Okt 5, 2019

Kegunaan Aluminium Untuk Atap Rumah

Kegunaan Aluminium Untuk Atap Rumah

Categories: Tag: ,

Kegunaan Aluminium Untuk Atap RumahKEGUNAAN ALUMINIUM UNTUK ATAP RUMAH

Aluminium Atap Rumah – Apa yang Anda ketahui tentang hubungan dari aluminium dengan atap rumah? Fungsi Aluminium Foil tersebut sebagai Isolasi Atap Bangunan, terbuat dari bahan yang kuat, elastis dan tahan air serta freon, Sehingga aman dan ramah lingkungan. Nah berikut adalah ulasan mengenai kegunaan aluminum untuk atap rumah Anda

Kegunaan Aeuminium Pada Atap Rumah

Pada siang hari suhu di dalam bangunan atau rumah seringkali mudah terasa lebih panas. Hal ini disebabkan perpindahan panas radiasi dari sinar matahari yang diterima atap kemudian diteruskan ke bawah bagian palfon (langit-langit) rumah. Di bawah terik matahari siang suhu di bagian atap dapat mencapai 70 derajat celcius.

Solusi untuk hal ini, salah satunya adalah penggunaan Aluminium Foil. Metode terbaik untuk memblokir sebagian besar panas adalah dengan memasang Aluminium Foil dibawah atap bangunan serta dengan memasang ventilasi yang memadai untuk atap.

Installation on Roof House (Web)

Menurut data, ternyata pada awalnya Aluminium Foil bukan sebagai penahan panas, Aluminium Foil lebih banyak dipakai sebagai penahan tampias atau kebocoran atap dari hujan. Tapi, kemudian dikembangkan juga sekaligus sebagai penepis panas. Di sejumlah negara bahan bangunan ini banyak dijadikan pilihan penepis radiasi panas. Salah satunya Australia, di negeri ini standar bangunan yang layak ditempati adalah yang menggunakan Isolasi Aluminium Foil.

Aluminium Untuk Atap

Jenis Aluminium Foil pada Rangka Atap :

Terdapat dua jenis umum Aluminium Foil yang sering digunakan pada konstruksi atap, khususnya rangka atap baja ringan, yaitu single side (satu sisi) dan double side (dua sisi). Untuk Aluminium Foil single side ditandai dengan hanya permukaan atasnya yang mengkilap berlapis Aluminium Foil. Sementara yang double side berarti kedua sisinya berlapis Aluminium Foil sehingga terlihat mengkilap pada kedua sisi. Keduanya memiliki fungsi yang sama.

Aluminium Foil double side dapat dijadikan sebagai material pendukung tampilan artistik di sejumlah bangunan, misalnya untuk mendapatkan tampilan ruangan dengan atap ekspose. Selain karena kekuatan juga karena kerapihan yang akan terlihat dari bawah. Aluminium Foil yang single side juga bisa digunakan tetapi harus berbahan dasar plastik karena lebih kuat dan terlihat rapi.

Rumah Berdasarkan Atap

Rumah Berdasarkan Atap

Categories: Tag: ,

Rumah Berdasarkan AtapRUMAH BERDASARKAN ATAP

Atap Rumah – Dari setiap konsep rumah, hal yang membedakan adalah dari penggunaan jenis atap. Atap ini berfungsi sebagai pelindung kita ketika di rumah. Selain sebagai pelindung, atap juga memainkan peranan penting dalam menampilkan penampilan atau gaya arsitektur sebuah rumah.

1. Atap datar

 Rumah oleh IOX Architekten GmbH, Minimalis

Bila dilihat sekilas, atap datar terlihat benar-benar datar tanpa saluran untuk pembuangan air hujan. Faktanya, saluran itu memang (dan harus) dibuat agar atap datar terhindar dari kerusakan akibat genangan air hujan. Bangunan beratap datar awalnya didirikan sebagai fasilitas industri dan komersial. Pada perkembangannya, atap datar banyak digunakan untuk hunian.

Kelebihan 
Dengan bentuk atap yang datar, terbentuk ruang kosong terbuka di atas atap yang bisa disulap menjadi teras atap untuk bersantai, atau area untuk bercocok tanam dalam pot. Piranti pendingin udara (AC) atau panel surya bisa dipasang dengan mudah dan tak membahayakan keselamatan pekerja. Konstruksi atap datar lebih mudah dibuat dibandingkan jenis atap lainnya. Selain itu, material yang diperlukan juga lebih sedikit sehingga bisa menekan biaya pembangunan.

