhitungkan dengan matang.

Adapun Angela Wright, seorang psikolog warna menjelaskan, pemilihan warna cerah pada ruang kerja ditengarai mampu merangsang produktivitas. Namun, jika Anda menginginkan suasana yang lebih tenang, ada baiknya memilih warna-warna kalem, seperti hijau atau biru pastel.

Penerangan yang Cukup

Jangan pernah bekerja dalam keadaan gelap. Di siang hari, biarkan cahaya alami masuk ke ruangan kerja Anda secara maksimal. Setidaknya, banyak studi membuktikan, terpapar cahaya Matahari langsung saat bekerja berdampak pada peningkatan energi, kreativitas, dan produktivitas.

Adapun ketika malam, biarkan cahaya datang bukan hanya dari satu lampu saja. Bahkan jika memungkinkan, Anda dapat memasang lampu LED. Bagaimana pun, bekerja di ruang gelap akan memengaruhi proses penglihatan dan membuat mata cepat lelah. Secara lebih lanjut, mata yang lelah akan berdampak pada penurunan kondisi fisik, bahkan produktivitas.

Satu catatan, jangan biarkan cahaya masuk terlalu banyak dan terang. Sekalipun itu adalah cahaya alami, ruangan yang terlalu terang tentu tidaklah baik bagi Anda.

Sirkulasi Udara

Bukan hanya menurunkan fokus, sirkulasi udara yang buruk juga dapat membuat orang mudah mengantuk dan cepat bosan. Karenanya, sebisa mungkin, biarkan tubuh Anda menghirup udara segar.

Untuk menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik, Anda dapat menambahkan atap kaca atau jendela/lubang tambahan. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, Anda bisa mengubah posisi meja kerja agar sedekat mungkin dengan jendela.

Furniture yang Menunjang

Temanya memang bekerja di rumah. Namun, agar produktivitas semakin melonjak, tidak ada salahnya merancang ruang kerja agar mirip kantor sungguhan.

Untuk mewujudkan ruang kerja yang ideal, Anda dapat memilih beberapa furniture penujang. Ini meliputi rak buku yang ditempatkan di belakang Anda, meja kerja dengan beberapa laci, white board atau papan to-do-list, serta storage lain, seperti kotak pensil dan box aksesori. Tidak apa jika itu hanyalah furniture murah yang Anda dapatkan di toko barang bekas.

Ruang Kerja Alternatif

Wajar bila ada kalanya, Anda merasa jenuh saat harus bekerja tanpa henti. Bagaimanapun, Anda tetap membutuhkan penyegaran untuk menjaga diri dari risiko sakit atau justru stres.

Nah, ada baiknya Anda menyediakan satu ruang alternatif untuk penyegaran. Tempatnya bisa di pojok/sudut ruang–atau justru di tengah-tengah ruang. Ini bisa berupa sofa santai dengan bantal sofa, satu set mini home theatre, radio, booth, kursi, dsb.

Lakukan Kebiasaan Ini Agar Rumahmu Tetap Bersih!

Categories: Tags: , , ,

Tidak semua orang mampu untuk membayar asisten rumah tangga untuk membersihkan rumah mereka secara rutin. Karena itu Anda perlu membersihkannya sendiri. Membersihkan rumah masih dipandang sebagai “tugas” sehingga terasa memberatkan, bukan dilihat sebagai bagian dari aspek meningkatkan kualitas hidup. Memelihara kebersihan rumah perlu dijadikan kebiasaan. Berikut 5 kebiasaan yang harus dilakukan agar rumah tetap bersih:

Pastikan Peralatan Kebersihan Berkualitas

Membersihkan rumah dengan peralatan kebersihan yang sudah usang dan kotor justru akan membuat rumah Anda semakin kotor. Karena itu perlu juga diperhatikan kualitas dan kebersihan dari setiap peralatan seperti sapu, kain pel, lap dan lain sebagainya. Bila memang tidak dapat dipakai lagi, Anda bisa membeli yang baru, kegiatan bersih-bersih di rumah pasti akan lebih menyenangkan jika menggunakan peralatan baru.

