Sep 26, 2017

Rumah minimalis sejuk

Categories:
Seperti yang kita tahu sekarang ini, bahwa pemanasan global sudah bisa sangat kita rasakan dampaknya sekarang. Nah untuk itulah membangun rumah dengan konsep rumah minimalis yang sejuk bisa sangat membantu kita dalam mengatasi masalah pemanasan global ini. Untuk membangun rumah yang sejuk ada beberapa tips yang ingin saya bagikan yaitu :
  1. Membangun tema yang berhubungan dengan tema alam
  2. Konsep desain interior eksteriornya juga berhubungan dengan alam
  3. Menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam seperti menggunakan kayu sebagai lantai kamar dan juga menggunakan batu alam sebagai dinding
Tips Membangun Rumah Minimalis yang Sejuk

 

Tips Membangun Rumah Minimalis yang Sejuk

 

Tips Membangun Rumah Minimalis yang Sejuk

 

Tips Membangun Rumah Minimalis yang Sejuk

 

Tips Membangun Rumah Minimalis yang Sejuk

 

Tips Membangun Rumah Minimalis yang Sejuk
Dalam membangun rumah yang asri juga usahakan perbanyak pembuatan ventilasi pada rumah minimalis anda, karena dengan banyaknya ventilasi otomatis kita tidak memerlukan pendingin ruangan dan ruangan bisa menjadi dingin dengan cara yang lebih alami. Ada juga yang berpendapat bahwa dengan membangun taman di dalam ruangan akan membuat rumah menjadi lebih sejuk dan asri, akan tetapi taman di dalam rumah sangat tidak cocok dengan konsep rumah minimalis, jadi sebaiknya tidak perlu membangun taman di dalam rumah. Nah hal ini bisa disiasati dengan membuat taman pada bagian teras rumah kita. Walaupun konsep rumah minimalis, akan tetapi pasti kita tetap memiliki teras yang bisa kita isi dengan tanaman yang mana bisa menambahkan kesan rumah minimals yang sejuk.
Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk anda, semoga beberapa tips tersebut dapat membantu anda dalam membangung desain rumah minimalis anda. Terimakasih sudah berkunjung ya.

Renovasi Rumah Anti Mahal

Categories:

Biaya Renovasi rumah sama mahalnya dengan membangun rumah. Sayangnya banyak di antara kita hanya sanggup membeli rumah, namun terseok-seok manakala rumah sudah waktunya direnovasi.

Saat ini hampir sebagian besar pembelian rumah dilakukan dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan masa angsuran paling umum antara 10-15 tahun. Dengan kondisi seperti itu bisa diprediksi kualitas bangunan hanya bertahan 7-10 tahun.

Artinya setelah anda menempati rumah tersebut selama 7-10 tahun maka rumah anda sudah waktunya di renovasi.

Masalahnya, masalah itu sering muncul pada saat angsuran KPR Anda juga belum lunas. Nah, kondisi seperti ini membuat anda perlu menyimak detil ulasan sumber dana renovasi berikut ini, supaya anda tidak hanya melongo saat melihat kusen atau genting rumah sudah mulai keropos dimakan usia.

  1.  Gunakan Kredit Renovasi Rumah (Refinancing)
    Solusi ini hanya bisa dilakukan jika Anda punya sertifikat lebih dari satu. Biasanya bank akan memberikan pinjaman hingga 80 persen dari harga taksiran rumah. Kelebihannya bunga yang ditawarkan relatif rendah bahkan sebagian bank bahkan bekerjasama dengan produsen semen untuk membuat program layanan pembiayaan renovasi rumah.