Kekurangan 
Derajat kemiringan yang rendah, atau hampir tidak ada, mengakibatkan atap datar rentan bocor. Oleh karena itu, atap datar kurang cocok untuk daerah dengan tingkat curah hujan tinggi. Meski atap datar memerlukan material yang lebih sedikit, ongkos yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan atau perbaikan bisa membebani pemilik rumah dalam jangka panjang.

2. Atap pelana

 Rumah oleh Biuro Projektów MTM Styl - domywstylu.pl, Klasik

Atap pelana mudah dikenali dengan bentuk segitiga dan atap miringnya yang curam. Atap jenis ini mudah ditemukan di sekitar kita, dan telah digunakan sebagai model atap rumah penduduk sejak puluhan tahun silam. Saat ini kita bisa melihat bangunan-bangunan peninggalan era Kolonial atau bangunan dari era sesudahnya yang dibangun dengan atap pelana.

Kelebihan
Akibat bentuk atap yang miring di kedua sisi, baik hujan maupun salju dapat meluncur ke bawah tanpa hambatan dan genangan air di atap bisa dihindari. Struktur atap pelana yang khas membentuk ruang kosong di bawah atap. Ruang kosong ini bisa dimanfaatkan untuk loteng atau kamar tidur. Bila dilihat dari dalam, langit-langit atau plafon terlihat tinggi. Langit-langit tinggi akan membantu melancarkan sirkulasi udara, sehingga suhu udara di dalam rumah terasa sejuk setiap saat.

Kekurangan
Atap pelana kurang cocok untuk rumah yang sering diterpa angin kencang atau puting beliung. Bila kasau dan reng atap tidak didukung oleh kuda-kuda dan gording yang kuat, atap bisa runtuh. Angin kencang bisa meniup genteng penutup atap. Bahkan angin puting beliung yang sangat kuat bisa menghisap atap sampai terlepas dari dinding seluruhnya.

3. Atap gambrel

 Rumah oleh ARK+, Klasik

Atap jenis ini memang tidak populer di Indonesia. Namun beberapa dari Anda mungkin lebih beruntung, karena masih bisa melihat bangunan peninggalan Kolonial dengan gaya atap ini. Di beberapa negara atap gambrel digunakan untuk lumbung, meski pada perkembangannya atap ini juga diaplikasikan untuk hunian. Atap gambrel bagian atas cenderung landai, sementara bagian bawahnya sangat curam atau hampir vertikal.

Kelebihan
Sama seperti atap pelana, ruang kosong di bawah atap bisa berfungsi sebagai loteng, kamar tidur, atau ruangan lain. Konstruksi atap gambrel bisa dibilang sederhana, karena hanya membutuhkan dua balok (rangka) atap utama yang didukung oleh sambungan struktur atap lainnya. Bentuk atap gambrel yang unik akan membuat rumah jadi pusat perhatian.

Kekurangan
Seperti atap pelana, atap gambrel tidak cocok untuk daerah yang sering dihujam badai. Demikian juga di daerah dengan salju lebat di musim dingin atau hujan lebat di musim hujan. Pembuatan struktur atap gambrel tidak bisa dilakukan serampangan, harus teliti, dan tahan air di bubungannya. Atap gambrel membutuhkan pemeliharaan secara teratur untuk mencegah kebocoran.

4. Atap perisai

 Rumah oleh homify, Klasik

Atap perisai memiliki sisi miring di keempat sisinya. Kadang bisa berbentuk seperti prisma, atau gabungan beberapa prisma seperti atap pada gambar yang juga disebut atap perisai ganda. Atap jenis ini juga populer di Indonesia di masa kolonial, dan masih diterapkan di bangunan-bangunan yang didirikan di era modern.

Kelebihan
Atap perisai lebih stabil daripada atap pelana. Sebabnya, struktur atap perisai dilengkapi bagian dalam yang juga miring di keempat sisinya. Inilah yang membuat atap perisai lebih kokoh dan tahan lama. Atap perisai cocok untuk area yang sering dilanda angin kencang atau hujan lebat. Atap ini juga membentuk ruang kosong di bawahnya yang bisa dimanfaatkan untuk loteng atau ruang penyimpanan.

Kekurangan
Biaya pembuatan atap perisai lebih mahal daripada atap pelana. Desainnya pun lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak material.