Menjadwalkan Kegiatan Membersihkan Rumah

Jangan membersihkan dan merapikan seluruh ruangan di rumah hanya dalam satu hari. Jadwalkan waktu untuk kegiatan ini (cleaning schedule), misalnya dalam satu minggu ada satu hari yang menjadi “Hari Membersihkan Rumah”. Di minggu pertama, kamar-kamar tidur yang dibersihkan, minggu berikutnya kamar mandi, minggu berikutnya loteng dan gudang.

Ajak Keluarga Berpartisipasi

Ajak setiap anggota keluarga untuk selalu menyimpan kembali barang yang telah digunakan di rumah. Ajarkan anak-anak untuk merapikan mainan mereka sendiri, menaruh baju kotor di tempatnya dan membuang sampah di tempat sampah. Peran keluarga yang berpartisipasi akan meringankan beban Anda dalam membersihkan rumah.

Mengelola Tugas

Banyak orang berpikir membersihkan rumah adalah pekerjaan yang sangat besar. Padahal, yang Anda perlukan adalah memulainya dari hal-hal kecil. Misalnya, kamar tidur, mulailah membereskan tempat tidur, kemudian rapikan lemari pakaian. Setelah itu rapikan ruang kerja, seperti dokumen-dokumen, dan peralatan kerja lainnya. Lanjutkan kegiatan membersihkan ruangan lainnya di hari berikutnya.

Jadikan Kegiatan Membersihkan Rumah Sebagai Sesuatu yang Menyenangkan

Pasang musik yang dapat didengarkan dan disukai setiap anggota keluarga saat kegiatan membersihkan rumah dilakukan. Sehingga Anda dan keluarga tidak terasa sedang “bekerja” melainkan sedang melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama-sama. Yup, kegiatan bersih-bersih tetap bisa dilakukan dengan fun! Bahkan bisa menjadi family time yang berkualitas.

Rumah dengan Gaya Vintage

Categories: Tags: , , , , , ,

Sudah banyak tempat- tempat yang menggunakan dekorasi vintage sepeti di restoran maupun cafe-cafe. Tidak hanya terkesan klasik dan menarik, dekorasi bergaya vintage juga membawa suasana nyaman dan tenang. Dekorasi bergaya vintage inipun akhirnya diaplikasikan ke dalam dekorasi rumah. Berikut akan dibagikan inspirasi rumah bergaya vintage.

Bahan Dasar Rumah Vintage

Anda pasti sudah tahu bahwa bahan dasar dari rumah vintage adalah kayu karena kayu merupakan bahan dasar yang dapat memperlihatkan kesan yang kuno.? Anda juga dapat menggunakan bahan kayu ini sebagai bahan dasar untuk dinding rumah serta lantai rumah Anda.

Pemilihan Warna Rumah Vintage

Pemilihan warna rumah menjadi kunci utama untuk dekorasi rumah Anda. Untuk rumah bergaya vintage, Anda dapat memilih warna putih atau kalem untuk warna dinding. Dengan pilihan warna dinding yang putih atau kalem tersebut, Anda dapat memilih berbagai warna untuk pernak-pernik dekorasi Anda. Pemilihan warna ini perlu diciptakan sesuai dengan konsep rumah yang Anda inginkan.

Furniture Rumah Vintage

Sama halnya dengan furniture untuk rumah bergaya vintage, meja serta kurs yang sesuai dengan konsep vintage, tentunya menggunakan bahan yang terbuat dari kayu. Tapi, Anda juga dapat merenovasikan furniture untuk ruang tamu atau ruang keluarga dengan memilih kursi sofa dan menambahkan dengan meja kayu atau kaca yang tentunya tetap dapat memberikan kesan yang kuno. Selain itu, lampu juga menjadi bagian penting untuk menentukan gaya vintage di rumah Anda. Penambahan karpet serta rak panjang juga dapat Anda lakukan untuk menambah variasi vintage rumah Anda.

