TIPS INTERIOR

Menghilangkan Bau Cat Baru Di Rumah

Categories: Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Menghilangkan Bau Cat Baru Di Rumah

Biasanya rumah yang baru di cat memiliki bau yang khas dan baunya menusuk hidung sehingga membuat orang yang menghirupnya terasa pusing dan mual. Banyak orang yang tidak tahan dengan bau rumah yang baru dicat ini. Untuk mengurangi bau cat rumah baru ini, bisa dicoba beberapa langkah mudah berikut:

1. Anda bisa mencoba untuk meletakkan beberapa mangkuk berisi larutan air dan garam di beberapa tempat dalam ruangan yang baru dicat.

2. Bila air dan garam masih belum mampu mengurangi bau cat tersebut, kita beralih ke cuka. Sifat cuka yang asam diharapkan dapat menetralisir bau cat yang tajam. Caranya dengan menuangkan cuka secukupnya pada sebuah mangkok dan letakkan cuka tersebut di tengah ruangan yang baru saja dicat.

3. Beberapa orang juga tidak menyukai aroma cuka, dan lebih memilih untuk menggunakan kopi. Campurkan bubuk kopi dan bubuk vanili ke dalam satu mangkuk. Aduk rata, kemudian letakkan mangkuk tersebut di sudut-sudut ruang yang baru dicat. Bila ruang yang dicat cukup besar, letakkan beberapa mangkuk tersebar di tiap-tiap sudut ruangan. Bila memungkinkan, Anda juga bisa memasukkan 2 sendok teh vanili bubuk ke dalam tiap 1 liter cat yang akan digunakan agar nantinya bau cat tersebut bisa tersamarkan oleh bau vanili bubuk.

4. Bila anda tidak berkeberatan dengan aroma bawang bombay, Anda bisa mencoba mengiris-iris bawang bombay lalu masukkan ke dalam air dan letakkan wadah berisi air rendaman bawang bombay ini ke ruangan yang baru dicat.

5. Untuk aroma yang lebih segar, anda bisa meletakkan sejumlah potongan buah nenas di setiap ruangan. Nenas dapat mempercepat menghilangkan bau cat, sekaligus juga dapat menyebarkan aroma segar. Aroma segar juga bisa diperoleh dengan cara meletakkan kulit jeruk, kulit lemonatau jeruk bali di dalam ruangan. Aroma jeruk yang segar dapat menghilangkan aroma cat dengan efektif.

Hadirkan Sentuhan Etnik di Rumah

Categories: Tags: , , , , , ,

Meski sentuhan etnik membuat rumah terlihat lebih cantik namun terkadang Anda masih ragu mengenai letak penataan yang benar supaya tidak terkesan berlebihan. Dekorasi rumah cantik dengan sentuhan etnik bisa Anda wujudkan dengan 3 trik berikut:

Gunakan Kayu Sebagai Material Utama Untuk Furniture

Salah satu elemen penting untuk menghadirkan kesan etnik pada rumah adalah dengan menggunakan furniture kayu. Anda dapat menggunakan kayu untuk furniture seperti meja kopi, kursi makan, sampai lampu meja.

Hiasi Rumah Dengan Aksesoris Etnik

Ada cara lain untuk bangkitkan nuansa etnik untuk rumah Anda. Caranya dengan melengkapi dekorasi rumah dengan aksesoris etnik. Aksesoris dapat menjadi faktor pendukung yang cukup penting untuk menghadirkan nuansa Indonesia di rumah. Anda dapat mencari pajangan atau hiasan ruangan etnik yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia seperti patung pengantin Jawa, lukisan bergaya Bali, dan masih banyak lagi.

Pilih Motif Dekorasi Rumah Yang Bernuansa Indonesia

Mewujudkan rumah bernuansa Indonesia dapat dilakukan dengan cara unik yang lebih modern. Misalnya, lewat motif-motif khas Indonesia. Ada banyak pilihan motif yang dapat mencerminkan Indonesia. Motifnya pun beraneka ragam mulai dari motif batik hingga motif aneka burung nusantara.

