Jenis Batu Alam Untuk Bangunan Rumah

Jenis Batu Alam – Mempunyai rumah dengan konsep back to nature memang sangat unik dan terlihat fresh. Dengan menggunakan batu alam rumah yang berkonsep alam akan terlihat lebih menarik. Batu alam sendiri memiliki berbagai jenis.

1. Batu alam Palimanan

Nama batu alam ini diambil dari nama sebuah daerah di Kabupaten Cirebon, di mana batu alam ini ditambang. Ciri khusus batu alam Palimanan adalah kuning keemasan dan serat yang mirip dengan serat kayu. Namun, belakangan ini batu alam jenis ini cukup sulit didapatkan sehingga harganya selangit. Saat ini harga batu alam Palimanan bervariasi berdasarkan jenis, serat (ada yang alami dan ada yang buatan pabrik), dan ukurannya. Yang paling murah adalah berukuran 10 x 20 x 1,5 cm, yaitu mencapai Rp 77 ribu per meter persegi. Sedangkan batu alam Palimanan paling mahal telah diolah dipabrik sehingga memiliki motif simetris atau disebut anyam bilik. Harganya mencapai Rp 135 meter persegi untuk ukuran 20 x 40 x 1,5 cm.

2. Batu andesit

Batu andesit adalah jenis batu yang sangat populer untuk dekorasi interior maupun eksterior. Warnanya yang alami sebagai cladding untuk mendatangkan suasana natural. Saat ini, harga batu andesit bervariasi berdasarkan ukuran dan jenis motifnya, antara lain:
– Batu andesit polos bakar, ditawarkan dengan kisaran harga Rp 85 ribu per meter persegi (ukuran 15 x 30 cm) sampai Rp 180 ribu per meter persegi (ukuran 60 x 60 cm);
– Batu andesit bintik bakar, ditawarkan dengan kisaran harga Rp 90 ribu per meter persegi (ukuran 15 x 30 cm) sampai Rp 185 ribu per meter persegi (ukuran 60 x 60 cm).

3. Batu candi

Batu ini memiliki karakter berwarna hitam dan berpori. Ini adalah jenis batu alam yang terbentuk dari erupsi gunung berapi beratus tahun silam. Batu ini biasanya ditambang di sekitar area Jogjakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya. Batu candi saat ini ditawarkan dengan kisaran harga Rp 35 ribu per meter persegi (ukuran 10 x 20 cm) sampai dengan Rp 85 ribu per meter persegi (ukuran 30 x 60 cm).

4. Batu templek (lempeng)

Disebut batu templek karena jenis batu ini dipasang dengan cara ditempelkan secara acak di dinding. Meski demikian, pemasangan batu templek tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus dilakukan oleh seorang yang ahli di bidang ini. Batu ini terbentuk dari perubahan tekanan dan suhu panas bumi, kemudian dipotong dan dirapikan dengan bantuan mesin atau palu. Batu lempeng memiliki beberapa kelebihan, yaitu tahan terhadap panas, hujan, dan jamur. Selain itu, batu lempeng juga lebih terjangkau. Jenis batu lempeng dibedakan berdasarkan daerah di mana material ini diolah, yaitu:
– Batu lempeng Purwakarta, ditawarkan dengan harga sekitar Rp 60 ribu per meter persegi;
– Batu lempeng Garut, ditawarkan seharga Rp 65 ribu per meter persegi;
– Batu lempeng Salagedang, seharga Rp 65 ribu per meter persegi;
– Batu lempeng Malingping, ditawarkan dengan harga Rp 60 ribu per meter persegi;
– Batu lempeng Banjarnegara, seharga Rp 65 ribu per meter persegi.

5. Batu paras

Batu ini adalah jenis batuan sedimen, terbentuk dari pengendapan butiran-butiran pasir dan zat-zat kimia yang hanyut oleh air. Batu alam ini memiliki ciri warna cerah atau terang, umumnya berasal dari daerah Jogjakarta dan Palimanan. Mengingat batu ini termasuk batuan lunak, maka diperlukan perawatan ekstra. Harga batu paras juga relatif lebih tinggi dibandingkan jenis batu alam lainnya. Saat ini batu paras Jogja warna putih ditawarkan dengan kisaran harga Rp 80 ribu per meter persegi (10 x 20 x 1,5 cm) sampai dengan Rp 130 ribu per meter persegi (30 x 60 x 1,5 cm).