5. Atap sandar (atap skillion)

 Rumah oleh arc-d, Modern

Atap jenis ini bercirikan satu atap tunggal yang terpasang pada dinding-dinding di mana satu dinding lebih tinggi dari dinding lainnya. Bila dibandingkan dengan bentuk atap lainnya yang memiliki dua atau lebih atap miring, bangunan dengan atap sandar hanya dinaungi oleh satu atap miring. Atap sandar dulunya sering dijadikan atap untuk bangunan tambahan sebuah ruma. Namun saat ini atap sandar telah banyak digunakan sebagai atap untuk rumah induk yang mencerminkan modernitas.

Kelebihan
Atap sandar adalah jenis atap yang mudah dibangun. Dibandingkan jenis  atap lainnya, atap sandar membutuhkan lebih sedikit material. Baik air hujan atau salju dapat meluncur dengan mulus di permukaannya yang miring, sehingga atap ini cocok untuk hunian di area bersalju atau bercurah hujan tinggi. Atap sandar juga dapat diterapkan untuk tujuan meningkatkan daya tarik arsitektural dan estetika.

Kekurangan
Bila derajat kemiringan atap terlalu tinggi, plafon rumah dapat menjadi terlalu rendah. Atap sandar juga tidak cocok untuk daerah yang sering mengalami angin kencang.

6. Atap mansard

 Rumah oleh AGRAFFE design, Klasik

Sama seperti atap gambrel, atap mansard lebih banyak digunakan oleh bangunan-bangunan peninggalan jaman Kolonial. Atap yang juga disebut dengan atap Prancis ini bagian atasnya berbentuk seperti atap perisai, sedangkan bagian bawahnya lebih curam dan hampir vertikal. Sisi-sisi bawah atap mansard dapat berbentuk melengkung atau datar, tergantung gaya yang diinginkan.

Kelebihan
Atap mansard memungkinkan pemilik rumah menambahkan ruangan di lantai dua sesuai kebutuhan. Saat merancang dan membangun rumah, pemilik cukup membuat rumah dengan atap mansard sederhana. Kemudian ketika dana telah mencukupi atau ada anggota keluarga baru, ruangan-ruangan kecil dengan jendela di atap bisa dibangun. Bentuknya yang cantik membuat rumah beratap mansard jadi pusat perhatian.

Kekurangan
Atap mansard bukan pilihan ideal untuk hunian di daerah bersalju. Akibat detil yang dimilikinya, atap mansard membutuhkan lebih banyak biaya. Pembuatan atap mansard juga memerlukan ketrampilan khusus yang jarang dimiliki pekerja konstruksi di Indonesia.

Fungsi Atap Rumah

Fungsi Atap Rumah

Categories: Tag: , , , ,

Fungsi Atap RumahFUNGSI ATAP RUMAH

Atap Rumah – Fungsi dari atap adalah sebagaimana fungsi dari helm yang bisa melindungi kepala kita. Nah atap rumah ini juga akan sebagai pelindung kita sebagai penghuni rumah. Melindungi dari apa? Dari panas, hujan, dan lain sebagainya. Nah berikut ini adalah beberapa fungsi genteng atau atap yang lainnya.

Manfaat Atap Rumah

Neraca. Selain itu, atap juga menjalankan fungsi melindungi ruang yang ada di bawahnya. Fungsinya antara lain menahan radiasi panas berlebih, mengurangi dampak tampias hujan, dan menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu.

Dasar pertimbangan bentuk adalah seberapa luas ruang yang akan dinaungi. Kriteria luasan diukur dari batas ruang terluar, semisal teras, hingga batas dinding yang akan menyangga balok pengaku dudukan rangka atap. Untuk beberapa kasus, bentuk atap diteruskan hingga keluar dari teras. Ini agar teras tidak terkena sorot matahari langsung dan tampias hujan.

Pilihan bentuk biasanya mempertimbangkan konsep rumah yang akan dicitrakan di depan publik. Keputusan desain mewakili selera pemilik rumah. Berbagai modifikasi bentuk boleh saja dilakukan, asalkan tetap memenuhi fungsi.

Konstruksi atap yang cermat memudahkan pemilik rumah memelihara bangunan dalam jangka panjang. Kecermatan itu terwujud dari desain rangka yang rigid, kemampuan berdiri tegak, dan tak goyang diterpa angin, atau hujan badai. Untuk beberpa kasus, rangka baja ringan dapat mengurangi risiko dampak benturan bebannya sendiri jika terjadi gempa.

