Jan 14, 2019

Manfaat Menggunakan Teralis Pada Rumah

Categories: Tags: , , , , ,

Manfaat Menggunakan Teralis Pada Rumah

Manfaat Menggunakan Teralis Pada Rumah – Jenis rumah tinggal yang di bangun memiliki berbagai macam jenis. Tentunya anda jika masuk ke dalam ruangan akan melihat bagaimana konsep dari rumah tersebut. Pastinya di setiap rumah terdapat jendela yang menjadi salah satu cara untuk memberikan ventilasi pada rumah, nah di jendela sendiri ada yang menggunakan teralis dan juga tidak menggunakan. Lalu, apa manfaat menggunakan teralis?

  • Meningkatkan keamanan rumah

Penggunaan teralis sebagai keamanan rumah sudah diterapkan dari sejak lama. Entah sebagai pencegah rumah kemalingan, kedatangan tamu asing dan sebagainya. Fungsi keamanan ini sebenarnya merupakan salah satu fungsi utama dari penggunaan teralis pada rumah tinggal.

  • Menambah estetika keindahan rumah

Teralis yang beredar di pasaran tersedia dalam berbagai macam model dan bentuk. Pilihan teralis ini sangat menguntungkan sehingga Anda dapat mencari desain yang sesuai dengan konsep rumah Anda. Pemilihan desain teralis juga dapat mencerinkan karakter penghuni rumah tersebut.

  • Menyalurkan kemampuan dalam mendesain

Selain memiliki banyak variasi desain, Anda juga dapat memilih atau merancang dengan teralis yang ingin Anda gunakan. Ini dapat membantu Anda mengembangkan imajinasi Anda dan memberikan kesempatan Anda untuk menuangkan ide-ide yang dimiliki.

  • Memberikan ruang terjadinya pertukaran udara

Salah satu ciri-ciri rumah sehat adalah memiliki sirukulasi udara yang baik di dalam rumah. Kerangka jendela ini dapat terbuat dari susunan material yang memiliki celah-celah. Celah itu diciptakan sebagai ruang masuk udara yang ada di luar ke dalam ruangan, dan sebaiknya. Penggunaan teralis tidak akan mengganggu aktivitas pertukan udara di dalam rumah, yang sangat baik sebagai cara mengatasi udara panas di dalam rumah.

Membangun Rumah Tahan Gempa Yang Kokoh Dan Stabil

Categories: Tags: , , ,

Membangun Rumah Tahan Gempa Yang Kokoh Dan Stabil

Membangun Rumah Tahan Gempa Yang Kokoh Dan Stabil – Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap gempa bumi. Sedangkan di Indonesia terdapat banyak sekali bangunan yang menjulang tinggi seperti bangunan apartement atau hotel. Anda dapat mencegah kerusakan bangunan dengan cara membangun rumah dengan teknik yang tepat. Yuk simak beberapa hal untuk membuat rumah yang kokoh dan tahan terhadap gempa.

1. Rancangan denah simetris

Standar pembangunan rumah yang memiliki ketahanan terhadap gempa adalah menggunakan desain simetris, baik itu kotak maupun lingkaran. Selain denah, upayakan agar tinggi bangunan tidak lebih dari 4 kali lebat bangunan untuk menghindari kerobohan. Namun di Jepang ada beberapa struktur bangunan tinggi tahan gempa dan dibangun dengan cara yang canggih, mengingat Jepang sangat sering terkena gempa.

Konsep secara keseluruhan adalah dengan menggunakan bentuk yang tidak kompleks, sederhana saja dengan struktur yang tidak rumit. Struktur yang sederhana memudahkan gaya vertikal dan horizontal yang membuat bangunan memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap guncangan. Struktur vertikal perlu ditempatikan di titik yang benar untuk menerima beban vertikal yang besar. Sehingga semakin besar gaya vertikal yang dialami, maka akan makin besar juga ketahanan terhadap seismik horizontal atau gaya gempa dan momen puntiran yang dialami.

2. Dilatasi

Jika tanah yang Anda miliki untuk membangun rumah tidak memungkinkan diaplikasikan denah yang simetris, maka Anda dapat melakukan pemisahan struktur atau dilatasi di satu atau beberapa titik. Proses dilatasi ditujukan agar beberapa bidang dinding yang terbuka dapat menjadi kotak tersendiri atau area yang tertutup. Sehingga bila ada konstruksi di salah satu titik yang rusak karena gempa, hal tersebut tidak menerus ke area yang sudah terpisah karena dilatasi.

