Cara Mengatur Lighting Ruangan Part 1

Cara Mengatur Lighting Ruangan Part 1CARA MENGATUR LIGHTING RUANGAN PART 2

Lighting Ruangan – Hayooo… sudah kah Anda membaca artikel kita sebelumnya. Yuk alangkah lebih baiknya, Anda membaca artikel sebelumnya terlebih dahulu (Klik Disini). Baru melanjutkan pada artikel kita yang satu ini. Lanjutannya ya ….

8. Desain custom

Paduan bahan tembus cahaya dengan sumber cahaya akan menciptakan tampilan yang unik. Anda bisa menambahkan panel resin tembus cahaya dan backlighting untuk menciptakan karya seni yang memancarkan cahaya. Backlighting adalah pengaturan cahaya dari belakang objek. Teknik ini memberikan aksentuasi pada objek, misalnya untuk memunculkan siluet, memancarkan cahaya pinggir yang mempesona, dan menonjolkan objek.

9. Titik fokus terarah
Mengarahkan titik fokus (Sumber: tvdv.be)

9. Titik fokus terarah

Cahaya secara alami menarik kita dan menyiratkan perlindungan. Konsep ini dapat digunakan dalam setiap bagian rumah, tetapi juga sangat efektif di luar rumah, untuk menunjukkan jalan masuk, memperlihatkan tempat berkumpul, dan menyatakan hierarki di antara komponen bangunan.

Baca juga : Desain Ruangan Konsep Jepang

Untuk lorong dan area sirkulasi, cahaya ambient dapat digunakan untuk mengarahkan kita. Uplighting  adalah penempatan lampu yang sinarnya mengarah ke atas. Teknik ini banyak digunakan untuk menyorot dinding atau kolom dan menghasilkan cahaya yang secara keseluruhan relatif datar, namun menerangi dinding bertekstur dengan garis-garis cahaya lembut, mengarahkan gerakan dan menciptakan permukaan dinding dengan komposisi estetis.
Menciptakan efek dramatis dengan pencahayaan (Sumber: lampsplus.com)

Untuk lorong dan area sirkulasi, cahaya ambient dapat digunakan untuk mengarahkan kita. Uplighting  adalah penempatan lampu yang sinarnya mengarah ke atas. Teknik ini banyak digunakan untuk menyorot dinding atau kolom dan menghasilkan cahaya yang secara keseluruhan relatif datar, namun menerangi dinding bertekstur dengan garis-garis cahaya lembut, mengarahkan gerakan dan menciptakan permukaan dinding dengan komposisi estetis.

Baca juga : Bangun Pakai Jasa Arsitek Lebih Hemat

Anda juga bisa menggabungkan berbagai teknik pencahayaan pada area lorong dan sirkulasi untuk mengarahkan gerakan dan menciptakan efek dramatis.
Hierarki pencahayaan (Sumber: weheartit.com)

Anda juga bisa menggabungkan berbagai teknik pencahayaan pada area lorong dan sirkulasi untuk mengarahkan gerakan dan menciptakan efek dramatis.

10. Bulat itu biasa
Desain lampu persegi (Sumber: werq.co)

10. Bulat itu biasa

Anda mungkin sudah biasa dengan lampu bulat, tetapi itu bukan satu-satunya pilihan lagi. Lampu persegi sangat cocok dengan unsur geometris yang dominan pada langit-langit. Pencahayaan ini memiliki banyak pilihan jenis dan tidak memerlukan fitur khusus. Anda bisa menggunakan teknik ini pada pencahayaan tersembunyi, lampu tempel, lampu gantung, dan lainnya.

Baca juga : Cara Setting Ruangan Sempit

11. Cahaya latar belakang
Desain lampu kontemporer House Boz by Nico Van Der Meulen architects (Sumber: luxurytoday.org)

11. Cahaya latar belakang

Ketika anggaran terbatas pada interior rumah, sulit untuk berpikir tentang eksterior dan lanskap. Akan tetapi, pencahayaan outdoor sangat penting apabila rumah Anda memiliki ruang tamu dengan jendela kaca besar. Pada malam hari, dinding kaca pada ruang tamu akan tampak seperti bidang gelap jika tanpa penerangan. Tidak perlu banyak lampu, yang penting cukup terang terlihat dari dalam.

12. Desain bohlam unik
Desain bohlam Plumen (Sumber: visi.co.za)

12. Desain bohlam unik

Bola lampu sederhana atau bohlam, sebagaimana para ahli pencahayaan menyebutnya, juga perlu dimaksimalkan. Terlalu sering kita berupaya keras untuk menyembunyikan komponen penting ini.

Menggunakan bola lampu unik (bare bulb) yang berdaya rendah akan menonjolkan keindahan komponen dalamnya. Bohlam ini mungkin tidak sesuai untuk setiap ruang karena cahayanya yang cenderung redup, tetapi Anda bisa menggunakannya di kamar mandi.

Karena alasan lampu pijar yang tidak efisien, muncul rancangan baru lampu CFL yang estetis. Jenis ini dibuat oleh Plumen, di London, dan merupakan alternatif dekoratif yang mengagumkan.

Baca juga : Inspirasi Panel Untuk Ruangan

13. Tata cahaya ala museum
Pencahayaan pada Jupiter residence by Fava design group (Sumber: homeadore.com)

13. Tata cahaya ala museum

Pikirkan rumah Anda sebagai galeri seni dan aturlah pencahayaan khas museum. Anda bisa menggunakan teknik sidelight, downlight, atau frontlight untuk menciptakan sensasi tak terduga dan sangat dramatis. Akan lebih dramatis lagi apabila efek pencahayaan itu menerangi dinding bertekstur kayu atau batu.

14. Cahaya linier
Lampu LED linier pada jalan masuk (Sumber: jetsetter.com)

14. Cahaya linier

Lampu yang tertanam membentuk garis linier untuk menuntun masuk ke rumah. Berpikir di luar batas normal akan menciptakan hasil yang menarik, meski hanya dengan sentuhan sederhana.

15. Sedikit kalkulasi
Ide pencahayaan rumah (Sumber: bestofdiyideas.com)

15. Sedikit kalkulasi

Mengalami kesulitan mengetahui persisnya berapa banyak cahaya yang Anda butuhkan dalam sebuah ruang? Sebagai panduan secara kasar, hitunglah ukuran luas ruang dan kalikan jumlah tersebut dengan 1,5 untuk mendapatkan total watt yang diperlukan.

Ketika memilih perlengkapan CFL (compact fluorescent) atau LED (light-emitting diode), pastikan untuk memeriksa watt pijar yang setara dengan lampu ini. Misalnya, output cahaya 13-watt CFL setara dengan lampu pijar 60 watt. Jumlah watt mengukur berapa banyak daya yang digunakan bohlam, bukan jumlah cahaya yang dipancarkan. Jika Anda mampu membelinya, gunakan dimmer (perangkat untuk mengontrol level cahaya) pada setiap sirkuit untuk kontrol maksimum.

Baca juga : Inspirasi Tata Cahaya Ruang

 

JASA ARSITEK JOGJA – merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0878 3475 4624