Sistem rangka baja ringan terlebih dulu diuji dan diolah dengan bantuan software analisa struktur untuk konstruksi baja ringan. Itu pun masih harus diinstal dan dipasang oleh aplikator khusus, bukan oleh tukang bangunan biasa. Kekuatan rangka atap juga terwujud pada daya tahan material yang tak rontok hanya karena ulah serangan rayap. Tak berubah bentuk, semisal, mengalami susut muai akibat pergantian temperatur suhu udara.

Jelas sudah, atap rumah modern bukan sekadar menonjolkan bentuk semata. Konsep modern itu ditujukan berupa solusi desain struktur yang terpadu dan terancang secara mendetail. Bagaimana pun juga, optimalisasi rancangan atap ditujukan agar pemilik rumah dapat hidup nyaman dan bekerja lebih produktif. Ada beberapa bahan penting yang harus benar- benar di perhatikan dalam pembuatan rumah dalam tahap melindungi penghuninya dari cuaca dan iklim di sekitarnya yang kadang-kadang tidak menentu.

Diantara salah satunya adalah atap rumah berfungsi sangat penting untuk menjaga kondisi penghuni yang berada di dalam rumah tersebut, untuk itu seseorang harus benar-benar membutuhkan material dan kontruksi atap yang tepat untuk menjaga keamanan dan keyamanan penghuninya. Disini ada banyak ragam material atap yang di temukan dari berbagi surve, untuk pemilihan atap rumah yang sesuai dengan fungsi dan tujuan rumah tersebut, mulai dari konstruksi, bahan penutup atap hingga plafon sebagai finishing akhir di bagian dalam rumah.

Jenis materialnya, seperti PVC, Polikarbonat, aspal dan lainnya. Sehingga rumah akan terasa lebih nyaman dari gangguan terik sinar matahari dan hujan pada saat di tempati, dari aksen perlindungan yang dihasilkan atap rumah inilah yang kemudian bisa menahan pergantian iklim ataupun cuaca di sekelilingnya.

Atap metal saat ini telah hadir dalam bebagai bentuk yang menarik, tidak lagi konvesional seperti yang kita bayangkan dahulu, dan juga dengan campuran material yang beragam. Atap metal belakangan berkembang cepat karena mendukung Green Architecture karena merupakan salah satu bahan yang dapat di daur ulang. Tidak lagi berisik karena banyak atap metal yang dilengkapi dengan pemecah air, yaitu berupa texture tak beraturan (Texture pasir).

Atap merupakan elemen yang penting dalam bangunan, Fungsinya tak hanya sebagai pelindung bangunan dan penghuni di dalamnya, dari cuaca atau suhu. Namun juga Atap berfungsi sebagai pembentuk Indentitas tampilan rumah itu sendiri.

Keunikan Atap Rumah Gadang

Rumah Gadang (rumah adat Minangkabau) yg telah lama dipakai di Sumatera Barat, ternyata menunjukkan masyarakat setempat telah lama mengadopsi teknik arsitektur bangunan tahan gempa. Para pakar selama ini mengenal Rumah Gadang merupakan salah satu konstrusi ber arsitektur bangunan tahan gempa.

Demikian kata pakar ilmu arsitektur dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, Dr Eko Alvares, di Padang. Tahan gempa ini karena arsitektur Rumah Gadang memiliki keunikan bentuk pada atap yg menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Bentuk badan rumah segi empat dan membesar ke atas (trapesium terbalik). Eko menambahkan atap Rumah Gadang melengkung tajam seperti bentuk tanduk kerbau yg sisinya melengkung ke dalam. Sedangkan bagian tengahnya rendah seperti perahu dan secara estetika merupakan komposisi yg dinamis. ”Desain arsitektur bangunan seperti ini, menurut para ahli arsitektur bangunan, merupakan konstruksi bangunan tahan gempa,” katanya. Rumah Minang disebut Rumah Gadang (rumah besar) bukan karena bentuk fisiknya yg besar. Melainkan, itu karena fungsi dari bangunan adat budaya Minangkabau ini.

