cara membangun rumah joglo

Desain Rumah Jawa

Desain Rumah Jawa

Categories: Tag: ,

Desain Rumah JawaDESAIN RUMAH JAWA

Rumah Jawa – Siapa bilang jika rumah ada sudah mulai ditinggalkan? Justru sekarang semakin banyak lagi orang memilih untuk desain rumah jawa atau joglo. Karena memang desain rumah joglo ini unik dan lebih nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Nah bagi Anda yang ingin desain rumah Anda menggunakan desain konsep joglo, Anda bisa langsung hubungi kami KLIK DISINI.

Cara Bangun Rumah Jawa Joglo

1. Kombinasi Tampilan Kayu Berseni dengan Kolam Renang yang Modern

rumah joglo

Tampilan modern dan tradisional yang ditawarkan rumah yang satu ini sangatlah seimbang.

Keberadaan batu alam sebagai pondasi pun membuat tampilan rumah ini secara keseluruhan terlihat lebih natural.

Jika kamu menginginkan suasana bali di belakang rumah, desain yang satu ini harus dijadikan pilihan.

2. Rumah Joglo dengan Area Open Roof

rumah joglo

Rumah ini memiliki open roof yang terlihat sangat menarik dilihat dari luar.

Namun, focal point yang sebenarnya adalah atap joglo yang benar-benar mendominasi tampilan visual depan rumah.

Selain itu, aksen-aksen tanaman sansiviera juga menambah kesan natural yang dibutuhkan rumah ini.

3. Seperti Liburan Setiap Hari

rumah joglo

Bayangkan memiliki rumah dengan tampilan seperti ini.

Setiap hari akan terasa seperti liburan.

Di sini, kamu bisa menghabisakan waktumu bersantai di siang hari sambil minum es jeruk yang segar.

4. Suasana Asri yang Permanen

rumah joglo

(www.baliprivatevillas.com)

Pemilihan kaca transparan sebagai pengganti dinding adalah pilihan terbaik untuk menikmati desain yang satu ini.

Pasalnya, kamu bisa menikmati suasana asri yang ditawarkan desain rumah ini tanpa harus keluar ruangan.

Selain itu, kelambu putih yang menjadi pemanis ruangan tentunya membuat tampilan ruangan terasa lebih elegan.

5. Perpaduan Suasana Oriental Jepang dan Kearifan Lokalrumah joglo

Jika kamu bisan dengan tampilan modern dan tradisional dari budaya lokal, kamu bisa juga mencoba desain yang satu ini.

Memadukan tampilan oriental khas Jepang yang bisa dilihat dari susunan kayu pada gerbang depan ternyata bisa menjadi ide yang brilian.

Tidak hanya bekerja sebagai pemanis, konsep unik yang ditawarkan desain ini berhasil memadukan 3 perpaduan dengan seimbang.

6. Rumah dengan Suasana Malam yang Tenang

rumah joglo

Siapa bilang rumah joglo harus selalu memiliki atap dengan warna coklat?

Ternyata mengubah warna khas atap joglo bisa memberikan perubahan yang signifikan.

Warna hitam yang dipilih membuat rumah ini terlihat modern walaupun sentuhan tradisional pada atap cukuplah dominana.

Dengan kata lain, warna tersebut telah berhasil menyembunyikan kesan tradisional dengan cara yang elegan.

7. Tampilan Minimalis Modern dengan Sentuhan Lokal

Rumah yang satu ini merupakan hunian dengan perpaduan tradisional dan modern yang terasa berimbang.

Pasalnya, keberadaan atap joglo yang diaplikasikan secara dominan bisa diseimbangkan oleh desain minimalis pada bagian tubuh bangunan.

Selain itu, keberadaan taman minimalis di depan rumah seperti mempermanis tampilan hunian ini secara keseluruhan.

Pengertian Limasan Joglo

Pengertian Limasan Joglo

Categories: Tag: ,

Pengertian Limasan JogloPENGERTIAN LIMASAN JOGLO

Limasan Joglo – Pernahkah Anda mendengat istilah rumah adat joglo? Benar sekali, rumah joglo ini merupakan salah satu jenis rumah adat. Konsep rumah joglo ini masih digunakan loh! Kebanyakan orang juga menggabungkan antara limasan desain joglo modern.

5 Fakta Menarik Mengenai Rumah Jawa!

Tidak hanya itu, ada banyak hal yang mungkin belum pernah kamu dengar lebih dalam mengenai rumah Jawa. Nah, di artikel kali ini Kania akan membagikan fakta-fakta menarik soal rumah Jawa. Penasaran? Yuk, kita simak di bawah ini.