3. Struktur monolit

Penggunaan bahan bangunan yang sama atau istilah teknisnya adalah struktur monolit merupakan salah satu cara membangun rumah tahan gempa  karena dapat membuat rumah lebih stabil. Hal ini dikarenakan penggunaan material yang berbeda akan mengalami reaksi yang juga berbeda saat gempa melanda.

4. Menggunakan konstruksi berkesinambungan

Konstruksi rangka dapat ditempuh dengan membuat siku tepat 90 derajat pada bagian pojok tiap siku bangunan. Baik itu pertemuan antar pondasi, rangka kayu atap atau pertemuan pondasi dengan kolom bangunan. Jika Anda menggunakan kolom kayu, gunakan ukuran standar pasar, 2 x 5/10.

Salah satu konsep rumah tahan gempa adalah adanya kesatuan pada seluruh elemen untuk menciptakan bangunan yang terintregasi atau berkesinambungan. Penggunaan balok beton atau sloof di bagian atas pondasi yang dipasang dengan angkur setiap jarak setengah meter, diperlukan agar bangunan memiliki integrasi atau kesinambungan yang baik. Selain itu sloof juga berguna untuk mengikat kolom untuk membagi distribusi beban upper structure (struktur bagian atas) ke pondasi secara menyeluruh. Pengikatan ini menggunakan plat U pada ujung bawah kolom yang terpasang dengan adukan beton sloof.

Selain itu, ukuran balok yang digunakan juga tidak boleh lebih lebar dari tiang atau kolom yang menjadi tumpuan balok. Prinsip ini ditujukan agar tidak terjadi tegangan hambatan pada tumpuan.

5. Perkokoh pondasi bangunan

Cara membangun pondasi rumah agar kuat dan kokoh harus sangat diperhatikan. Ketika membangun di area dengan tanah lunak, maka penggunaan sirtu atau campuran material batu perlu digunakan agar tanah menjadi lebih keras dan stabil. Pemilihan plat lantai beton bertulang maupun pondasi batu kali menerus dengan sloof beton bertulang dapat menjadi pilihan pondasi sederhana, kuat dan tidak mudah patah saat terjadinya gempa. Catatan penting lainnya adalah penggunaan konstruksi pondasi harus dibuat secara menerus, tidak terpotong demi menghemat biaya produksi bangunan atau menghemat penggunaan material batu.

Ada kalanya beberapa penghematan dilakukan dengan memotong pondasi di bagian pintu terletak karena dianggap area pintu tidak memiliki beban untuk disalurkan pada pondasi di bawahnya. Hal ini membuat beban konstruksi tidak disalurkan ke pondasi dengan baik sehingga apabila terjadi gempa, rumah menjadi tidak stabil karena getaran tidak terserap ke seluruh bagian pondasi.

6. Dinding penahan gempa

Paduan material lokal dapat dijadikan salah satu pilihan pembangunan dinding tahan gempa. Menganut kebiasaan masyarakat Indonesia setempat, Anda dapat menggunakan perpaduan dinding material kayu dan batu bata. Penyatuan dinding dengan kolom dan sloof di bagian atas pondasi dapat menggunakan angkur dengan jarak setiap 30 cm. Selain itu, untuk membuat dinding lebih kokoh tambahkan pengikat silang untuk pengaku untuk mengatasi gaya horizontal saat terjadi gempa.

Tambahan balok lintel pada bukaan lebar seperti jendela maupun pintu diperlukan agar bukaan tersebut tidak terlepas saat terjadi guncangan dahsyat. Balok lintel dapat diletakkan di bagian atas kusen bukaan rumah.

7. Gunakan atap berbahan ringan

Menggunakan material atap dengan bahan yang ringan dapat membuat momentum yang dialami saat terjadi guncangan gempa hebat tidak begitu besar. Hal ini akan membuat atap tidak berayun dengan kencang. Dapat dipastikan material akan jatuh ataupun roboh ketika material tersebut memiliki massa yang berat. Selain ringan, jenis atap rumah yang tidak panas juga bisa menjadi pertimbangan Anda.