Proses refinancing harus melampirkan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan slip gaji (bagi pegawai atau karyawan). Untuk mendukung proses analis kredit, bank akan meminta anda melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah, Sertifikat Hak Milik (SHM) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

  1.  Manfaatkan Kredit Renovasi BPJS Ketenagakerjaan
    Kredit renovasi ini menawarkan bunga rendah dibawah kredit renovasi bank. Syarat memanfaatkan kredit renovasi adalah karyawan sudah menjadi peserta minimal 5 tahun. Jaminannya saldo rekening BPJS ketenagakerjaan peserta. Prosesnya mudah, Anda tinggal datang ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat dan ikuti semua prosedur yang berlaku.
  2.  Manfaatkan Fasilitas Top Up Kredit untuk Biaya Renovasi
    Solusi ini bisa dimanfaatkan oleh nasabah bank yang belum lunas KPR namun butuh biaya renovasi. Syaratnya nasabah harus sudah melewati separuh dari masa kredit dan mempunyai riwayat kredit yang baik.

Proses Top Up adalah KPR awal Anda akan ditutup dan Anda akan mempunyai kredit baru. Selisih dana plafon pinjaman Anda setelah dikurangi sisa KPR sebelumnya inilah yang bisa dimanfaatkan untuk renovasi rumah.

Kelemahannya pencairan dana cukup lama, bisa mencapai 1 bulan dan biayanya cukup besar, yaitu biaya provisi, biaya administrasi, biaya premi asuransi, biaya taksasi agunan, dan biaya notaris.

  1.  Lakukan Over Kredit KPR
    Selain Top Up, persaingan bunga KPR antar bank memungkinkan Anda memilih bank dengan bunga terbaik. Anda bisa mengalihkan KPR anda (take over) ke bank lain, dengan manfaat selisih plafon kredit dengan sisa pinjaman dapat Anda gunakan untuk biaya renovasi. Prosesnya mirip dengan Top Up namun beda bank.
  2.  Gunakan Kredit Tanpa Agunan (KTA).
    Sebenarnya KTA hanya cocok untuk dana darurat karena bunganya relatif mahal, bisa sampai 3 persen flat per bulan. Keunggulan produk ini yaitu dapat menyediakan dana hingga Rp 200 juta, dan prosesnya pun terbilang cepat sekitar 1-2 minggu, bahkan ada yang cuma 2-3 hari tanpa jaminan.

Sebaiknya KTA ini hanya untuk renovasi minor, dan dengan waktu pengerjaan yang singkat, atau Anda membutuhkan dana tambahan akibat kenaikan biaya konstruksi di tengah proyek.

  1.  Gunakan Sistem Pembayaran Borongan atau Harian
    Secara umum, masyarakat mengenal 2 sistem renovasi yang dilakukan oleh tukang yaitu borongan dan harian. Sistem borongan banyak digunakan oleh kontraktor bangunan. Jika anda pemain baru dan mengetahui secara pasti apa yang akan direnovasi, sebaiknya lakukan sistem harian. Lain halnya jika anda yakin dan sudah mengetahui konsep renovasi rumah secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan.
  2.  Pilih Waktu yang Tepat
    Waktu renovasi bisa menunjang efisiensi biaya renovasi. Saat musim penghujan seharusnya jangan melakukan renovasi karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Di samping itu, hasil renovasi juga akan cepat rusak saat musim hujan. Karena itu, disarankan untuk melakukan renovasi di musim panas saja.

Jadi, Mau Pilih Cara yang Mana?

 

 

4 Cara Memilih Warna Cat Rumah Minimalis Masakini

Categories:

Cara Memilih Warna Cat Rumah bisa menjadi referensi anda saat akan mengecat rumah. Sebuah hunian adalah istana bagi pemiliknya. Menghilangkan penat dari rutinitas keseharian biasanya dilakukan saat bertemu keluarga, tentunya ketika sampai di rumah kita. Rasa semacam itu menandakan bahwa antara rumah dengan pemiliknya memiliki sebuah keterikatan yang luar biasa. Hal ini tentunya juga berlaku bagi anda bukan? Ya, setiap rumah pasti mencerminkan identitas penghuninya. Mulai dari bentuk rumah, desain, konsepnya, serta warna yang menghiasi dinding rumah. Nah, untuk kategori yang terakhir ini biasanya digunakan sebagian besar pemilik rumah untuk mengeksplorasi karakter mereka masing-masing.

