Memilih Bahan Material Bangunan

Memilih Bahan Material BangunanMEMILIH BAHAN MATERIAL BANGUNAN

Material Bangunan – Jika kita akan melakukan pembangunan, entah itu rumah, ruko, atau bangunan lainnya. Kita harus memperhatikan dalam segi pemilihan bahan material bangunan. Material bangunan ini menjadi penentu kualitas suatu bangunan juga loh! Untuk itu Anda perlu memperhatikan rasionalisasi dalam pemilihan material bangunan

Komponen Biaya Pembangunan Gedung Baru

Komponen biaya untuk pembangunan gedung baru dapat dilihat pada Gambar 1, di mana terdapat tiga tipikal bangunan yaitu bangunan Industri, misalnya pabrik atau gudang; Rumah Tinggal dari yang sederhana hingga rumah mewah; dan Bangunan Perkantoran. Tipe bangunan tersebut dibedakan berdasarkan bentuk atau desainnya, bukan berdasarkan fungsi peruntukannya semata, misal bila ada bangunan rumah yang difungsikan sebagai perkantoran maka tetap masuk kategori Rumah Tinggal, sebaliknya bila ada bangunan kantor yang difungsikan sebagai tempat tinggal maka tetap masuk kategori Perkantoran. Semua bentuk tipikal bangunan mengacu pada design yang umum di Indonesia . Lingkup pembangunan gedung baru adalah dari tanah kosong sampai menjadi gedung siap pakai, atau perluasan yang dimulai dari pekerjaan pengolahan tanah sampai dengan bangunan jadi, mencakup seluruh kelengkapan gedung termasuk elektrikal (specialties), namun tidak mencakup furnishing (mebel), alat atau mesin diluar bagian bangunan (mesin produksi, dan auxiliary lain).

Dari ketiga tipikal bangunan tersebut dapat dilihat bahwa masing-masing tipe bangunan memiliki proporsi biaya yang berbeda, untuk bangunan industri terlihat bahwa komponen struktur menjadi penentu utama karena proporsinya sebanyak 46.19% dari total biaya keseluruhan bangunan, pemilihan struktur yang ekonomis diperlukan untuk dapat menghasilkan penghematan yang signifikan. Sementara untuk bangunan rumah tinggal maupun office, komponen struktur juga tinggi, namun masih lebih dekat dengan komponen lainnya sehingga pertimbangan pengurangan biaya juga dapat difokuskan ke komponen yang lain.

left

Komponen Masonry merupakan komponen yang menempati biaya menengah, di mana pada bangunan industri sebesar 6.15%, pada rumah tinggal sebesar 13.98% dan pada bangunan perkantoran sebesar 9.72%. Komponen biaya Masonry dalam gambar 1 mencakup biaya material Tembok / pasangan bata; beton rabat; plaster; acian; benangan; kol plint; cor depan pintu dan biaya pekerjaannya termasuk tukang dan pengawasan, namun tidak mencakup finishing cat atau wallpaper.

Dari table 1 dapat dilihat secara umum komponen biaya material bata ringan terhadap harga dinding secara utuh adalah sekitar 42%. Dari table 1&2 dapat dilihat bahwa harga dinding pasangan bata ringan dengan bata merah hanya berbeda sedikit, di mana harga material bata merah lebih murah, namun semen-pasir-upah pasang dinding bata merah lebih mahal sehingga secara keseluruhan hampir sama.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa proporsi biaya komponen masonry berkisar 6% sampai 14% dari keseluruhan biaya bangunan, dan bila dijabarkan lebih lanjut proporsi biaya pengadaan bata ringan berkisar 2.5% sampai 5.9% dari keseluruhan biaya bangunan, tergantung tipe bangunan dan detail desainnya. Dengan demikian maka pertimbangan biaya masonry atau bata ringan bukan yang paling kritikal dalam pembangunan suatu gedung. Kenaikan atau penurunan harga bata ringan tidak akan memberikan pengaruh yang berarti terhadap biaya pembangunan gedung. Namun perlu diketahui bahwa dengan menggunakan bata ringan maka biaya struktur dapat berkurang , waktu pembangunan cenderung lebih cepat dan pengadaan lebih mudah karena bata ringan tersedia sepanjang tahun dan merupakan buatan pabrik, beda dengan bata merah yang semakin sulit didapat terutama saat musim hujan. Hal ini sangat perlu diketahui dan dipahami oleh para pemilik gedung, developer, operator kantor atau hotel karena akan mempengaruhi mutu gedung jangka panjang dan sebenarnya juga oleh kontraktor pelaksana pembangunan gedung karena dengan pemilihan tipe material dinding yang tepat, resiko terjadinya tambahan biaya perbaikan selama masa garansi lebih kecil. Pemilihan tipe bata ringan yang tepat sangat menentukan dalam kondisi layan dan maintenance gedung, yaitu ketika sudah selesai dibangun dan hendak ditempati. Hal ini akan dijelaskan pada bagian berikut ini.