Atap dengan menggunakan sirap dapat menjadi salah satu material ringan penutup atap. Untuk rangka atap, Anda dapat menggunakan pilihan aluminium yang lebih ringan daripada kayu. Selain memiliki massa yang lebih ringan, aluminium juga bebas dari serangan rayap. Sedangkan untuk konstruksi atap, menggunakan penghubung batang pengaku atau batang lintel antar kuda-kuda atap. Sebagai catatan, sambungan horizontal tidak tepat terletak di titik buhul agar terhindar dari lendutan guncangan.

Kelebihan Dan Kekurangan Lantai Granit

Categories: Tags: , , , , , , ,

Kelebihan Dan Kekurangan Lantai Granit

Kelebihan Dan Kekurangan Lantai Granit – Lantai yang sering digunakan dalam pembangunan sebuah hunian adalah lantai yang terbuat dari keramik. Akan tetapi berbeda dengan bangunan apartement, hotel, atau kantor. Biasanya mereka lebih menggunakan lantai yang terbuat dari granit. Penggunaan granit sendiri supaya ruangan tersebut terlihat lebih hidup dan mewah. Menggunakan lantai granit tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Granit

  • Granit memiliki ukuran yang besar perlembarnya, yakni sebesar 100 x 100 cm. Dengan hal ini, granit memiliki keunggulan dari segi ukuran dari material lain, contohnya marmer.
  • Granit memiliki warna yang alami dan natural. Hal ini menciptakan tampilan yang terkesan mewah karena kilauan yang dipancarkan.
  • Pada pemasangannya, sambungan nat granit akan terlihat lebih tipis, sehingga menimbulkan kesan menyatu.
  • Granit memiliki kualitas yang baik. Hal ini ditandai dengan kekuatan dari batu granit itu sendiri yang dapat bertahan hingga kurun waktu 10 tahun dalam perawatan yang tepat. Dari segi finansial, hal ini tentu menguntungkan karena anda tidak perlu sering mengganti atau merenovasi.
  • Tidak hanya kuat, granit juga memiliki daya tahan yang baik. Meskipun melalui musim panas dan hujan, struktur granit yang kuat tidak akan mudah lapuk, retak, pecah dan berjamur ketika suhu udara di dalam ruangan lembab karena cuaca sedang hujan.
  • Granit memiliki permukaan yang cukup halus dengan pori-porinya yang kecil. Dengan ini, jika granit akan tahan terhadap berbagai goresan bahkan noda karena noda tersebut tidak akan terserap oleh granit. Noda akan hilang dengan mudah meggunakan kain basah.
  • Disamping berbagai macam kelebihannya, perawatan granit terbilang mudah. Sama halnya seperti penggunaan keramik, membersihkan granit untuk penggunaan lantai hanya perlu disapu dan di pel. Hal ini akan menghemat banyak waktu untuk anda yang tidak mempunyai banyak waktu luang.

Karakteristik granit memang unggul dan baik sebagai material bangunan. Tetapi, granit juga memiliki kekurangan, diantaranya :

  • Granit memang memiliki warna alam yang sangat indah. Akan tetapi, warna-warna ini tidak serupa dan sama persis karena bebatuan ini terbuat secara alami. Sehingga, anda tidak dapat memastikan setiap potongan lembar yang anda dapatkan memiliki warna yang sama. Berbeda dengan lantai vinyl atau marmer yang memiliki lebih banyak variasi warna.
  • Kekokohan tekstur granit yang begitu keras dan tebalnya menuntut alat pemotong khusus jika ingin membaginya menjadi beberapa bagian.
  • Kualitas granit memang menjanjikan. Tapi, hal ini akan membutuhkan modal ekstra di awal. Jika dibandingkan dengan material lain seperti keramik, vinyl atau marmer, harga granit terbilang fantastis. Hal ini tidak mengguntungkan jika anda ingin membangun rumah dengan dana minim.
  • Granit sangatlah berat. Hal ini dikarenakan lantai ini terbuat dari bebatuan alam yang asli, sehingga dari segi bobot ia cukup berat. Untuk memasangnya, anda akan memerlukan tenaga ekstra.
  • Karena harganya yang terbilang mahal, tentu anda akan lebih berhati-hati dalam merawat dan menjaga kualitas dari granit tersebut. Secara tidak sadar, anda akan mengeluarkan perawatan yang lebih ekstra.
  • Lantai granit perlu dipoles (seal) secara berkala, kurang lebih setahun sekali. Hal ini dilakukan agar granit tetap bersinar dan daya tahannya lebih kuat terhadap cairan kimia, noda serta goresan.

 

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp chat