Cara Memilih Warna Cat Rumah

Mendesain warna cat rumah termasuk kebiasaan yang seringkali dilakukan untuk menunjukan karakter pemilik rumah. Untuk memilih warna cat rumah tentunya disesuaikan dengan keinginan penghuninya. Namun, tidak semua orang mampu mengkombinasikan beberapa warna untuk jadi tampilan yang menarik pada rumah mereka. Dengan demikian, penting kiranya bagi pemilik rumah untuk memikirkan beberapa langkah agar pemilihan warna pada rumah dapat sesuai dengan konsep serta tidak menjadikan kesan kaku bagi penghuninya. Berikut ini ulasan mengenai langkah yang dapat dilakukan saat akan memilih warna untuk cat rumah anda. Simak yuk!

  1. Tentukan Kombinasi Warna Cat

Sebuah rumah akan terlihat indah dan nyaman dengan pemilihan warna cat yang sesuai dengan ruangannya. Pastikan anda membuat desain warna yang pas dengan konsep dalam rumah. Biasanya orang akan memilih warna netral untuk 80% dinding rumah mereka dan melengkapi 20 % nya dengan warna lain yang lebih berani. Padahal tidak harus demikian. Pemilihan warna dengan berani dapat dilakukan untuk mengesankan kehangatan dalam rumah anda. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih warna yang tepat.

  • Usahakan memilih warna yang terdiri dari beberapa warna favorit anda dan keluarga
  • Warna tidak harus mencolok karena bisa dinetralkan dengan warna putih untuk kesan lebih dinamis
  • Berani memilih warna adalah salah satu kunci keberhasilan teknik kombinasi
  • Bedakan antara warna untuk cat interior dengan eksterior
  1. Ketahui Karakter Setiap Warna

Setiap warna memiliki karakter yang berbeda-beda lho! Jadi anda harus pandai memilih yang sesuai dengan kepribadian anda. Banyak pemilihan warna netral justru mengesankan karakter kaku dari pemiliknya, sehingga anda dapat menghindari atau mencampurnya dengan warna tertentu yang lebih menyala.

  1. Putih

Pemilihan warna putih menjadi pilihan mayoritas orang. Warna putih dinilai sebagai warna yang bersih sekaligus mewah dan netral. Biasanya pemilik rumah akan menunjukan kombinasi warnanya pada furnitur yang menghiasi area rumah guna menutupi kesan putih yang terlalu dominan. Akan tetapi pemilihan warna putih akan memberikan kesan kaku dan dingin jika terlalu banyak digunakan.

  1. Abu-Abu

Jenis warna yang satu ini saat ini tengah menjadi favorit. Konsep rumah minimalis seringkali menggunakan warna abu-abu agar menimbulkan kesan yang lebih luas. Hampir sama seperti warna putih, abu-abu yang terlalu banyak digunakan sebagai warna rumah akan menimbulkan kesan kaku serta arogan.

  1. Hitam

Warna hitam mengesankan bangunan yang kokoh dan elegan. Penggunaan warna hitam di dalam dinding rumah berubah menjadi mistis dan terkesan sempit. Warna hitam disarankan sebagai pemilihan warna eksterior saja, karena warna gelap ini dapat menimbulkan kesan mewah jika sesuai penempatannya.

  1. Pastel

Kombinasi warna pastel saat ini juga mulai banyak digemari untuk menghiasi rumah-rumah modern. Warna pastel dapat memunculkan kesan lembut dan fleksibel bagi penghuninya.