Komponen Biaya Pada Saat Kondisi Layan

Pada saat gedung sudah difungsikan, energi akan menjadi biaya yang paling besar, karena digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang sangat lama. Penggunaan energi, baik berupa energi listrik, diesel oil, LPG dan LNG memerlukan biaya yang sangat besar pada saat sebuah gedung digunakan. Gambar 2 – 5 menunjukkan komponen biaya Heating, Ventilating and Air Conditioning (HVAC) untuk konsumsi listrik pada gedung-gedung : Perkantoran (offices) sebesar 43%, Rumah Sakit (hospitals) sebesar 47%, Universitas (universities) sebesar 50% dan Hotel (hotels) sebesar 52%. Dari ke empat bangunan ini terlihat bahwa penggunaan energi yang paling besar komponennya adalah HVAC. Pada gedung lainnya walaupun HVAC bukan terbesar, namun proporsinya sangat besar sehingga mempunyai pengaruh signifikan. Biaya HVAC ini menjadi sangat besar karena banyak gedung sudah menggunaan sistem penghawaan buatan karena tuntutan kondisi lingkungan. Di Indonesia suhu udara yang panas menyebabkan banyak gedung menggunakan AC yang selalu menyala sepanjang tahun.

Penghematan biaya energi dalam gedung idealnya dilakukan dalam kondisi tingkat layan yang setara, dalam arti pada suatu gedung, suhu diatur tetap nyaman, tingkat penerangan tetap mencukupi bagi penghuni untuk beraktifitas, alat-alat kantor tetap berjalan sehingga aktifitas bisnis tetap lancar dan sebagainya. Artinya untuk menghemat kita sebaiknya tidak langsung menghentikan atau mamangkas pemakaian suatu bentuk energi, namun harus diatur dengan baik, semisal untuk menghemat biaya listrik dari AC, sebuah hotel memutuskan untuk tidak menyalakan AC lagi, hal ini akan berakibat konsumen kecewa karena kepanasan dan tidak ada lagi yang mau datang ke hotel tersebut, akhirnya hotel itu akan menanggung kerugian yang sangat besar. Untuk menghemat biaya pemakaian bangunan dengan tidak mengorbankan tingkat layannya, kita dapat mengurangi biaya penerangan (lighting) dengan menggunakan lampu hemat energi misalnya lampu LED, yang menggunakan daya sangat kecil dan emisi panas rendah. Namun dampak penghematan yang lebih besar akan didapat dari pengurangan pemakaian energy HVAC. Memang teknologi terbaru pendingin udara (AC) dapat sedikit mengurangi biaya, semisal dengan menggunakan AC yang dilengkapi inverter, namun perlu dipertimbangkan mahalnya peralatan berteknologi tinggi tersebut, baik pengadaannya maupun maintenance dan suku cadang. Di Indonesia dan negara tropis lain penghematan energi dari penggunaan AC dapat dilakukan secara efisien dengan menerapkan konsep insulasi panas pada bangunan sehingga panas matahari yang masuk ke dalam gedung berkurang dan energi untuk pendinginan akan berkurang drastis. Desain bentuk gedung dan pemilihan material dinding akan menjadi faktor yang sangat berpengaruh.

Bata ringan dengan tingkat konduktivitas thermal yang rendah adalah kandidat untuk dapat memberikan penghematan energi dari sisi HVAC. Rata-rata bata ringan dengan berat jenis sekitar 600- 800 kg/m3 memiliki nilai rambatan panas sekitar 0.1-0.2 KCal/mh°C, dibandingkan dengan bata merah yang berat jenisnya 1800-2000 kg/m2 nilai rambatan panasnya 0.8-1.5 Kcal/mh°C. Dengan sifat rambatan panas yang rendah, maka dinding bata ringan menjadi insulator panas yang baik bagi gedung. Dengan berkurangnya panas yang masuk ke dalam gedung, beban kerja mesin pendingin berkurang sehingga akhirnya terjadi penghematan biaya yang cukup besar dalam komponen HVAC ini.