Menciptakan Hunian Asri, Sehat, dan Nyaman

Categories: Tags: , , , ,

Sebuah hunian bukan cuma sekadar hunian asri, sehat dan nyaman, melainkan juga sehat. Di sisi lain, rumah ideal juga haruslah ramah lingkungan. Memang, pada praktiknya, ketiga faktor tersebut sangatlah relatif. Namun, ada juga lho beberapa kriteria rumah ideal yang bisa Anda terapkan di rumah. Berikut adalah lima cara mudah dalam mewujudkan hunian indah, sehat, dan nyaman.

Fungsi Ruang

Rancanglah interior rumah sesuai dengan fungsi ruang. Sebagai contoh, penempatan jendela besar pada ruang tidur yang menghadap ke luar area. Bukan hanya dapat memanjakan mata dengan pemandangan cantik dan meneduhkan, cara ini juga didapati mampu mereduksi stres dan menciptakan suasana rileks dan tenang.

Perhatikan pula faktor pencahayaan. Bagaimana pun, jendela besar bukan hanya membuka jalan bagi keluar-masuk angin. Lebih dari itu, cara ini bahkan mampu menghemat energi listrik, dengan menciptakan celah bagi cahaya untuk masuk ke ruangan.

Warna

Ada banyak faktor penunjang hunian ideal. Salah satunya, warna. Tidak dapat dimungkiri, pemilihan warna tidak hanya memengaruhi keindahan sebuah hunian, melainkan juga psikologi penghuninya.

Sebagai salah satu tips, Anda dapat meniru konsep clean look dengan dominasi warna putih. Nah, penambahan warna-warna cerah–melalui aksen bantal sofa, meja tamu, dsb–sebagai pendukung juga mampu membuat ruangan tampil lebih dinamis dan ceria.

Material Bangunan

Selain kokoh dan tahan lama, disarankan untuk memilih material bangunan yang aman bagi kesehatan. Sebagai ilustrasi, salah memilih cat bisa berdampak pada sesak napas lantaran bau–apalagi jika Anda penderita asma.

Sirkulasi Udara

Biarkan udara mengalir memasuki setiap ruang Anda. Nah, agar lebih maksimal, usahakan ada ventilasi silang pada ruang, baik secara horizontal maupun vertikal.

Adapun penggunaan inner court di tengah bangunan depan dan belakang dapat Anda jadikan inspirasi untuk menghadirkan sirkulasi udara dan cahaya yang mumpuni. Bukan hanya memungkinkan setiap ruangan mendapatkan jendela secara alami, cara ini juga mampu meminimalkan panas, pengap, atau justru lembap yang mengganggu kenyamanan penghuni. Kadang kala, terlalu banyak bukaan justru berisiko mendatangkan panas dan silau. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan kanopi atau tirai untuk menghalau cahaya Matahari.

Ruang Terbuka Hijau

Pada praktiknya, keberadaan ruang terbuka hijau di area rumah adalah hal penting. Tidak sekadar penambah nilai estetika ruang, melainkan juga menciptakan mood yang baik bagi penghuni di dalamnya. Di sisi lain, keberadaan tanaman hijau juga mampu meminimalkan polusi, bakteri, bahkan virus di dalam ruangan.

Ciptakan Ruang Kerja Produktif di Rumah

Categories: Tags: , , , , , , , ,

Tidak dapat diingkari, meja yang berantakan, penerangan buruk, bahkan suara berisik dari penghuni rumah bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan Anda bekerja di rumah.

Tentunya Anda tidak perlu khawatir. Dengan sedikit usaha, Anda tetap bisa lho menyulap ruangan di rumah menjadi ruang kerja produktif.

Pemilihan Warna

Banyak studi mengungkap, warna mampu memengaruhi suasana hati penghuninya. Nah, dengan alasan tersebut, maka penggunaan warna pada dinding, pintu, serta furniture ruang kerja haruslah diperhitungkan dengan matang.

Adapun Angela Wright, seorang psikolog warna menjelaskan, pemilihan warna cerah pada ruang kerja ditengarai mampu merangsang produktivitas. Namun, jika Anda menginginkan suasana yang lebih tenang, ada baiknya memilih warna-warna kalem, seperti hijau atau biru pastel.

Penerangan yang Cukup

Jangan pernah bekerja dalam keadaan gelap. Di siang hari, biarkan cahaya alami masuk ke ruangan kerja Anda secara maksimal. Setidaknya, banyak studi membuktikan, terpapar cahaya Matahari langsung saat bekerja berdampak pada peningkatan energi, kreativitas, dan produktivitas.

