Feb 10, 2018

Punya Lemari Berjamur? Berikut Cara Menghilangkannya

Categories: Tags: , , , , , , , , , , ,

Punya Lemari Berjamur? Berikut Cara Menghilangkannya

Cara Menghilangkan Jamur pada Lemari Kayu

Anda punya lemari kayu? Lemari yang selalu berada di dalam kamar tertutup tentu saja sangat lekat dengan jamur. Tumbuhan tanpa klorofil ini sangat menyukai tempat lembab dan gelap, tidak heran keadaan dalam lemari yang demikian sering ditumbuhi jamur.

Apalagi di musim hujan seperti saat ini, udara lembab menggerakkan jamur tumbuh dengan subur di lemari. Cara menghilangkan jamur tidak dapat dilakukan dengan hanya mencabutnya dari permukaan lemari, hal ini hanya berlaku sementara karena selang berapa lama akan muncul lagi jamur jamur lainnya.

Semua lemari yang berbahan dasar kayu bisa menjadi habitat tumbuhnya jamur termasuk lemari baju, lemari buffet, lemari makan, rak piring bahkan lemari olimpic yang hanya terbuat dari serbuk kayu. OK langsung ke topik utama tutorial cara mengatasi jamur pada lemari!

Cara Menghilangkan Jamur pada Lemari Kayu

Persiapan

  • Belilah cairan penghilang jamur di toko bangunan terdekat.
    Untuk merk, pertimbangkan harga dan kualitasnya dengan bertanya pada penjaga toko.
  • Spon Cuci, yang ada dua sisi ijo dan kuning
    Kalau tidak ada gunakan saja sikat gigi bekas.
  • Lap kain

Langkah Menghilangkan Jamur

  1. Langkah pertama adalah mengosongkan lemari, terutama rak tempat jamur muncul.
  2. Lebih baik lakukan perlakuan di bawah terik matahari (luar ruangan) tapi jika lemari terlalu berat cukup dengan membuka jendela dan pintu agar cahaya dari luar bisa masuk.
  3. Setelah lemari kosong, semprotkan cairan penghilang jamur yang telah dipersiapkan pada bagian yang ditumbuhi jamur. Setelah disemprot, diamkan selama 5 menit.
  4. Lanjutkan dengan menggosok permukaan jamur dengan spon/ sikat gigi. Perlahan saja agar tekstur permukaan tidak rusak.
  5. Lakukan langkah 3 dan 4 beberapa kali sampai jamur hilang sampai ke akar akarnya.
  6. Bersihkan sisa sisa jamur yang ada dengan kain lap.

Jika jamur sudah membentuk kerak mungkin anda harus sedikit merusak lapisan lemari, tapi tidak apa karena anda masih bisa mengecat ulang lemari. Cara membersihkan jamur pada lemari di atas mungkin masih kurang karena nantinya spora jamur yang terlanjur ada di lemari bisa tumbuh kembali. Oleh karena itu cegahlah munculnya jamur.

Cara Mencegah Jamur di Lemari

Caranya simple, jangan biarkan lemari anda memenuhi kriteria habitat jamur. Berikut beberapa cara mecegah timbulnya jamur di lemari baju.

  1. Udara dingin lembab juga bisa muncul dari lantai, oleh karena itu berikan alas yang membatasi lemari dan lantai keramik anda. Alas bisa menggunakan karpet karet ataupun papan kayu.
  2. Jangan terlalu dekat dengan tembok untuk menjaga kelembaban dalam lemari. Berikan space kira kira 5 – 10 cm. Dinding apalagi yang berbatasan dengan luar rumah biasanya juga menyebabkan udara dingin.
  3. Jaga suhu ruangan anda agar tetap hangat, hal ini dapat anda lakukan dengan sering membuka jendela yang mengarah ke luar rumah.

    Alternatif lain adalah memasang lampu kecil dalam lemari, selain membantu mencegah jamur di lemari juga dapat memudahkan kita mengambil barang yang ada didalamnya.

  4. Pasang Dry Gel, artinya sih gel hangat. Sering kali digunakan sebagai bahan anti lembab dingin dan terbukti dapat menghilangkan jamur di lemari. Apalagi ada bahan pewangi di dalamnya, so segera membeli dry gel di supermarket terdekat.