Maintenance

Salah satu faktor yang sering dilupakan adalah masalah maintenance dan kerusakan prematur dari bangunan. Bangunan semenjak awal selesai dibangun akan mengalami degradasi secara terus menerus karena terkena paparan cuaca dari lingkungan, akibat dari pemakaian ataupun umur alami material. Bangunan harus di desain untuk dapat menghadapi kondisi alam dan tingkat pemakaian yang normal sesuai tipe bangunan tersebut selama masa layannya. Masa layan untuk tiap-tiap bangunan tidak sama, tergantung fungsi / peruntukan dan tingkat kepentingannya, yang mana pada umumnya bangunan publik yang sangat penting memiliki masa layan lebih panjang dari rumah tinggal. Tidak semua bangunan disesain dengan masa layan yang sangat panjang karena pembangunannya akan menjadi terlalu mahal. Berikut adalah beberapa masa layan berbagai jenis bangunan menurut Dr. Y. P. Gupta (2012) :

Dari daftar di atas dapat dilihat bahwa bangunan dalam lingkup pembahasan kali ini, yaitu yang memiliki komponen dinding memiliki masa layan minimal 60 tahun. Masa layan lebih didasarkan dari umur keseluruhan bagian dari bangunan terlebih dari segi struktur, sedangkan dalam bangunan tiap material bahan bangunan memiliki umur alami yang berbeda-beda seperti atap metal selama 50 tahun, ducting / pipa air hujan selama 15 tahun, cat kayu selama 10 tahun dan sebagainya dalam kondisi normal yang artinya harus ada maintenance berkala untuk masing-masing bagian bangunan, baik karena umur alami tiap bagian atau bila ada kerusakan akibat kejadian eksternal seperti salah pakai, atau accident. Berbagai macam penyebab kegagalan premature gedung adalah sebagai berikut :

Beberapa kerusakan pada bangunan dapat dikategorikan sebagai kerusakan struktural maupun non- struktural, untuk kerusakan struktural harus segera dilakukan tindakan perbaikan atau retrofit (peningkatan kapasitas bangunan), sementara untuk kerusakan non-struktural tidak berpotensi bahaya secara langsung, namun bila dibiarkan, akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar dan akhirnya menimbulkan biaya yang lebih besar lagi untuk perbaikan.

Salah satu kerusakan terkait pemilihan material dinding yang tidak tepat adalah kerusakan akibat rembesar air. Ditunjukkan pada Gambar 6, rembesan ini dapat terjadi ketika menggunakan bahan dinding yang menyerap air dan bersifat kapiler. Air sedianya hanya ada dibagian bawah dekat lantai namun bisa diserap oleh dinding hingga naik ke atas dan dinding menjadi lembab. Kerusakan awal dapat dilihat dengan adanya bercak-bercak pada dinding, namun jika dibiarkan dinding akan berjamur, cat mengelupas, lapisan plasteran bisa lepas atau retak, dan bila berlangsung dalam waktu yang cukup lama dapat merembet ke elemen struktur sehingga terjadi korosi pada tulangan kolom, balok maupun plat lantai. Selain terhadap gedung, dinding yang lembab juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan penghuninya. Maintenance dan perbaikan untuk dinding yang mengalami rembesan air selain mahal juga cukup rumit karena untuk menemukan titik masuknya rembesan air tidak mudah .

Sebagai tambahan, material dinding dari bata ringan yang menyerap air dan bersifat kapiler juga memiliki kekurangan terkait desain kekuatan gedung. Suatu gedung yang didesain dengan dinding bata ringan cenderung menggunakan pembebanan rencana yang lebih rendah sehingga dapat menghemat biaya komponen struktur, artinya komponen struktur dibuat lebih kecil atau sedikit, menyesuaikan rencana beban. Bila kenyataannya dinding tersebut menyerap air dan bersifat kapiler, beratnya akan bertambah baik selama proses pembangunan atau selama masa layan, baik karena proses pengerjaan yang menggunakan air, terpapar air hujan ataupun karena dekat area basah seperti kamar mandi, dapur, dan sebagainya. Penghematan komponen struktur yang dilakukan pada dinding bata ringan yang menyerap air dan bersifat kapiler berpotensi resiko kegagalan struktur serius.

Kesimpulan

  • Pemilihan material penyusun bangunan perlu memperhatikan biaya keseluruhan yang ditimbulkan pada saat material tersebut digunakan yaitu meliputi saat pembangunan, pemakaian dan perawatan (maintenance).
  • Bata ringan baik untuk digunakan sebagai dinding bangunan karena mempunyai sifat konduktivitas thermal rendah sehingga akan mengurangi biaya pemakaian energi untuk HVAC.
  • Tahapan maintenance tidak boleh dilupakan, namun pemilihan material dinding yang tahan terhadap rembesan air dan rendah kapilaritasnya menjadi pilihan yang penting untuk mengurangi permasalahan pada bangunan secara keseluruhan.

JASA ARSITEK JOGJA – merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0878 3475 4624