  1. Kenali Warna Terbaik Untuk Ruangan

Cara Memilih Warna Cat Rumah selanjutnya kenali warna terbaik untuk setiap ruangan. Beberapa ruangan membutuhkan warna yang beragam, tentunya bagi anda yang berani memainkan warna, karakter anda akan terlihat disini. Rumah terdiri dari ruangan –ruangan yang sudah pasti menjadi kebutuhan utama seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur dan dapur. Jenis ruangan tersebut tentu memiliki konsep yang berbeda-beda sehingga membutuhkan warna yang juga berbeda. Berikut ini adalah tips untuk memilih warna yang sepadan dengan ruangan anda.

  1. Ruang Tamu

Ruang tamu adalah ruangan yang paling penting dalam sebuah rumah. Ruang tamu adalah tempat menerima tamu yang bukan dari penghuni rumah tersebut. Secara pasti ruangan ini jelas berada di depan dan sangat sering dikunjungi oleh pihak lain. Menampilkan ruang tamu yang indah juga dapat dilakukan melalui pemilihan warna. Warna yang tepat digunakan di ruang tamu adalah warna netral seperti putih, kombinasi warna monokrom atau pastel. Kesan hangat akan ditampilkan dalam warna-warna tersebut. Hindari menggunakan warna gelap seperti hitam, abu-abu, coklat, merah dan sejenisnya karena dapat menimbulkan kesan kaku.

  1. Ruang Keluarga atau Ruang Makan

Ruang keluarga dapat menyatu dengan ruang makan. Ruangan ini adalah ruangan yang juga penting karena merupakan ruang yang akan digunakan untuk berkumpul seluruh anggota keluarga anda. Pemakaian warna seperti krem, oranye, kuning atau merah dapat digunakan pada ruangan ini. Untuk ruang makan, sebagian survei mengatakan bahwa warna hijau muda atau pastel merupakan warna yang dapet mengundang selera makan.

 

 

  1. Ruang Tidur

Memasuki area tidur sebenarnya relatif karena bergantung pada masing-masing penghuni kamar. Pemilihan warna yang berani juga dianjurkan untuk lebih mengesankan kepribadian penghuni kamar yang kuat. Biasanya warna merah, ungu, biru, pink dan sejenisnya dapat menjadi pilihan untuk menegaskan kepribadian anda

  1. Dapur

Dapur termasuk favorit bagi ibu rumah tangga. Disinilah tempat menu anda disajikan dengan berbagai inovasi dari beragam resep andalan. Untuk memunculkan inspirasi terkadang membutuhkan suasana yang nyaman. Pemilihan warna oranye atau metalic seperti cokelat, kombinasi dua warna sangat tepat untuk menambah semangat di dapur anda.

  1. Kamar Mandi

Kamar mandi yang paling utama adalah kebersihannya. Selain menjaga kebersihan kamar mandi secara manual (menyikat), penggunaan warna yang tepat juga memunculkan kesan higienis bagi kamar mandi anda. Warna seperti biru, hijau dinilai memiliki kesan yang bersih sehingga akan menunjang tampilan kamar mandi anda.

  1. Perawatan Cat

Cat yang sudah diaplikasikan pada dinding anda juga membutuhkan perawatan. Sebagai tips bahwa penggunaan material keramik pada 5cm dinding bagian bawah akan menjauhkan dinding dari kelembaban suhu udara. Dengan begitu, cat dinding tidak mudah mengelupas dan pudar warnanya. Selain itu penerangan yang kuat dianjurkan bagi anda untuk menampilkan warna secara berani. Penerangan sangat berpengaruh bagi tampilan dinding rumah anda terutama untuk interiornya, sedangkan eksterior bisa didukung hanya dari lampu pada bagian teras atau taman saja.

Pemilihan warna yang tepat pada cat rumah akan memberikan kehangatan yang bisa dirasakan oleh penghuni maupun tamu yang hadir berkunjung. Warna yang sudah sesuai dengan konsep ruangan akan lebih manis jika dipadukan dengan furnitur senada yang dapat diaplikasikan di masing-masing ruangan. Oleh karena itu, dengan cermat memilih warna pada rumah anda, dijamin anda sekeluarga akan lebih betah di rumah.

 

WhatsApp chat