Tempat Tidur Rumah Vintage

Untuk bagian kamar, Anda dapat memulainya dengan tempat tidur yang akan Anda gunakan. Anda dapat mencoba menggunakan tempat tidur dengan design tempat tidur dari besi. Design yang satu ini memiliki design tempat tidur yang klasik sehingga kesan vintage lebih terlihat. Anda juga dapat menambahkan tirai pada tempat tidur Anda serta pilihlah selimut dengan konsep renda-renda.

Pernak – Pernik Rumah Vintage

Pernak – pernik ruangan seperti hiasan dinding, hiasan meja, atau berbagai dekorasi tambahan sangat penting dalam memberikan kesan penting pada ruangan. Pilihlah beberapa pernak-pernik yang unik untuk digunakan di rumah Anda. Jika Anda memiliki barang bekas yang sudah tidak terpakai lebih baik jangan langsung dibuang. Barang tersebut dapat juga dijadikan sebagai design tambahan rumah Anda.

Hindari Kesalahan Dekorasi Rumah Seperti Ini

Categories: Tags: , , , , , , ,

Tahukah Anda, sebenarnya banyak sekali kesalahan-kesalahan yang tidak kita sadari telah kita lakukan, dan justru membuat rumah tidak lagi tampak atraktif serta mengundang, kesalahan-kesalahan buruk saat mendekorasi. Seperti beberapa kesalahan yang akan dibahas dibawah ini :

Serambi atau Foyer yang tampak berantakan

Serambi atau area foyer yang sangat berantakan merupakan kesalahan paling fatal dan mimpi buruk bagi semua pemilik rumah. Situasi semacam itu akan memaksa Anda untuk menjelaskan banyak hal tentang kondisi rumah saat menyapa para tamu yang datang.

Foyer yang tampak tidak terkoordinasi dengan baik akan membuat rumah tampil jauh lebih kecil dari yang sebenarnya.

Penggunaan cermin dengan ukuran terlalu besar

Asumsi selama ini bahwa cermin besar pada bagian dinding bisa membuat rumah kecil terlihat lebih lapang dan luas, ternyata keliru. Menurut Jonathan dan drew, cermin besar pada bagian dinding justru terlihat dan membuatnya terasa seperti sebuah ruang tarian di tahun 80an.

Masih banyak cara untuk dapat memperlihatkan ruangan kecil terlihat lebih besar dan lapang. Namun, jika tetap bersikukuh berencana menggunakan cermin, pilihlah dan gunakanlah yang memiliki ukuran proporsional, sesuai dengan kondisi ruang.

“Wall-to-wall” Karpet

Karpet menjadi salah satu elemen dekoratif dengan banyak fungsi, salah satu yang terpenting adalah fungsi zonasi. Dekorasi  ruang menggunakan karpet, menjadi salah satu dekorasi yang paling mudah dan murah. Namun, hindari penggunaan karpet dengan ukuran yang terlalu lebar, terutama penggunaan karpet wall-to-wall. Hal ini telah lama berakhir.

Dekorasi rumah atau dekorasi interior saat ini tidak lagi menggunakan karpet dari “dinding-ke-dinding”, yang menampilkan dan memperlihatkan suasana ruang yang tidak estetik dan tampak aneh.

Wallpaper

Ada beberapa jenis wallpaper yang tidak cocok untuk Anda gunakan di rumah. Meski harganya cukup mahal dan memiliki kemampuan memberi kesan mewah pada ruangan, beberapa jenis wallpaper justru sebaliknya; menjadikan ruangan tidak lagi terlihat terlihat natural.

Cara terbaik jika memutuskan menggunakan wallpaper, pilihlah yang sesuai dengan pilihan gaya interior, atau yang tidak memiliki corak atau motif tidak terlalu ramai. Hindari penggunaan wallpaper jenis 3D, kecuali Anda berniat menjadikan ruangan sebagai arena bermain. Wallpaper 3D hanya cocok untuk kamar Anak-anak.

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline