Kenali Jenis-jenis Retakan Pada Tembok, Supaya Tepat Penanganannya!

Tembok Retak – Penyebab, Jenis dan Cara Mengatasinya - Alindra Bangunan

Jasa Arsitek JogjaRetak yang timbul pada dinding rumah ada berbagai bentuk. Ada yang membentuk sudut 45 derajat, ada yang berbentuk lurus dan mengarah ke bawah serta ada pula retakan yang sangat lembut dengan jumlah yang banyak serta memiliki arah yang tidak beraturan. Anda tidak perlu bingung. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memantau dan memperhatikan retaknya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis retakan yang terjadi serta bagaimana pula solusinya. Untuk itu mari kenali jenis-jenis retakan pada tembok, supaya tepat penanganannya!

 

Jenis – jenis Retakatan Tembok

1. Retak Horizontal

Retak jenis ini seringkali berhubungan dengan struktur, tetapi besar atau kecilnya pengaruh dari retak ini tergantung pada ada atau tidaknya pergerakan lateral dari struktur tersebut.

Jika tembok sudah bergerak kira- kira sepertiga dari tebalnya sehingga tembok tersebut tidak tegak lagi, maka tembok ini kemungkinan akan runtuh.

3. Retak Vertikal

Atau hampir vertikal hanya berhubungan dengan struktur apabila terjadi pergerakan lateral pada konstruksi tersebut.

Retak ini memiliki lebar yang sama dari atas sampai ke bawah dan biasanya tidak begitu lebar. Ini disebabkan oleh pergerakan yang biasa terjadi pada bahan bangunan.

Semakin kaku suatu bahan semakin besar kemungkinan terjadi retak. Bahan yang berpori dan bahan yang tidak begitu padat biasanya lebih fleksibel dan lebih kecil kemungkinannya untuk retak.

3. Retak Diagonal

Biasanya berhubungan dengan struktur. Retak ini disebabkan oleh penurunan yang tidak merata pada pondasi yang menyangga tembok tersebut.

Pada saat terjadi penurunan pada beberapa titik yang lemah, sedangkan titik lain pada tembok yang sama tidak terjadi penurunan karena ditopang oleh tanah atau pondasi yang kuat, maka terjadilah retak diagonal ini.

BACA JUGA  Kelebihan Serta Kekurangan Menggunakan Gypsum

 

Solusi Tembok Retak

solusi tembok retak

Setelah mengetahui apa saja penyebab dinding yang retak, tentu saja kamu juga haru memahami cara pencegahan dan perbaikannya.

1. Cari Tahu Penyebabnya

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memahami terlebih dahulu sumber dari kegagalan struktur. Lihat apakah keretakan atau lengkung terjadi pada elemen struktur, khususnya kolom dan balok. Selain itu, cek juga apakah retak hanya terjadi pada pasangan bata atau hanya pada plesteran atau acian. Terakhir, waspadai jika ada elemen lain pada dinding seperti pipa PVC atau kolom kayu.

2. Perkuat Struktur

Jika tembok yang retak disebabkan oleh kegagalan struktur, hal yang harus kamu lakukan adalah memperkuat struktur tersebut. Penguatan ini bisa berupa penebalan atau penambahan struktur. Jika kerusakan belum terlalu parah, kamu harus membongkar struktur yang rusak sebelum hal tersebut memengaruhi bagian lain dari rumah.

3. Bongkar Pasangan, Plester, dan Aci Ulang

Jika retak terjadi sampai pasangan bata, sebaiknya bongkar sebagian dinding dan ganti pasangan bata yang rusak. Pastikan jika pasangan bata baru sudah mengering dengan sempurna sebelum kamu memplester dan mengaci ulang. Jika retak disebabkan oleh plesteran dan pipa yang tidak cocok, lapisi pipa dengan kawat ayam sebelum memplester dan memplester dan mengaci ulang.

4. Tambal Retakan

Untuk memperbaiki tembok retak, lakukan hal ini:

  • Kupas cat sampai lapisan acian
  • Perlebar retakan dengan mengerik acian sepanjang retakan
  • Sisi lubangnya dengan acian (sering kali ditambahkan lem putih)
  • Setelah kering, cat ulang dinding tersebut dengan baik.

Semoga bermanfaat ya, simak terus tips dan inspirasi seputar desain dan konstruksi di Jasa Arsitek Jogja.