Di samping sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang juga digunakan sebagai tempat musyawarah keluarga. Rumah tersebut juga digunakan untuk tempat mengadakan upacara-upacara, pewarisan nilai-nilai adat, dan reprsentasi budaya matrilineal. Sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang memiliki tata aturan yg unik. Penghuni perempuan, yg telah bersuami, mendapat jatah satu kamar. Perempuan yg paling muda itu mendapat kamar yg paling ujung dan akan pindah ke tengah jika ada perempuan lain atau adiknya yg bersuami. Sedangkan, perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama pada ujung yg lain. Untuk laki-laki tua, duda, dan bujangan, mereka tidur di surau milik kaumnya masing-masing.

Cara Mencegah Retak Rambut Pada Tembok

Cara Mencegah Retak Rambut Pada Tembok

Categories: Tag: , ,

Cara Mencegah Retak Rambut Pada TembokCARA MENCEGAH RETAK RAMBUT PADA TEMBOK

Retak Rambut Pada Tembok – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas apa saja kendala dari terjadinya tembok yang retak. Nah berikut ini adalah beberapa tips mencegah retak rambut pada dinding rumah.

Jenis-jenis retak pada dinding

Secara garis besar retak pada dinding terbagi menjadi 2 jenis, yaitu retak struktural dan retak non-struktural.

  • Retak struktural terjadi karena adanya pergerakan struktur yang terjadi pada pondasi, kolom struktur, yang disebabkan oleh kegagalan struktur maupun karena pengaruh getaran external seperti gempa bumi dan lain-lain. Ciri-ciri retak struktur ini biasanya berbentuk lurus memanjang secara tegak lurus atau diagonal bidang dinding. Pada retak jenis ini substrate bata didalamnya juga sedah retak atau pecah, hingga juga terjadi didalam plester dan aci. Perbaikan dan pencegahan retak struktural paling baik adalah dengan menambah perkuatan pada bidang yang teridentifikasi bergerak, baru kemudian memperbaiki dinding yang pecah atau retak tersebut.
  • Retak non-struktural atau retak rambut, cenderung dipengaruhi oleh adanya gejala deformasi atau gejala muai-susut material bahan bangunan sebagai respon adanya perubahan kondisi lingkungan (cuaca). Retak rambut pada umunya berbentuk tak beraturan yang tersebar merata dibidang dinding. Berbeda dengan retak struktural, substrate bata dalam dinding belum pecah atau retak, yang mengalami keretakan hanya terbatas pada plester dan atau acian. Gejala retak rambut ini lebih dominan terjadi pada acian dinding luar bangunan yang terpapar dengan hujan dan panas secara langsung.

Mekanisme terjadinya retak rambut

Sebagaimana sifat material pada umumnya, pada saat cuaca panas dan kering beton dapat mengalami penyusutan volume (shrinkage), dan apabila dalam keadaaan basah maka material beton juga akan mengalami pengembangan volume (swelling), ini adalah sifat dasar material. Munculnya retak pada plaster atau aci  terjadi karena daya tarik (tensile strength) deformasi melewati titik kritis daya lentur (flexural strenght).  Atau bisa diterjemahkan, retak rambut tersebut muncul apabila material beton pelapis dinding (plester atau aci) tidak cukup elastic untuk mengimbangi fenomena deformasi muai-susut material tersebut.

Penyebab plester dan acian retak rambut

Teknik aplikasi yang tidak tepat dan tidak memperhatikan standar pekerjaan yang baik pada waktu konstruksi bangunan sangat mempengaruhi baik-jeleknya flexural strength tembok dari plester dan aci dinding. Mutu bahan sangat mempengaruhi kualits beton yang dihasilakan, penyebab yang umum dijumpai dilapangan antara lain : penggunaan pasir yang kurang bagus, kualitas air, dan lain-lain. Selain itu, mix design yang kurang memperhatikan mutu serta rendahnya konsistensi adukan campuran bahan juga berkontribusi yang mengakibatkan tembok yang dihasilkan tidak tepat mutu.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah karena kurang memperperdulikan interval waktu hingga beton mencapai kondisi settlemen (curing time dan setting time), temboh yang belum settled cenderung masih mengalami deformasi tinggi.

Contoh : Pekerjaan plester, apabila adukan plester yang dalam kondisi basah (swell) diaplikasikan  pada dinding bata yg dalam kondisi sangat kering (shrinkage), dinding yang terlalu kering tadi akan menyerap kandungan air yang ada dalam adukan plester, sehingga pada saat bahan plesteran mulai mengering akan muncul keretakan pada bahan plesteran, ini sebagai respon mengembangnya (swelling) substarte dinding. Fenomena yang sama juga bisa terjadi pada fase antara pekerjaan pemplesteran dan pengacian.

Bagaiamana mencegah supaya acian agar tidak retak rambut?

Retak rambut ini sebenarnya sangat mudah untuk diantisipasi, pencegahannya paling praktis adalah dengan pemilihan material yang berkulitas dan memiliki daya lentur baik untuk mengimbangi fenomena deformasi.

6 Solusi praktis untuk mrndapatkan plesteran dan acian supaya tidak retak rambut adalah dengan memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :

  1. Carilah aplikator yang berpengalaman yang memiliki skill pekerjaan plester dan acian dinding yang baikagar standar mutu dan kerapihan pekerjaan lebih terjaga.
  2. Sebelum mengaplikasikan pekerjaan plester atau aci, pastikan agar dinding dasarnya sudah mencapai titik pengerasan/pengeringan sempurna (settle), standar idealnya adalah 21 hari, tapi dinding non structural paling tidak sudah berumur 2 minggu sebelum diplester.
  3. Pada saat mengaplikasikan plester dan aci usahakan agar menjaga kelembaban material yang seimbang antara bahan plester/aci dengan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar dengan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan.
  4. Ada jeda waktu antara proses plester dengan proses acian sekitar 3 minggu untuk memberikan kesempatan agar bahan plester mengeras/mengering secara sempurna.
  5. Gunakan material plester dan aci yang memiliki sifat plastis dengan elastisitas yang baik agar dapat mengimbangi deformasi material dasar dinding akibat pengaruh cuaca. Penggunaan semen mortar plesteran dan mortar acian siap pakai sangat dianjurkan karena telah diformulasi khusus untuk memiliki sifat elastisitas yang baik.
  6. Hindari pemakaian bahan tambahan seperti kapur mill karena akan menyebabkan kerapuhan, acian mengelupas, dan masalah jamur dikemudian hari.
Kendala Dalam Mengaci Tembok

Kendala Dalam Mengaci Tembok

Categories: Tag: , , , ,

Kendala Dalam Mengaci TembokKENDALA DALAM MENGACI TEMBOK

Kendala Mengaci Tembok – Pernahkah Anda mengalami acian dinding retak? Atau bahkan acian tembok yang mengelupas? Perlu Anda ketahui bahwa dinding yang mengelupas ini terjadi karena beberapa gejala. Yuk ketahui beberapa gejalanya, agar hasil acian tembok rumah bagus.

Adanya retak pada dinding rumah sangat mengganggu pemandangan dan merusak estetika sebuah bangunan. Rumah menjadi terkesan  “jelek” yang sangat merusak pemandangan jika pada dinding-dindingnya terdapat banyak retak. Retak pada dinding rumah terlihat sangat menjengkelkan dan membuat perasaan tidak nyaman, bahkan nilai jualnya pun akan turun drastis meskipun itu terjadi pada rumah mawah atau menengah atas.

Dinding yang mulus dan rapi bebas dari gejala retak adalah sebuah parameter yang sangat mempengaruhi value sebuah properti hunian tempat tinggal. Gara-gara gejala ini, pemilik rumah tak segan-segan mengeluarkan biaya extra untuk memperbaiki acian dinding retak ini, meskipun terkadang hanya untuk sebuah prestise.

Jenis-jenis retak pada dinding

Secara garis besar retak pada dinding terbagi menjadi 2 jenis, yaitu retak struktural dan retak non-struktural.

  • Retak struktural terjadi karena adanya pergerakan struktur yang terjadi pada pondasi, kolom struktur, yang disebabkan oleh kegagalan struktur maupun karena pengaruh getaran external seperti gempa bumi dan lain-lain. Ciri-ciri retak struktur ini biasanya berbentuk lurus memanjang secara tegak lurus atau diagonal bidang dinding. Pada retak jenis ini substrate bata didalamnya juga sedah retak atau pecah, hingga juga terjadi didalam plester dan aci. Perbaikan dan pencegahan retak struktural paling baik adalah dengan menambah perkuatan pada bidang yang teridentifikasi bergerak, baru kemudian memperbaiki dinding yang pecah atau retak tersebut.
  • Retak non-struktural atau retak rambut, cenderung dipengaruhi oleh adanya gejala deformasi atau gejala muai-susut material bahan bangunan sebagai respon adanya perubahan kondisi lingkungan (cuaca). Retak rambut pada umunya berbentuk tak beraturan yang tersebar merata dibidang dinding. Berbeda dengan retak struktural, substrate bata dalam dinding belum pecah atau retak, yang mengalami keretakan hanya terbatas pada plester dan atau acian. Gejala retak rambut ini lebih dominan terjadi pada acian dinding luar bangunan yang terpapar dengan hujan dan panas secara langsung.

Mekanisme terjadinya retak rambut

Sebagaimana sifat material pada umumnya, pada saat cuaca panas dan kering beton dapat mengalami penyusutan volume (shrinkage), dan apabila dalam keadaaan basah maka material beton juga akan mengalami pengembangan volume (swelling), ini adalah sifat dasar material. Munculnya retak pada plaster atau aci  terjadi karena daya tarik (tensile strength) deformasi melewati titik kritis daya lentur (flexural strenght).  Atau bisa diterjemahkan, retak rambut tersebut muncul apabila material beton pelapis dinding (plester atau aci) tidak cukup elastic untuk mengimbangi fenomena deformasi muai-susut material tersebut.

Penyebab plester dan acian retak rambut

Teknik aplikasi yang tidak tepat dan tidak memperhatikan standar pekerjaan yang baik pada waktu konstruksi bangunan sangat mempengaruhi baik-jeleknya flexural strength tembok dari plester dan aci dinding. Mutu bahan sangat mempengaruhi kualits beton yang dihasilakan, penyebab yang umum dijumpai dilapangan antara lain : penggunaan pasir yang kurang bagus, kualitas air, dan lain-lain. Selain itu, mix design yang kurang memperhatikan mutu serta rendahnya konsistensi adukan campuran bahan juga berkontribusi yang mengakibatkan tembok yang dihasilkan tidak tepat mutu.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah karena kurang memperperdulikan interval waktu hingga beton mencapai kondisi settlemen (curing time dan setting time), temboh yang belum settled cenderung masih mengalami deformasi tinggi.

Contoh : Pekerjaan plester, apabila adukan plester yang dalam kondisi basah (swell) diaplikasikan  pada dinding bata yg dalam kondisi sangat kering (shrinkage), dinding yang terlalu kering tadi akan menyerap kandungan air yang ada dalam adukan plester, sehingga pada saat bahan plesteran mulai mengering akan muncul keretakan pada bahan plesteran, ini sebagai respon mengembangnya (swelling) substarte dinding. Fenomena yang sama juga bisa terjadi pada fase antara pekerjaan pemplesteran dan pengacian.

Bagaiamana mencegah supaya acian agar tidak retak rambut?

Retak rambut ini sebenarnya sangat mudah untuk diantisipasi, pencegahannya paling praktis adalah dengan pemilihan material yang berkulitas dan memiliki daya lentur baik untuk mengimbangi fenomena deformasi.

6 Solusi praktis untuk mrndapatkan plesteran dan acian supaya tidak retak rambut adalah dengan memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :

  1. Carilah aplikator yang berpengalaman yang memiliki skill pekerjaan plester dan acian dinding yang baikagar standar mutu dan kerapihan pekerjaan lebih terjaga.
  2. Sebelum mengaplikasikan pekerjaan plester atau aci, pastikan agar dinding dasarnya sudah mencapai titik pengerasan/pengeringan sempurna (settle), standar idealnya adalah 21 hari, tapi dinding non structural paling tidak sudah berumur 2 minggu sebelum diplester.
  3. Pada saat mengaplikasikan plester dan aci usahakan agar menjaga kelembaban material yang seimbang antara bahan plester/aci dengan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar dengan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan.
  4. Ada jeda waktu antara proses plester dengan proses acian sekitar 3 minggu untuk memberikan kesempatan agar bahan plester mengeras/mengering secara sempurna.
  5. Gunakan material plester dan aci yang memiliki sifat plastis dengan elastisitas yang baik agar dapat mengimbangi deformasi material dasar dinding akibat pengaruh cuaca. Penggunaan semen mortar plesteran dan mortar acian siap pakai sangat dianjurkan karena telah diformulasi khusus untuk memiliki sifat elastisitas yang baik.
  6. Hindari pemakaian bahan tambahan seperti kapur mill karena akan menyebabkan kerapuhan, acian mengelupas, dan masalah jamur dikemudian hari.
WhatsApp chat