JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR JOGJA memberikan info mengenai beberapa perizinan.

Izin peruntukan penggunaan tanah terdiri atas:
1.Izin Lokasi
Izin lokasi adalah izin peruntukan penggunaan tanah yang wajib dimiliki perusahaan untuk memperoleh tanah yang diperlukan dalam rangka

penanaman modal, yang berlaku pula sebagai izin pemindahan hak, dan untuk menggunakan tanah tersebut guna keperluan usaha penanaman modal, dengan batasan keluasan sebagai berikut: untuk usaha pertanian > 25 Ha, untuk usaha non pertanian > 1 Ha. Izin Pemanfaatan Tanah ( IPT ) Izin pemanfaatan tanah (IPT) adalah izin peruntukan penggunaan tanah yang wajib dimiliki orang pribadi dan atau badan yang akan melaksanakan kegiatan dan atau kegiatan yang mengakibatkan perubahan peruntukan tanah pada bangunan/usaha yang dilakukan, dengan batasan keluasan sebagai berikut: untuk usaha pertanian untuk usaha non pertanian untuk kegiatan bidang sosial dan keagamaan tanpa batasan keluasan.
2. Izin Perubahan Penggunaan Tanah
Izin perubahan penggunaan tanah adalah izin peruntukan penggunaan tanah yang wajib dimiliki orang pribadi yang akan mengubah peruntukan tanah pertanian menjadi non pertanian guna pembangnan rumah tempat tinggal pribadi/perseorangan, dengan ukuran seluas-luasnya 5.000 m2 (lima ribu meter persegi). Diberikan secara bertahap per-600 m2, untuk keluasan lebih dari 600 m2 dengan SKTBL.
3. Izin Konsolidisi Tanah
Izin konsolidasi tanah adalah izin peruntukan penggunaan tanah yang wajib dimiliki kumpulan orang pribadi dan atau badan yang akan melaksanakan penataan kembali penguasaan tanah, penggunaan tanah, dan usaha pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan guna meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat/pemilik tanah pada lokasi tersebut untuk kepentingan umum sesuai tata ruang
4.Izin Penetapan Lokasi Pembangunan
Untuk Kepentingan Umum Izin penetapan lokasi pembangunan untuk kepentingan umum adalah izin peruntukan penggunaan tanah yang diperlukan oleh instansi pemerintah yang akan melaksanakan pengadaan tanah guna pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum.
Syarat :
a. Fc. KTP Pemohon
b. Fc. NPWP
c. Fc. Akte Pendirian Perusahaan (PT)
d. Proposal / Uraian Rencana Proyek
e. Site Plan
f. Fc. Sertifikat
g. PBB + SPT
h. Sosialisasi

i. Surat Pernyataan Tentang Fasilitas Makam

Sumber : http://www.pengurusanimbjogja.com/2012/01/pengurusan-ipt-yogyakarta.html