    Alternatif dry gel, adalah menggunakan arang kayu yang dibungkus dengan kain tipis lalu digantung di lemari

  5. Memberikan lapisan pelapis di seluruh permukaan lemari. Pelapis yang dapat digunakan adalah melamin dan duco, beli saja di toko bangunan. Jangan lupa bertanya takaran dan tata cara penggunaannya.

Segeralah membersihkan jamur setelah anda mengetahui keberadaan mereka, biasanya jamur tersebut akan menyebar ke barang yang ada dalam lemari termasuk pakaian.

Hadirkan Sentuhan Etnik di Rumah

Categories: Tags: , , , , ,

Meski sentuhan etnik membuat rumah terlihat lebih cantik namun terkadang Anda masih ragu mengenai letak penataan yang benar supaya tidak terkesan berlebihan. Dekorasi rumah cantik dengan sentuhan etnik bisa Anda wujudkan dengan 3 trik berikut:

Gunakan Kayu Sebagai Material Utama Untuk Furniture

Salah satu elemen penting untuk menghadirkan kesan etnik pada rumah adalah dengan menggunakan furniture kayu. Anda dapat menggunakan kayu untuk furniture seperti meja kopi, kursi makan, sampai lampu meja.

Hiasi Rumah Dengan Aksesoris Etnik

Ada cara lain untuk bangkitkan nuansa etnik untuk rumah Anda. Caranya dengan melengkapi dekorasi rumah dengan aksesoris etnik. Aksesoris dapat menjadi faktor pendukung yang cukup penting untuk menghadirkan nuansa Indonesia di rumah. Anda dapat mencari pajangan atau hiasan ruangan etnik yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia seperti patung pengantin Jawa, lukisan bergaya Bali, dan masih banyak lagi.

Pilih Motif Dekorasi Rumah Yang Bernuansa Indonesia

Mewujudkan rumah bernuansa Indonesia dapat dilakukan dengan cara unik yang lebih modern. Misalnya, lewat motif-motif khas Indonesia. Ada banyak pilihan motif yang dapat mencerminkan Indonesia. Motifnya pun beraneka ragam mulai dari motif batik hingga motif aneka burung nusantara.

Menciptakan Hunian Asri, Sehat, dan Nyaman

Categories: Tags: , , , ,

Sebuah hunian bukan cuma sekadar hunian asri, sehat dan nyaman, melainkan juga sehat. Di sisi lain, rumah ideal juga haruslah ramah lingkungan. Memang, pada praktiknya, ketiga faktor tersebut sangatlah relatif. Namun, ada juga lho beberapa kriteria rumah ideal yang bisa Anda terapkan di rumah. Berikut adalah lima cara mudah dalam mewujudkan hunian indah, sehat, dan nyaman.

Fungsi Ruang

Rancanglah interior rumah sesuai dengan fungsi ruang. Sebagai contoh, penempatan jendela besar pada ruang tidur yang menghadap ke luar area. Bukan hanya dapat memanjakan mata dengan pemandangan cantik dan meneduhkan, cara ini juga didapati mampu mereduksi stres dan menciptakan suasana rileks dan tenang.

Perhatikan pula faktor pencahayaan. Bagaimana pun, jendela besar bukan hanya membuka jalan bagi keluar-masuk angin. Lebih dari itu, cara ini bahkan mampu menghemat energi listrik, dengan menciptakan celah bagi cahaya untuk masuk ke ruangan.

Warna

Ada banyak faktor penunjang hunian ideal. Salah satunya, warna. Tidak dapat dimungkiri, pemilihan warna tidak hanya memengaruhi keindahan sebuah hunian, melainkan juga psikologi penghuninya.

Sebagai salah satu tips, Anda dapat meniru konsep clean look dengan dominasi warna putih. Nah, penambahan warna-warna cerah–melalui aksen bantal sofa, meja tamu, dsb–sebagai pendukung juga mampu membuat ruangan tampil lebih dinamis dan ceria.

Material Bangunan

Selain kokoh dan tahan lama, disarankan untuk memilih material bangunan yang aman bagi kesehatan. Sebagai ilustrasi, salah memilih cat bisa berdampak pada sesak napas lantaran bau–apalagi jika Anda penderita asma.

Sirkulasi Udara

Biarkan udara mengalir memasuki setiap ruang Anda. Nah, agar lebih maksimal, usahakan ada ventilasi silang pada ruang, baik secara horizontal maupun vertikal.

Adapun penggunaan inner court di tengah bangunan depan dan belakang dapat Anda jadikan inspirasi untuk menghadirkan sirkulasi udara dan cahaya yang mumpuni. Bukan hanya memungkinkan setiap ruangan mendapatkan jendela secara alami, cara ini juga mampu meminimalkan panas, pengap, atau justru lembap yang mengganggu kenyamanan penghuni. Kadang kala, terlalu banyak bukaan justru berisiko mendatangkan panas dan silau. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan kanopi atau tirai untuk menghalau cahaya Matahari.

Ruang Terbuka Hijau

Pada praktiknya, keberadaan ruang terbuka hijau di area rumah adalah hal penting. Tidak sekadar penambah nilai estetika ruang, melainkan juga menciptakan mood yang baik bagi penghuni di dalamnya. Di sisi lain, keberadaan tanaman hijau juga mampu meminimalkan polusi, bakteri, bahkan virus di dalam ruangan.

Ciptakan Ruang Kerja Produktif di Rumah

Categories: Tags: , , , , , , , ,

Tidak dapat diingkari, meja yang berantakan, penerangan buruk, bahkan suara berisik dari penghuni rumah bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan Anda bekerja di rumah.

Tentunya Anda tidak perlu khawatir. Dengan sedikit usaha, Anda tetap bisa lho menyulap ruangan di rumah menjadi ruang kerja produktif.

Pemilihan Warna

Banyak studi mengungkap, warna mampu memengaruhi suasana hati penghuninya. Nah, dengan alasan tersebut, maka penggunaan warna pada dinding, pintu, serta furniture ruang kerja haruslah diperhitungkan dengan matang.

Adapun Angela Wright, seorang psikolog warna menjelaskan, pemilihan warna cerah pada ruang kerja ditengarai mampu merangsang produktivitas. Namun, jika Anda menginginkan suasana yang lebih tenang, ada baiknya memilih warna-warna kalem, seperti hijau atau biru pastel.

Penerangan yang Cukup

Jangan pernah bekerja dalam keadaan gelap. Di siang hari, biarkan cahaya alami masuk ke ruangan kerja Anda secara maksimal. Setidaknya, banyak studi membuktikan, terpapar cahaya Matahari langsung saat bekerja berdampak pada peningkatan energi, kreativitas, dan produktivitas.

Adapun ketika malam, biarkan cahaya datang bukan hanya dari satu lampu saja. Bahkan jika memungkinkan, Anda dapat memasang lampu LED. Bagaimana pun, bekerja di ruang gelap akan memengaruhi proses penglihatan dan membuat mata cepat lelah. Secara lebih lanjut, mata yang lelah akan berdampak pada penurunan kondisi fisik, bahkan produktivitas.

Satu catatan, jangan biarkan cahaya masuk terlalu banyak dan terang. Sekalipun itu adalah cahaya alami, ruangan yang terlalu terang tentu tidaklah baik bagi Anda.

Sirkulasi Udara

Bukan hanya menurunkan fokus, sirkulasi udara yang buruk juga dapat membuat orang mudah mengantuk dan cepat bosan. Karenanya, sebisa mungkin, biarkan tubuh Anda menghirup udara segar.

Untuk menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik, Anda dapat menambahkan atap kaca atau jendela/lubang tambahan. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, Anda bisa mengubah posisi meja kerja agar sedekat mungkin dengan jendela.

Furniture yang Menunjang

Temanya memang bekerja di rumah. Namun, agar produktivitas semakin melonjak, tidak ada salahnya merancang ruang kerja agar mirip kantor sungguhan.

Untuk mewujudkan ruang kerja yang ideal, Anda dapat memilih beberapa furniture penujang. Ini meliputi rak buku yang ditempatkan di belakang Anda, meja kerja dengan beberapa laci, white board atau papan to-do-list, serta storage lain, seperti kotak pensil dan box aksesori. Tidak apa jika itu hanyalah furniture murah yang Anda dapatkan di toko barang bekas.

Ruang Kerja Alternatif

Wajar bila ada kalanya, Anda merasa jenuh saat harus bekerja tanpa henti. Bagaimanapun, Anda tetap membutuhkan penyegaran untuk menjaga diri dari risiko sakit atau justru stres.

Nah, ada baiknya Anda menyediakan satu ruang alternatif untuk penyegaran. Tempatnya bisa di pojok/sudut ruang–atau justru di tengah-tengah ruang. Ini bisa berupa sofa santai dengan bantal sofa, satu set mini home theatre, radio, booth, kursi, dsb.

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp chat