Adapun ketika malam, biarkan cahaya datang bukan hanya dari satu lampu saja. Bahkan jika memungkinkan, Anda dapat memasang lampu LED. Bagaimana pun, bekerja di ruang gelap akan memengaruhi proses penglihatan dan membuat mata cepat lelah. Secara lebih lanjut, mata yang lelah akan berdampak pada penurunan kondisi fisik, bahkan produktivitas.

Satu catatan, jangan biarkan cahaya masuk terlalu banyak dan terang. Sekalipun itu adalah cahaya alami, ruangan yang terlalu terang tentu tidaklah baik bagi Anda.

Sirkulasi Udara

Bukan hanya menurunkan fokus, sirkulasi udara yang buruk juga dapat membuat orang mudah mengantuk dan cepat bosan. Karenanya, sebisa mungkin, biarkan tubuh Anda menghirup udara segar.

Untuk menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik, Anda dapat menambahkan atap kaca atau jendela/lubang tambahan. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, Anda bisa mengubah posisi meja kerja agar sedekat mungkin dengan jendela.

Furniture yang Menunjang

Temanya memang bekerja di rumah. Namun, agar produktivitas semakin melonjak, tidak ada salahnya merancang ruang kerja agar mirip kantor sungguhan.

Untuk mewujudkan ruang kerja yang ideal, Anda dapat memilih beberapa furniture penujang. Ini meliputi rak buku yang ditempatkan di belakang Anda, meja kerja dengan beberapa laci, white board atau papan to-do-list, serta storage lain, seperti kotak pensil dan box aksesori. Tidak apa jika itu hanyalah furniture murah yang Anda dapatkan di toko barang bekas.

Ruang Kerja Alternatif

Wajar bila ada kalanya, Anda merasa jenuh saat harus bekerja tanpa henti. Bagaimanapun, Anda tetap membutuhkan penyegaran untuk menjaga diri dari risiko sakit atau justru stres.

Nah, ada baiknya Anda menyediakan satu ruang alternatif untuk penyegaran. Tempatnya bisa di pojok/sudut ruang–atau justru di tengah-tengah ruang. Ini bisa berupa sofa santai dengan bantal sofa, satu set mini home theatre, radio, booth, kursi, dsb.

Lakukan Kebiasaan Ini Agar Rumahmu Tetap Bersih!

Categories: Tags: , , ,

Tidak semua orang mampu untuk membayar asisten rumah tangga untuk membersihkan rumah mereka secara rutin. Karena itu Anda perlu membersihkannya sendiri. Membersihkan rumah masih dipandang sebagai “tugas” sehingga terasa memberatkan, bukan dilihat sebagai bagian dari aspek meningkatkan kualitas hidup. Memelihara kebersihan rumah perlu dijadikan kebiasaan. Berikut 5 kebiasaan yang harus dilakukan agar rumah tetap bersih:

Pastikan Peralatan Kebersihan Berkualitas

Membersihkan rumah dengan peralatan kebersihan yang sudah usang dan kotor justru akan membuat rumah Anda semakin kotor. Karena itu perlu juga diperhatikan kualitas dan kebersihan dari setiap peralatan seperti sapu, kain pel, lap dan lain sebagainya. Bila memang tidak dapat dipakai lagi, Anda bisa membeli yang baru, kegiatan bersih-bersih di rumah pasti akan lebih menyenangkan jika menggunakan peralatan baru.

Menjadwalkan Kegiatan Membersihkan Rumah

Jangan membersihkan dan merapikan seluruh ruangan di rumah hanya dalam satu hari. Jadwalkan waktu untuk kegiatan ini (cleaning schedule), misalnya dalam satu minggu ada satu hari yang menjadi “Hari Membersihkan Rumah”. Di minggu pertama, kamar-kamar tidur yang dibersihkan, minggu berikutnya kamar mandi, minggu berikutnya loteng dan gudang.