1. Atap rumah Jawa diyakini sebagai lambang status sosial penghuninya

Atap rumah Jawa memiliki banyak ragam model. Tetapi tahukah kamu bahwa atap-atap tersebut memiliki arti tertentu. Ya, perbedaan model atap rumah Jawa melambangkan status sosial penghuninya. Terdapat lima jenis rumah yang memiliki atap berbeda, yaitu Panggang Pe, Kampung, Limasan, Joglo, dan Tajug.

Atap rumah Panggang Pe merupakan atap yang paling sederhana dibanding empat model lainnya karena berbentuk miring ke satu sisi atau berat sebelah. Biasanya rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus warung untuk berjualan. Rumah Kampung merupakan rumah rakyat biasa yang memiliki bentuk atap seimbang antara sisi kiri dan kanannya sehingga membentuk segitiga runcing.

Atap Rumah Jawa Melambangkan Status Sosialblogspot.com

Rumah Limasan adalah rumah yang bisa dikatakan memiliki strata cukup tinggi dan paling banyak digunakan oleh rakyat Jawa. Berbeda dengan rumah Kampung, atap rumah Limasan menutupi bagian atas rumah pada empat sisinya dan berbentuk segitiga tumpul.

Rumah  Joglo adalah rumah yang paling mewah. Biasanya yang menempati rumah Joglo adalah bangsawan. Atap utamanya berbentuk curam dan tiang lanjutannya melandai tetapi tidak sepanjang rumah Limasan. Terakhir, rumah Tajug merupakan rumah yang kerap dipakai sebagai masjid. Rumah Tajug memiliki bentuk atap yang runcing dengan empat sisi.

2. Arsitektur rumah Jawa menginspirasi bangunan Kolonial Belanda

Rumah Jawa Mempengaruhi Arsitektuk Kolonial Belandablogspot.com

Saat masa kolonialisasi Belanda di Indonesia, para penjajah mendirikan banyak gedung dan rumah. Ternyata, mereka mengadopsi gaya arsitektur rumah Jawa, lho! Hal ini dikarenakan rumah Jawa punya bentuk bangunan yang mampu melawan terik panas matahari dan derasnya hujan. Meski terpapar panas dan hujan, rumah Jawa tetap memiliki sirkulasi udara yang baik di dalamnya.

3. Rumah Jawa sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno

Relief Rumah Jawa Candi Borobudurgoogle.com

Fakta ketiga ini bisa terlihat di relief Candi Borobudur. Relief tersebut menggambarkan rumah penduduk yang berbentuk seperti rumah Jawa sekarang, tetapi memiliki jarak antara tanah dengan rumah, atau dalam kata lain seperti rumah panggung. Bahan material rumah yang dipakai  saat itu adalah anyaman bambu atau kayu.

Rumah tersebut memiliki pola lantai berbentuk persegi panjang seperti rumah Jawa Limasan atau Joglo. Atapnya menggunakan atap rumah Limasan, Kampung, dan Tajuk.

4. Rumah Jawa terbagi dalam tiga bagian utama

Bagian Kompleks Rumah Jawagoogle.com

Sebuah rumah Jawa biasanya dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu pendapa, pringgitan, dan dalem. Pendapa merupakan teras atau paviliun yang terletak di depan rumah Jawa. Fungsi dari pendapa adalah untuk menerima tamu atau mengadakan pertemuan. Setelah memasuki pendapa, kamu akan masuk ke pringgitan.

Pringgitan adalah bagian yang menjadi penghubung antara pendapa dengan omah yang berfungsi sebagai tempat orang Jawa bermain wayang. Dalem adalah bagian utama yang berbentuk persegi atau persegi panjang yang berfungsi sebagai tempat penghuni tinggal.

5. Rumah Jawa kerap dikaitkan dengan keberadaan Dewi Sri

Rumah Jawa Berkaitan Dengan Dewi Sriwikipedia.org

Sebagian besar penghuni rumah Jawa bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menyimpan hasil panennya di rumah mereka. Mereka pun percaya bahwa dewi padi, Dewi Sri, mampu memberi kebahagiaan dan kemakmuran. Maka dari itu, ada bagian yang diperuntukkan bagi Dewi Sri yaitu ruangan krobongan.

Krobongan merupakan bagian dari senthong (kamar di di dalem) yang digunakan untuk memuja Dewi Sri. Ruangan ini dihias seindah mungkin karena diyakini sebagai tempat tinggal Dewi Sri di dalam rumah.

Pada intinya, rumah Jawa tidak sembarangan dibangun dan tidak terbatas pada estetikanya saja. Akan tetapi, rumah ini dibuat dengan makna dan penghitungan tertentu. Maka dari itu, kita patut menghargai warisan budaya yang sudah ada sejak lama ini. Yuk, kita lestarikan warisan budaya Indonesia!

WhatsApp chat