Ajak Keluarga Berpartisipasi

Ajak setiap anggota keluarga untuk selalu menyimpan kembali barang yang telah digunakan di rumah. Ajarkan anak-anak untuk merapikan mainan mereka sendiri, menaruh baju kotor di tempatnya dan membuang sampah di tempat sampah. Peran keluarga yang berpartisipasi akan meringankan beban Anda dalam membersihkan rumah.

Mengelola Tugas

Banyak orang berpikir membersihkan rumah adalah pekerjaan yang sangat besar. Padahal, yang Anda perlukan adalah memulainya dari hal-hal kecil. Misalnya, kamar tidur, mulailah membereskan tempat tidur, kemudian rapikan lemari pakaian. Setelah itu rapikan ruang kerja, seperti dokumen-dokumen, dan peralatan kerja lainnya. Lanjutkan kegiatan membersihkan ruangan lainnya di hari berikutnya.

Jadikan Kegiatan Membersihkan Rumah Sebagai Sesuatu yang Menyenangkan

Pasang musik yang dapat didengarkan dan disukai setiap anggota keluarga saat kegiatan membersihkan rumah dilakukan. Sehingga Anda dan keluarga tidak terasa sedang “bekerja” melainkan sedang melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama-sama. Yup, kegiatan bersih-bersih tetap bisa dilakukan dengan fun! Bahkan bisa menjadi family time yang berkualitas.

Rumah dengan Gaya Vintage

Categories: Tags: , , , , , ,

Sudah banyak tempat- tempat yang menggunakan dekorasi vintage sepeti di restoran maupun cafe-cafe. Tidak hanya terkesan klasik dan menarik, dekorasi bergaya vintage juga membawa suasana nyaman dan tenang. Dekorasi bergaya vintage inipun akhirnya diaplikasikan ke dalam dekorasi rumah. Berikut akan dibagikan inspirasi rumah bergaya vintage.

Bahan Dasar Rumah Vintage

Anda pasti sudah tahu bahwa bahan dasar dari rumah vintage adalah kayu karena kayu merupakan bahan dasar yang dapat memperlihatkan kesan yang kuno.? Anda juga dapat menggunakan bahan kayu ini sebagai bahan dasar untuk dinding rumah serta lantai rumah Anda.

Pemilihan Warna Rumah Vintage

Pemilihan warna rumah menjadi kunci utama untuk dekorasi rumah Anda. Untuk rumah bergaya vintage, Anda dapat memilih warna putih atau kalem untuk warna dinding. Dengan pilihan warna dinding yang putih atau kalem tersebut, Anda dapat memilih berbagai warna untuk pernak-pernik dekorasi Anda. Pemilihan warna ini perlu diciptakan sesuai dengan konsep rumah yang Anda inginkan.

Furniture Rumah Vintage

Sama halnya dengan furniture untuk rumah bergaya vintage, meja serta kurs yang sesuai dengan konsep vintage, tentunya menggunakan bahan yang terbuat dari kayu. Tapi, Anda juga dapat merenovasikan furniture untuk ruang tamu atau ruang keluarga dengan memilih kursi sofa dan menambahkan dengan meja kayu atau kaca yang tentunya tetap dapat memberikan kesan yang kuno. Selain itu, lampu juga menjadi bagian penting untuk menentukan gaya vintage di rumah Anda. Penambahan karpet serta rak panjang juga dapat Anda lakukan untuk menambah variasi vintage rumah Anda.

Tempat Tidur Rumah Vintage

Untuk bagian kamar, Anda dapat memulainya dengan tempat tidur yang akan Anda gunakan. Anda dapat mencoba menggunakan tempat tidur dengan design tempat tidur dari besi. Design yang satu ini memiliki design tempat tidur yang klasik sehingga kesan vintage lebih terlihat. Anda juga dapat menambahkan tirai pada tempat tidur Anda serta pilihlah selimut dengan konsep renda-renda.

Pernak – Pernik Rumah Vintage

Pernak – pernik ruangan seperti hiasan dinding, hiasan meja, atau berbagai dekorasi tambahan sangat penting dalam memberikan kesan penting pada ruangan. Pilihlah beberapa pernak-pernik yang unik untuk digunakan di rumah Anda. Jika Anda memiliki barang bekas yang sudah tidak terpakai lebih baik jangan langsung dibuang. Barang tersebut dapat juga dijadikan sebagai design tambahan rumah Anda.

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline